Dalih Layanan Konsultasi, RSUD Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo Belanja Handphone Rp23 Juta

Senin, 22 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, detikzone.id — Di tengah tingginya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, justru tercatat melakukan belanja handphone dengan nilai puluhan juta rupiah.

Berdasarkan data pada laman resmi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP, RSUD Waluyo Jati menganggarkan kegiatan belanja handphone penunjang layanan yang bersumber dari dana Belanja Layanan Umum Daerah (BLUD).

Pengadaan tersebut tercatat sebanyak 1 paket handphone dengan anggaran Rp23.150.000 untuk Tahun Anggaran 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan, dr. Hj. Yessy Rahmawati, menyampaikan bahwa pengadaan handphone tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan konsultasi internal di dalam ruangan rumah sakit.

“Saya masih menghubungi tim dan belum mendapatkan jawaban detail. Yang jelas, ada beberapa pengadaan handphone yang telah dibeli,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (22/12/2025).

Namun, saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait urgensi dan spesifikasi pengadaan tersebut, Direktur RSUD Waluyo Jati terkesan enggan memberikan penjelasan lebih rinci dan tidak merespons lanjutan pertanyaan wartawan.

Menanggapi hal itu, Ketua LSM Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo, H. Luthfi Hamid, menilai bahwa belanja handphone tidak memiliki hubungan langsung dengan peningkatan kualitas layanan konsultasi rumah sakit.
Menurutnya, kualitas layanan RSUD seharusnya lebih difokuskan pada investasi yang berdampak langsung kepada pasien, seperti pengadaan alat kesehatan, peningkatan sistem manajemen internal, serta penguatan sumber daya manusia (SDM).

“Peningkatan kualitas layanan konsultasi di RSUD sangat bergantung pada ketersediaan alat kesehatan yang memadai, dokter dan perawat yang profesional, serta sistem pelayanan yang baik. Bukan semata-mata dari tindakan individu membeli handphone,” tegasnya.

Ia berharap pengelolaan anggaran rumah sakit dapat lebih transparan dan berorientasi pada kebutuhan mendesak masyarakat, terutama dalam sektor pelayanan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan pasien.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Polresta Sumenep Bergerak, Dugaan Persetubuhan Anak Berujung Penahanan
Memutus Rantai Stunting dari Bangku Sekolah Saat Remaja Putri Probolinggo Komit Lawan Anemia
Puluhan Paket Sabu Nyaris 50 Gram Dibongkar Polsek Masalembu, Pria 44 Tahun Diamankan
Cegah Risiko Kebutaan, KOMATDA dan Dinkes Probolinggo Dorong Desa Alasnyiur Jadi Desa Sehat Mata
Tampilkan Transformasi Pelayanan dan Inovasi Kesehatan, RSUD Sumenep Masuk Enam Stan Terbaik MNV 2026, Dirut: Jadi Motivasi Tingkatkan Pelayanan Bismillah Melayani
Dinkes P2KB Sumenep Raih Peringkat Dua MNV 2026, Kadis: Penghargaan Ini Jadi Motivasi untuk Terus Berinovasi
Lagi-lagi Pelecehan Seksual Anak : Didampingi Yakuza Maneges, Oknum Marbot Masjid Diserahkan ke Polresta Sidoarjo
Motor Petani Raib dari Garasi, Polisi Sumenep Berhasil Amankan Pelaku

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:23 WIB

Polresta Sumenep Bergerak, Dugaan Persetubuhan Anak Berujung Penahanan

Rabu, 9 September 2026 - 09:21 WIB

Memutus Rantai Stunting dari Bangku Sekolah Saat Remaja Putri Probolinggo Komit Lawan Anemia

Senin, 7 September 2026 - 14:42 WIB

Puluhan Paket Sabu Nyaris 50 Gram Dibongkar Polsek Masalembu, Pria 44 Tahun Diamankan

Jumat, 4 September 2026 - 01:34 WIB

Cegah Risiko Kebutaan, KOMATDA dan Dinkes Probolinggo Dorong Desa Alasnyiur Jadi Desa Sehat Mata

Kamis, 3 September 2026 - 23:42 WIB

Tampilkan Transformasi Pelayanan dan Inovasi Kesehatan, RSUD Sumenep Masuk Enam Stan Terbaik MNV 2026, Dirut: Jadi Motivasi Tingkatkan Pelayanan Bismillah Melayani

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB