SUMENEP, Minggu, 10/6/2026 – Kreativitas Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Grujugan patut diacungi jempol. Di tengah banyaknya kegiatan yang bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), TP-PKK Grujugan justru menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak nyata dengan berjualan gorengan setiap ada kegiatan desa.
Ide tersebut bukan sekadar untuk meramaikan acara, melainkan menjadi strategi membangun kemandirian organisasi sekaligus membantu menggerakkan perekonomian desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui usaha kecil itu, TP-PKK mampu mengumpulkan dana mandiri untuk mendukung berbagai kegiatan tanpa harus membebani APBDes. Langkah ini pun dinilai sebagai bentuk kreativitas yang jarang dilakukan di tingkat desa.
Suasana stand gorengan semakin menarik perhatian karena Kepala Desa Grujugan, Didik Susanto, sering kali ikut turun langsung melayani pembeli.
Kehadiran kades di balik meja jualan menciptakan kedekatan dengan masyarakat sekaligus menunjukkan dukungan penuh terhadap inovasi ekonomi yang digagas TP-PKK.
“Ini bukan hanya soal jualan gorengan, tetapi bagaimana organisasi desa bisa kreatif mencari solusi sendiri,” ujar salah satu warga.
Inovasi sederhana tersebut kini mulai menjadi perbincangan positif masyarakat. Sebab di balik gorengan yang dijual, ada semangat besar tentang pemberdayaan, gotong royong, dan upaya menciptakan organisasi yang mandiri.
TP-PKK Grujugan pun membuktikan bahwa kreativitas tidak selalu harus dimulai dari program besar atau modal fantastis. Dari lapak sederhana di pinggir kegiatan desa, mereka mampu menghadirkan manfaat nyata bagi organisasi dan masyarakat sekitar.
Semangat inilah yang perlahan menjadikan TP-PKK Grujugan sebagai contoh bahwa inovasi desa bisa lahir dari hal kecil, namun memiliki dampak besar bagi pembangunan ekonomi masyarakat.
Penulis : Redaksi







