Sumenep Jaga Harmoni Sosial

Rabu, 24 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep — Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan kerukunan umat beragama, sebagai bagian penting dari pembangunan yang tidak hanya mencakup infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga aspek sosial dan spiritual masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, saat menghadiri Safari Kerukunan dan Pelatihan Early Warning System Konflik Berdimensi Agama di Aula Bappeda, Rabu (24/12/2025).

“Kami menyadari, Kabupaten Sumenep tanpa kerukunan, tidak ada rasa aman. Hal ini berdampak negatif terhadap pembangunan yang tidak bisa berjalan dengan baik,” ujar Wabup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wabup Imam menekankan bahwa di tengah perkembangan teknologi informasi, media sosial, dan arus globalisasi, masyarakat menghadapi dinamika kompleks, seperti kesalahpahaman, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta potensi konflik berlatar agama.

Ia meyakini, konflik yang muncul bukan semata-mata masalah agama, melainkan konflik sosial yang kemudian diberi label agama.

“Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan harus komprehensif, melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, hingga generasi muda,” jelasnya.

Wabup juga menekankan pentingnya memperkuat jejaring dan kolaborasi antarumat beragama, antarwilayah, dan antarlembaga. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi secara dini potensi konflik, sehingga penanganannya dapat dilakukan sebelum masalah berkembang menjadi konflik serius.

“Kami minta semua elemen di daerah menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sebagai sumber perpecahan, demi membangun Kabupaten Sumenep,” tegas Wabup.

Ia berharap kegiatan ini memberikan manfaat besar dan berkelanjutan bagi masyarakat, serta menjadi kontribusi nyata dalam menjaga kedamaian dan persatuan di Kabupaten Sumenep.

“Safari kerukunan bukan sekadar ajang silaturahmi antarumat beragama, tetapi merupakan sarana dialog, komunikasi, dan penguatan nilai-nilai toleransi, saling menghormati, serta kebersamaan di tengah perbedaan,” pungkasnya.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Patungan Beli Sabu Jadi Petaka, Dua Pria Diciduk Satresnarkoba Polresta Sumenep
Raisul Kawim Dikabarkan Akan Dipilih sebagai Ketua Paguyuban Sekdis Sumenep
Dorong Literasi Sejak Dini, Pemkot Kediri Sosialisasikan Banpem Sarana Menulis bagi Siswa SD
Lapas Kendal Teguhkan Komitmen Kinerja, Seluruh Pejabat Struktural Tandatangani Perjanjian Kinerja 2026
ANALISIS MENYELURUH: KASUS EVA STEVANY RATABA DAN KELEMAHAN SISTEMIK DATA BANSOS
Pergi Mengamen, Tungku Lupa Dimatikan: Rumah dan Dua Bangunan di Paduraksa Pemalang Dilalap Api
Dampak Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau, BPBD Pemalang Imbau Warga Gunakan Masker Saat Aktifitas di Luar Ruangan
Keren! Siswa SMPN 1 Petarukan Sabet Medali Perak Kejurda POPDA JATENG

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 22:01 WIB

Patungan Beli Sabu Jadi Petaka, Dua Pria Diciduk Satresnarkoba Polresta Sumenep

Sabtu, 12 September 2026 - 17:02 WIB

Raisul Kawim Dikabarkan Akan Dipilih sebagai Ketua Paguyuban Sekdis Sumenep

Kamis, 10 September 2026 - 23:33 WIB

Dorong Literasi Sejak Dini, Pemkot Kediri Sosialisasikan Banpem Sarana Menulis bagi Siswa SD

Kamis, 10 September 2026 - 13:42 WIB

Lapas Kendal Teguhkan Komitmen Kinerja, Seluruh Pejabat Struktural Tandatangani Perjanjian Kinerja 2026

Rabu, 9 September 2026 - 12:08 WIB

ANALISIS MENYELURUH: KASUS EVA STEVANY RATABA DAN KELEMAHAN SISTEMIK DATA BANSOS

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB