Pemkab Probolinggo Tegaskan Kepatuhan Digitalisasi Pengadaan, Siap Gelar PBJ SAE Awards 2026

Rabu, 13 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana apel pagi di lingkungan Kantor Bupati Probolinggo tampak khidmat dan penuh semangat. Para ASN mengikuti arahan Kepala Bagian PBJ Setda Kabupaten Probolinggo, Moh. Abdi Utoyo, yang menekankan pentingnya transparansi, digitalisasi, dan kepatuhan dalam pengadaan barang dan jasa guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Suasana apel pagi di lingkungan Kantor Bupati Probolinggo tampak khidmat dan penuh semangat. Para ASN mengikuti arahan Kepala Bagian PBJ Setda Kabupaten Probolinggo, Moh. Abdi Utoyo, yang menekankan pentingnya transparansi, digitalisasi, dan kepatuhan dalam pengadaan barang dan jasa guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

PROBOLINGGO- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menegaskan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pengadaan barang dan jasa (PBJ) yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital.

Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diimbau untuk patuh pada sistem pengadaan terintegrasi guna mendukung efisiensi anggaran, sejalan dengan diberlakukannya regulasi baru.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten, Moh. Abdi Utoyo, saat memimpin apel pagi bersama di lingkungan Kantor Bupati, Senin (11/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam arahannya, Abdi menekankan bahwa kepatuhan OPD adalah kunci utama dalam mencegah anomali pengadaan.Sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen OPD, Pemkab akan menyelenggarakan PBJ SAE Awards 2026. Penghargaan ini dirancang bukan sekadar seremoni, melainkan sebagai tolok ukur kinerja berbasis sistem.

“Kegiatan pemberian penghargaan pengadaan barang/jasa ini akan dilanjutkan dengan sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Sosialisasi ini diharapkan meningkatkan pemahaman OPD agar sesuai aturan dan mendukung pengawasan berbasis sistem,” ujar Abdi.

Penilaian PBJ SAE Awards 2026 dilakukan secara objektif melalui sistem yang terintegrasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Variabel penilaian didasarkan pada kepatuhan input Rencana Umum Pengadaan (RUP) pada aplikasi SIRUP, serta optimalisasi e-purchasing.“Pelaksanaan e-purchasing hukumnya wajib. Namun apabila barang tidak tersedia atau tidak tayang, maka dapat menggunakan metode pengadaan lainnya. Karena itu optimalisasi e-purchasing terus kita dorong,” tegasnya.

Selain digitalisasi, Pemkab juga menitikberatkan pada peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan produk UMKM melalui gerakan Bangga Buatan Indonesia. Seluruh indikator tersebut akan terekam secara otomatis di sistem LKPP, memastikan penilaian berlangsung objektif, adil, dan tanpa anomali.

Kategori penilaian dalam awards ini mencakup seluruh OPD, bagian di Setda, kecamatan, hingga Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Abdi menyoroti pentingnya kecamatan dan BLUD untuk memaksimalkan e-purchasing mengingat transaksi pengadaan mereka yang cukup besar.

Apresiasi Jabatan FungsionalDalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemkab juga memberikan apresiasi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berhasil lulus uji kompetensi dan naik jenjang jabatan fungsional di bidang pengadaan barang/jasa.”Uji kompetensi jabatan fungsional tidak mudah. Karena itu, rekan-rekan yang berhasil lulus dan naik jenjang patut diberikan penghargaan,” pungkasnya

Melalui inisiatif ini, Pemkab berharap tingkat kepatuhan dan kualitas pengadaan barang/jasa di tahun 2026 semakin meningkat, sekaligus menutup celah penyimpangan dalam penggunaan anggaran daerah.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Jagung, Tembakau hingga Hortikultura Jadi Andalan, Desa Matanair Tampil Sebagai Desa Agraris Produktif
Bentengi Pangan, Ratusan Sampel Unggas di Probolinggo Diuji Deteksi Bakteri Mematikan
Sarat Khidmat, Dipertemukan dalam Indahnya Berbagi: Dinas Pertanian Probolinggo Santuni Anak Yatim di Momentum Muharam
Mbak Wali Ajak Duta GenRe dan Forum Anak Jadi Agen Perubahan bagi Generasi Muda
Hadapi El Nino Godzila, BPBD Kota Kediri dan BMKG Dhoho Perkuat Mitigasi Dampak Kekeringan
Berkaliber Dunia, Tembakau Paiton VO Probolinggo Bidik Sertifikat Emas Indikasi Geografis
Serahkan SK Kenaikan Pangkat, Mbak Wali Tekankan Pentingnya Komunikasi dan Kerja Sama ASN
Bukan Seberapa Sibuk, Pemkab Probolinggo Tegaskan Keberhasilan ASN Diukur dari Dampak Nyata

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:08 WIB

Jagung, Tembakau hingga Hortikultura Jadi Andalan, Desa Matanair Tampil Sebagai Desa Agraris Produktif

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:25 WIB

Bentengi Pangan, Ratusan Sampel Unggas di Probolinggo Diuji Deteksi Bakteri Mematikan

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:45 WIB

Mbak Wali Ajak Duta GenRe dan Forum Anak Jadi Agen Perubahan bagi Generasi Muda

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:36 WIB

Hadapi El Nino Godzila, BPBD Kota Kediri dan BMKG Dhoho Perkuat Mitigasi Dampak Kekeringan

Senin, 6 Juli 2026 - 22:58 WIB

Berkaliber Dunia, Tembakau Paiton VO Probolinggo Bidik Sertifikat Emas Indikasi Geografis

Berita Terbaru