JAKARTA – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah tanah longsor dan banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Menurutnya, besarnya jumlah korban jiwa, warga hilang, serta kerusakan fasilitas umum menjadikan tragedi ini sebagai duka nasional yang harus ditangani secara serius.
“Tragedi ini sangat memilukan. Kita harus berduka secara nasional. Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban,” ujar Said Abdullah, Rabu (3/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa pemerintah memiliki ruang anggaran melalui dana on call APBN 2025 senilai Rp 4 triliun yang dapat segera digunakan untuk penanganan bencana di Sumatera.
Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk tahap tanggap darurat hingga pemulihan awal pascabencana.
Menurut Said, beberapa layanan tanggap darurat masih belum menjangkau seluruh warga terdampak.
Hal ini terlihat dari sejumlah warga yang terpaksa mengambil barang kebutuhan pokok di toko dan gudang Bulog akibat minimnya bantuan yang tiba di lokasi.
“Kebutuhan tanggap darurat perlu disegerakan secara masif, seperti pengungsian yang layak, suplai makanan, MCK, selimut, dan pakaian jadi,” tegasnya.
Selain mempercepat suplai logistik, Said menekankan pentingnya operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) untuk menemukan korban hilang. Ia juga mengingatkan perlunya layanan trauma healing, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak.
Memasuki fase pemulihan, Said menyebut dana on call dapat dimanfaatkan untuk rehabilitasi awal. Namun untuk rekonstruksi besar, diperlukan skema anggaran yang lebih panjang, termasuk opsi multiyears mulai tahun 2026.
“Rehabilitasi diperlukan untuk memulihkan layanan umum seperti rumah sakit, sekolah, kantor pemerintah, tempat ibadah, dan infrastruktur dasar lain. Tahap rekonstruksi akan membutuhkan anggaran jauh lebih besar,” jelas politisi asal Sumenep itu.
Tragedi bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini menghancurkan ribuan rumah serta fasilitas umum.
Data BNPB per Rabu (3/12/2025) pagi mencatat 753 korban meninggal dunia, 650 orang masih hilang, 2.600 warga terluka, dan 576.300 pengungsi. Jumlah ini berpotensi terus bertambah mengingat skala kerusakan yang terjadi.
Said menegaskan pentingnya sinergi pemerintah pusat, daerah, relawan, dan masyarakat untuk mempercepat penanganan, serta memastikan bantuan benar-benar sampai kepada korban yang membutuhkan.
Penulis : Redaksi







