SUMENEP – Kabupaten Sumenep mencatat prestasi membanggakan dengan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 1,69 persen menjadi 1,64 persen per November 2025, menjadikannya wilayah dengan TPT terendah ketiga di Jawa Timur. Capaian ini menunjukkan efektivitas strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan keterampilan masyarakat dan mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Menurut Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, keberhasilan ini tidak lepas dari berbagai langkah strategis, termasuk penyelenggaraan Job Fair yang menghadirkan 32 perusahaan dengan total 8.431 lowongan kerja, di mana 202 pencari kerja berhasil ditempatkan.
Selain itu, pemerintah daerah fokus pada pelatihan berbasis kompetensi. Sebanyak 116 peserta telah lulus dengan sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), memperkuat kemampuan mereka menghadapi pasar kerja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penguatan sektor UMKM juga menjadi kunci. Pemerintah memberikan pendampingan terkait fasilitas halal, uji nutrisi, pendaftaran merek dagang, barcode produk, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan izin BPOM.
Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga membuka peluang kerja lebih luas.
Program Padat Karya Tunai (PKT) juga diterapkan untuk memberdayakan tenaga kerja lokal melalui pembangunan desa dan lingkungan, memberikan pengalaman kerja praktis sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan kombinasi edukasi, pelatihan, dan dukungan UMKM, Sumenep membuktikan bahwa pengembangan sumber daya manusia yang terencana mampu menurunkan pengangguran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Penulis : Redaksi






