BOGOR, Detikzone.id – Rapat konsolidasi NGO Bersatu Kabupaten Bogor berubah menjadi momen perlawanan terbuka terhadap apa yang dinilai sebagai kegagalan sistemik Pemerintah Kabupaten Bogor dan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menegakkan keadilan dan integritas pemerintahan, Minggu (21/12/2025).
Dipimpin Rizwan Riswanto, Ketua NGO Bersatu Kabupaten Bogor, forum ini secara tegas mempertanyakan keberadaan negara di tengah maraknya persoalan daerah yang tak kunjung terselesaikan secara hukum. Berbagai laporan masyarakat, temuan lapangan, dan indikasi penyimpangan kebijakan dinilai mengendap tanpa kejelasan, memunculkan dugaan pembiaran yang disengaja oleh pihak berwenang.
“Jika hukum terus diam, maka rakyat berhak curiga. Jangan sampai APH hanya berani pada masyarakat kecil, namun kehilangan nyali ketika berhadapan dengan kekuasaan,” tegas Rizwan dengan nada keras.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
NGO Bersatu menilai Pemerintah Kabupaten Bogor telah gagal menjadikan transparansi dan akuntabilitas sebagai roh pemerintahan. Kritik publik justru diabaikan, dan sikap diam maupun penundaan kebijakan dianggap sebagai bentuk pemadaman suara rakyat.
Rapat konsolidasi juga menyoroti dugaan hubungan tidak sehat antara birokrasi dan lemahnya penegakan hukum, yang dinilai menciptakan zona nyaman bagi praktik penyimpangan anggaran dan kebijakan publik yang merugikan masyarakat luas.
Rizwan menegaskan bahwa konsolidasi ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan sinyal peringatan. NGO Bersatu siap mengeskalasi tekanan publik melalui laporan resmi, aksi terbuka, dan pengawasan independen jika pembiaran terus berlanjut.
“Kami tidak akan diam ketika hukum dijadikan pajangan dan keadilan hanya menjadi slogan,” ujarnya tegas.
Rapat ditutup dengan kesepakatan bahwa kesabaran publik memiliki batas. Ketika negara gagal hadir, masyarakat sipil akan mengambil peran lebih agresif untuk memastikan kekuasaan tidak berjalan tanpa kontrol. NGO Bersatu Kabupaten Bogor menegaskan akan mengawal ketat penggunaan APBD 2025 demi kepentingan rakyat.
Penulis : Rahman









