BALIGE — Asrama Yayasan Tunas Bangsa (TB) Soposurung menggelar Perayaan Natal dengan penuh kekhidmatan dan sukacita pada Sabtu (20/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula Yayasan Tunas Bangsa Soposurung tersebut mengusung tema “Grandeur of Grace” atau Keagungan Anugerah, sebagai refleksi iman, kepedulian, dan pengharapan di tengah situasi pemulihan bencana.
Perayaan Natal ini dihadiri oleh jajaran pengurus Yayasan TB Soposurung, antara lain Ketua Yayasan Marudut Napitupulu, Ketua Dewan Pembina Luthfi Krida Silalahi, Ketua Dewan Pengawas Robert Nyo, Direktur Museum TB Silalahi Center Tito Nainggolan, unsur Forkopimda Kabupaten Toba, Kapolsek Balige AKP Libertius Siahaan, Danramil 17/Balige Kapten Inf. S. Samosir, Ketua Paryasop Eko Pardede, Kepala SMAN 2 Balige Ani Septiani Nadapdap, para tenaga pendidik, pengasuh, orang tua siswa, serta para siswa Yayasan Tunas Bangsa Soposurung.
Ketua Dewan Pembina Yayasan TB Soposurung, Luthfi Krida Silalahi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perayaan Natal tahun ini terasa berbeda karena berlangsung di tengah situasi pemulihan pascabencana alam di sejumlah wilayah. Ia menegaskan bahwa meski tanpa kemeriahan berlebih, makna Natal tetap harus dihayati sebagai ungkapan syukur atas kasih dan anugerah Tuhan.
“Sesungguhnya kurang tepat jika disebut perayaan, namun kita tetap bersyukur karena masih dapat mengikuti ibadah Natal dengan damai. Ini adalah anugerah Tuhan, dan Natal harus kita maknai sebagai ucapan syukur atas kelahiran Juru Selamat,” ujar Luthfi.
Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan para korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, Provinsi Aceh, hingga Sumatera Barat. Menurutnya, empati dan doa menjadi wujud nyata kasih di momen Natal.
Sebagai bentuk kepedulian, panitia Natal Yayasan TB Soposurung tahun ini meniadakan pesta kembang api dan petasan yang biasanya menjadi puncak perayaan. Dana yang semula dialokasikan untuk kegiatan tersebut dialihkan untuk membantu para korban bencana alam.
“Kami ingin Natal tidak berpusat pada kemewahan dan kemeriahan, melainkan pada empati dan kasih. Terima kasih kepada panitia yang telah berkomitmen untuk menyumbangkan dana tersebut bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” tambahnya.
Luthfi juga mengingatkan bahwa kondisi bencana yang terjadi belakangan ini menjadi refleksi akan rapuhnya kehidupan manusia. Ia mengajak seluruh keluarga besar Yayasan TB Soposurung untuk semakin memaknai hidup sebagai anugerah Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama.
Sejalan dengan tema Natal, Luthfi menekankan bahwa keagungan anugerah Allah nyata melalui kelahiran Kristus yang menghadirkan kasih, pengampunan, dan pengharapan. Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk lebih peduli terhadap lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab iman dalam menjaga masa depan generasi mendatang.
Sebagai rangkaian perayaan Natal, para siswa dan tim asrama telah melaksanakan aksi kebersihan di sepanjang Jalan Soposurung dan wilayah Kota Balige, serta kegiatan Christmas Carol yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Kepedulian dan semangat berbagi para siswa tersebut mendapat apresiasi tinggi dari para orang tua dan pengurus yayasan.
Sementara itu, Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghormatan atas terselenggaranya Perayaan Natal Yayasan TB Soposurung. Ia menyatakan kebanggaan Pemerintah Kabupaten Toba terhadap kontribusi yayasan dalam mencetak generasi muda yang berprestasi dan berkarakter.
“Pemkab Toba bangga dengan keberadaan Yayasan TB Soposurung. Anak didik dan para alumni Yasop telah mengharumkan nama Kabupaten Toba dan turut berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa,” ungkap Audi.
Ia juga mengajak para alumni untuk terus memberikan perhatian dan dukungan bagi Yayasan TB Soposurung, agar asrama ini tetap berkelanjutan dan mampu memberikan pendidikan terbaik bagi putra-putri Indonesia. Audi turut mengenang jasa almarhum TB Silalahi yang memiliki visi besar dalam membangun asrama sebagai sarana pembinaan generasi muda.
Menutup sambutannya, Audi berharap perayaan Natal ini semakin mempererat hubungan antara orang tua, alumni, yayasan, dan Pemerintah Kabupaten Toba.
“Selagi pelangi masih menghiasi angkasa, tetaplah kokoh Yayasan Tunas Bangsa untuk mencetak generasi penerus bangsa,” pungkasnya.
Dalam perayaan Natal tersebut, persembahan ibadah dan keuntungan bazar disalurkan untuk membantu korban bencana alam di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara. Selain itu, para orang tua siswa sebelumnya juga telah menggalang donasi yang berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp29.870.000 untuk disumbangkan kepada para korban bencana alam. (DNM)








