JSI Sumenep Teguhkan Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim Lewat Pembangunan Musala Ambruk, Kini Tinggal Pemasangan Keramik dari Hamba Allah

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Pembangunan musala yang sempat ambruk di Dusun Cekkor, Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, kini hampir rampung. Progres pembangunan telah mencapai tahap akhir dan tinggal pemasangan keramik berkat dukungan donasi dari para dermawan serta solidaritas Jurnalis Sumenep Independen (JSI) bersama masyarakat setempat.

Keterangan Foto: Pembangunan musala yang sempat ambruk di Dusun Cekkor, Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, kini hampir rampung. Progres pembangunan telah mencapai tahap akhir dan tinggal pemasangan keramik berkat dukungan donasi dari para dermawan serta solidaritas Jurnalis Sumenep Independen (JSI) bersama masyarakat setempat.

SUMENEP — Jurnalis Sumenep Independen (JSI) kembali menegaskan komitmennya menjalankan jurnalisme beradab melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengawal pembangunan musala yang sempat ambruk di Dusun Cekkor, Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, yang kini memasuki tahap akhir dan tinggal pemasangan keramik hasil donasi seorang Hamba Allah.

Pembangunan musala ini merupakan buah dari gerakan penggalangan dana yang dipelopori JSI, melibatkan berbagai elemen, mulai dari masyarakat, pemerintah, swasta, hingga para dermawan. Terbaru, JSI menerima bantuan 100 dus keramik dari seorang Hamba Allah yang menjadi bagian penting dalam penyelesaian bangunan ibadah tersebut.

Hingga Pertengahan Desember 2025, progres pembangunan musala telah mencapai sekitar 80 persen,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

JSI menargetkan pembangunan dapat segera dirampungkan agar musala kembali difungsikan oleh masyarakat sekitar.

Ketua JSI, Igusty Madani, menyampaikan bahwa keterlibatan JSI dalam pembangunan musala ini merupakan implementasi nyata dari prinsip Ihdinas Sirotol Mustaqim, yakni berjalan di jalan lurus dalam profesi jurnalistik dengan menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Atas: Kondisi Musala Al-Ikhlas di Manding sesaat setelah roboh. Bawah: Proses pembangunan kembali musala yang kini telah mencapai 20 persen.

“Jurnalisme tidak berhenti pada pemberitaan. Jurnalisme harus menghadirkan kebermanfaatan. Bantuan dari para donatur ini adalah amanah yang harus diwujudkan menjadi amal jariyah yang nyata,” ujar Igusty.

Ia menegaskan, dukungan dari berbagai pihak menjadi energi moral bagi seluruh anggota JSI untuk terus bergerak dalam kegiatan sosial yang berkelanjutan. Menurutnya, musala bukan hanya bangunan fisik, tetapi simbol kepedulian, kebersamaan, dan nilai spiritual yang harus dijaga.

Pengurus JSI, Ibnu Hajar, yang turut meninjau langsung proses pembangunan, menilai musala tersebut memiliki peran penting bagi kehidupan keagamaan masyarakat setempat. Oleh karena itu, pembangunan kembali musala ambruk ini memiliki nilai sosial dan spiritual yang tinggi.

“Musala ini sangat dibutuhkan warga. Dukungan dari para donatur adalah bukti bahwa kepedulian sosial masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat,” katanya.

Selain mengawal pembangunan musala, JSI juga dikenal konsisten menjalankan berbagai program sosial, seperti kegiatan bersih-bersih lingkungan, program Saku Berkah untuk warga dhuafa setiap pekan, santunan anak yatim, serta inisiatif pengadaan Ambulans Umat. Program-program tersebut dijalankan sebagai bentuk tanggung jawab moral jurnalis sebagai bagian dari masyarakat.

Komitmen tersebut juga ditegaskan dalam Rapat Kerja (Raker) JSI yang digelar di Kota Batu, Jawa Timur. Dalam forum tersebut, JSI meneguhkan prinsip jurnalisme beradab, profesional, dan mencerdaskan publik sebagai fondasi organisasi. Prinsip Ihdinas Sirotol Mustaqim diposisikan sebagai pedoman etik agar jurnalis hadir sebagai penyejuk sosial dan pelopor kebaikan.

Melalui pembangunan musala di Manding dan berbagai aksi sosial lainnya, JSI menegaskan bahwa jurnalis bukan sekadar pengamat peristiwa, melainkan bagian dari solusi sosial dan kemanusiaan. Jurnalisme, bagi JSI, adalah jalan pengabdian yang menuntut kejujuran, kepedulian, dan keberanian untuk berbuat nyata demi kemaslahatan masyarakat.

Penulis : Fadilah

Berita Terkait

Tak Hanya Santuni 1.000 Anak Yatim, Dhuafa, dan Disabilitas serta Gelontorkan Bantuan Ratusan Juta, BIP Tanggung Biaya Kontrakan 3 Tahun Ibu Yuliatin yang Baru Ditinggal Wafat Suami, Founder: Kami Akan All In untuk Anak Yatim
Perkuat Sinergi dengan Pemerintah, Pengurus Mabiran dan Kwarran Sangkapura Kabupaten Gresik Resmi Dilantik
40 Hari Tanpa Jeda Berbagi, Detikzone.id Kembali Bahagiakan Anak Yatim Sumenep di Bulan Muharram, Bukti Media yang Menjadikan Kemanusiaan sebagai Prioritas
Peradi Profesional Cetak Rekor MURI, Dr. Tasrif M. Saleh: Karya Anak Bangsa yang Diprakarsai Prof. Harris Arthur Haedar
Kepala Anak Kucing Tersangkut di Cor Beton, Aksi Heroik Tim Damkar Berhasil Selamatkan Si Meong
Kebaikan BIP Tak Mengenal Batas, Founder Salurkan Rp100 Juta untuk Yayasan Anak Yatim di Yogyakarta, Bon Ali: Doa Mereka Selalu Menyertai H. Ali Zainal Abidin dan Keluarganya
Cetak Santri Berkarakter dan Cinta NKRI, Ponpes Al-Islamiyah Pakondang Sumenep Gandeng Yonif TP 931/Ksatria Jokotole Gelar Kemah HIMMAH ke-51
Saat Banyak Pejabat Diam, Detikzone.id Istiqamah Berdakwah Lewat Aksi Kemanusiaan, Hari ke-39 Kembali Menyasar Kaum Dhuafa

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:43 WIB

Tak Hanya Santuni 1.000 Anak Yatim, Dhuafa, dan Disabilitas serta Gelontorkan Bantuan Ratusan Juta, BIP Tanggung Biaya Kontrakan 3 Tahun Ibu Yuliatin yang Baru Ditinggal Wafat Suami, Founder: Kami Akan All In untuk Anak Yatim

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:07 WIB

Perkuat Sinergi dengan Pemerintah, Pengurus Mabiran dan Kwarran Sangkapura Kabupaten Gresik Resmi Dilantik

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:13 WIB

Peradi Profesional Cetak Rekor MURI, Dr. Tasrif M. Saleh: Karya Anak Bangsa yang Diprakarsai Prof. Harris Arthur Haedar

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:11 WIB

Kepala Anak Kucing Tersangkut di Cor Beton, Aksi Heroik Tim Damkar Berhasil Selamatkan Si Meong

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:45 WIB

Kebaikan BIP Tak Mengenal Batas, Founder Salurkan Rp100 Juta untuk Yayasan Anak Yatim di Yogyakarta, Bon Ali: Doa Mereka Selalu Menyertai H. Ali Zainal Abidin dan Keluarganya

Berita Terbaru