Ironi Efisiensi Anggaran BPPKAD Kota Probolinggo: Saat Meja Pingpong Rp10 Juta Jadi Prioritas di Tengah Pengetatan APBD

Jumat, 8 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO– Slogan efisiensi anggaran yang kerap didengungkan pemerintah daerah kini tengah dipertanyakan keberpihakannya. Di saat publik diminta memaklumi terbatasnya ruang fiskal, Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Probolinggo justru kedapatan membelanjakan puluhan juta rupiah untuk fasilitas olahraga dan seragam.

Berdasarkan data yang dihimpun dari laman sistem pengadaan, instansi pengelola keuangan daerah ini mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk dua paket yang cukup mencolok. Pertama, Belanja Modal Peralatan Permainan Alat Tenis (Meja Pingpong) sebanyak 1 paket dengan pagu Rp10 juta.

Kedua, Belanja Pakaian Olahraga dengan nilai fantastis mencapai Rp21 juta.Jika dijumlahkan, sedikitnya Rp31 juta uang rakyat mengalir untuk fasilitas internal kantor yang bersifat rekreatif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kepala BPPKAD Kota Probolinggo Pujo Agung Satrio,saat dikonfirmasi tidak menampik adanya pengadaan tersebut. Ia membenarkan bahwa satu unit meja tenis meja dan sejumlah kaos olahraga telah dibeli untuk kepentingan staf dan karyawan.

Namun, saat disinggung mengenai relevansi belanja ini dengan semangat efisiensi anggaran yang sedang digalakkan pemerintah, ia memilih irit bicara.

“Anggarannya tidak banyak, Mas. Itu untuk meningkatkan kesehatan dan kebersamaan teman-teman (staf),” cetusnya singkat tanpa menjelaskan urgensi belanja tersebut bagi pelayanan publik,jum at (8/5/2026).

Menanggapi hal ini, Feriyanto,SH. pengamat kebijakan publik, menyoroti tajam tindakan BPPKAD yang dinilai sebagai bentuk ketidaksensitifan sosial. Angka Rp31 juta mungkin dianggap “kecil” bagi pejabat pengelola keuangan, namun bagi masyarakat, angka tersebut setara dengan bantuan modal usaha atau perbaikan infrastruktur skala lingkungan yang jauh lebih berdampak.

“Anggaran Rp31 juta tersebut, jika dialokasikan untuk 10 pedagang kecil sebagai bantuan modal, dampaknya akan nyata bagi ekonomi daerah,” ujar Feriyanto.

Ia mendesak DPRD Kota Probolinggi untuk melakukan fungsi pengawasan lebih ketat. “Jangan biarkan alasan ‘anggarannya kecil’ menjadi pintu masuk bagi budaya pemborosan yang terstruktur. Pejabat publik harus ingat: Uang yang kalian belanjakan adalah keringat rakyat, bukan uang saku pribadi untuk bersenang-senang di jam kantor,” tegasnya.

Langkah BPPKAD ini seolah menjadi paradoks. Sebagai instansi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pengawasan dan efisiensi anggaran, pengadaan meja pingpong seharga puluhan juta dan seragam puluhan juta justru menunjukkan hilangnya sensitivitas terhadap kondisi ekonomi daerah.

Kini publik menanti, apakah “kesehatan dan kebersamaan” internal birokrat memang harus ditebus dengan harga yang mahal di tengah instruksi pengetatan ikat pinggang yang digaungkan pemerintah pusat dan daerah?

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Wabup Sumenep Imam Hasyim: Generasi Cerdas Harus Dimulai dari Tubuh yang Sehat
Pesan Menyentuh Wabup Sumenep untuk Calon Jemaah Haji: Saling Jaga dan Saling Bantu
Kolaborasi Kemenkum dan Muhammadiyah, Klinik KI Resmi Beroperasi di Bawean
Jelang Pilkades Serentak, DPD PKDI Jatim Gelar Raker Strategis di Lombok, PKDI Sumenep Turut Hadir Bahas Dampak PP 16 Tahun 2026
Anggota DPR RI Dina Lorenza Sosialisasi UU Perindustrian di Situbondo, Disambut Tari Topeng Mongkor yang Penuh Kearifan Lokal
Kantor Bagian Kesra Kota Probolinggo “Keluar” dari Sekretariat Daerah, Kabag: Ruangan Tidak Cukup
DLH Sumenep Pangkas Ranting Pohon di Area Pemkab
Kades Sukaoneng Gresik Apresiasi Pelatihan Mitigasi Bencana untuk Kesiapsiagaan Warga

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:24 WIB

Ironi Efisiensi Anggaran BPPKAD Kota Probolinggo: Saat Meja Pingpong Rp10 Juta Jadi Prioritas di Tengah Pengetatan APBD

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:25 WIB

Wabup Sumenep Imam Hasyim: Generasi Cerdas Harus Dimulai dari Tubuh yang Sehat

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:21 WIB

Pesan Menyentuh Wabup Sumenep untuk Calon Jemaah Haji: Saling Jaga dan Saling Bantu

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:44 WIB

Kolaborasi Kemenkum dan Muhammadiyah, Klinik KI Resmi Beroperasi di Bawean

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:50 WIB

Jelang Pilkades Serentak, DPD PKDI Jatim Gelar Raker Strategis di Lombok, PKDI Sumenep Turut Hadir Bahas Dampak PP 16 Tahun 2026

Berita Terbaru

NASIONAL

Mudharabah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:49 WIB