Tuntutan Reformasi Kultur Tidak Hanya Beban Polri, Ketum FORKOGAKUM Sebut Harus Melibatkan Semua Pihak

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Ketua Umum Forum Koordinasi Penegak Hukum (FORKOGAKUM) Dr.Tasrif M. Saleh SH MH menyoroti kembali reformasi kultural pada momentum evaluasi tahunan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Menurut Tasrif, reformasi kultural pada institusi Polri tidak bisa dilimpahkan kepada internal institusi, namun harus melibatkan semua pihak. Karena ada banyak perilaku tidak terpuji didrive oleh pihak-pihak dari luar institusi.

“Tuntutan reformasi kultural sangat sulit untuk diwujudkan apabila dibebankan ke internal Polri. Karena godaan perilaku tak terpuji banyak dari eksternal,” kata Tasrif dalam keterangan tertulisnya, Jum’at 28 November 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjut akademisi dan praktisi hukum ini, menyebutkan bahwa dalam dunia penegakkan hukum pihak eksternal selalu menggoda dengan praktik yang tidak terpuji seperti gratifikasi, pungli dan sejenisnya untuk memuluskan tujuannya.

Menurut akademisi Pasca Sarjana Universitas Jayabaya bahwa anggota Polri merupakan manusia biasa yang memiliki keterbatasan dalam menghadapi berbagai intervensi dari kekuatan politik maupun finansial dari berbagai pihak yang menggoda.

“Para pihak yang berperkara, para pengusaha hitam dan ilegal jangan lagi menggoda anggota Polri untuk sebagai backing di belakang kegiatan usahanya,” ujar Tasrif.

Kendati bisa dibantu dari eksternal untuk tidak menggoda dengan perilaku tak terpuji, tentu Polri harus menjadi institusi yang sesuai dengan Tribrata dan Catur Prasetya Polri.

Untuk diketahui reformasi kultural Polri menjadi isu utama pasca insiden penanganan unjuk rasa akhir Agustus 2025 lalu. Tuntutan reformasi terhadap institusi Polri sangat kuat bahkan hingga presiden Prabowo Subianto merespon aspirasi tersebut dengan membentuk Komite Reformasi Polri.***

Penulis : Rahman

Berita Terkait

Menikmati Kopi Tanpa Gula dan Jadah Goreng Hangat Pemecah Kantuk Tol Trans Jawa
Mahasiswa STMIK Tazkia Jalankan Business Coaching dengan Praktik Real-Bisnis dari Nol
Mantan Menparekraf Rekomendasikan E-Book “Yudi The Connector” Sebagai Bacaan Yang Inspiratif
Perubahan Ketiga UU Kepolisian: Meningkatkan Profesionalitas, Mempertegas Netralitas, dan Menyesuaikan Batas Usia Pensiun
Warga Pekalongan Pasang Banner Dukung Yakuza Maneges dan Polisi Usut Tuntas Kasus Pelecehan Seksual
Siasati Biaya Mahal, Kami Mahasiswa STMIK Tazkia Rintis ‘NusaLogic’ Buat Bantu Digitalisasi UMKM Mulai Rp350 Ribu
Dinilai Ancam Kerusakan Alam, Kades Belik Tegaskan Tolak Tambang Galian C di Desanya
Digitise Innovations Gandeng STMIK Tazkia, Gelar Business Coaching “Praktek Langsung dari Nol” untuk Digitalisasi UMKM

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:52 WIB

Menikmati Kopi Tanpa Gula dan Jadah Goreng Hangat Pemecah Kantuk Tol Trans Jawa

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:28 WIB

Mahasiswa STMIK Tazkia Jalankan Business Coaching dengan Praktik Real-Bisnis dari Nol

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:49 WIB

Mantan Menparekraf Rekomendasikan E-Book “Yudi The Connector” Sebagai Bacaan Yang Inspiratif

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:11 WIB

Perubahan Ketiga UU Kepolisian: Meningkatkan Profesionalitas, Mempertegas Netralitas, dan Menyesuaikan Batas Usia Pensiun

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:46 WIB

Warga Pekalongan Pasang Banner Dukung Yakuza Maneges dan Polisi Usut Tuntas Kasus Pelecehan Seksual

Berita Terbaru