SUMENEP — Harapan yang sempat redup akhirnya kembali menyala. Yan Surah (40), warga Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, pasien stroke yang sempat mengalami kondisi kritis, akhirnya diperbolehkan pulang setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif di RSUD Sumenep.
Kepulangan Yan Surah pada Senin (29/12/2025) menjadi momen haru bagi keluarga sekaligus bukti nyata bahwa RSUD Sumenep tetap menjadi rujukan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.
Keluarga pasien bahkan sempat tidak percaya dengan perkembangan kesehatan Yan Surah. Pasalnya, penyakit yang sebelumnya membuatnya kesulitan bergerak, kini dinyatakan membaik secara signifikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Yan Surah tidak hanya pulih secara medis, tetapi juga sudah mampu berjalan kembali, sebuah kemajuan yang sebelumnya tak pernah mereka bayangkan.
Kesembuhan tersebut tidak datang secara instan, melainkan melalui penanganan medis yang terukur, profesional, dan penuh empati.
Berdasarkan hasil pemeriksaan CT Scann kemarin, pasien didiagnosis suspect meningitis, dengan dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) dr. Win, Sp.S.
Pasien menyebut, sang dokter Bismillah Melayani. Sebuah ungkapan sederhana yang mencerminkan rasa percaya dan harapan besar kepada tim medis RSUD Sumenep.
Kini, Kondisi Yan Surah sudah stabil. Pasien tidak lagi gelisah, telah tenang, dan menunjukkan perbaikan signifikan pada fungsi saraf. Padahal sebelumnya, ia tidak mengalami stroke di bagian tubuh sebelah kiri, tetapi juga kegelisahan berat pada malam hari.
Dalam kondisi tersebut, pasien bahkan sempat berusaha mencabut infus saat seluruh anggota keluarga tertidur, sebuah fase kritis yang membutuhkan pengawasan dan penanganan ekstra.
Suami pasien, Sahid, menceritakan bahwa sebelum dirawat di RSUD Sumenep, istrinya sempat beberapa kali menjalani perawatan di fasilitas kesehatan lain. Namun, tidak ada perkembangan berarti hingga akhirnya pasien dibawa pulang ke rumah.
“Waktu penyakitnya kambuh lagi, saya langsung minta dibawa ke RSUD Sumenep. Alhamdulillah, itu keputusan terbaik dalam hidup saya,” ungkap Sahid.
Ia mengaku terkejut sekaligus terharu melihat pelayanan yang diberikan RSUD Sumenep. Sejak pertama kali masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga dirawat di ruang inap, istrinya diperlakukan dengan penuh perhatian dan empati, layaknya keluarga sendiri.
“Saya benar-benar tidak menyangka. Pelayanan RSUD Sumenep sangat memuaskan. Perawat, dokter, semuanya ramah dan sigap. Istri saya diperlakukan seperti keluarga,” ujarnya.
Sahid juga menyampaikan rasa syukur mendalam atas kesembuhan istrinya.
Meski sudah diperbolehkan pulang, dokter tetap menganjurkan rawat jalan untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
“Ya Allah, saya tidak menyangka istri saya bisa sembuh seperti ini. Kami sangat berterima kasih. RSUD Sumenep luar biasa,” katanya.
Keberhasilan penanganan ini tidak lepas dari kepemimpinan Direktur RSUD Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes, yang konsisten menanamkan budaya pelayanan prima, profesionalisme, dan pendekatan humanis kepada seluruh tenaga kesehatan.
Di bawah kepemimpinannya, RSUD Sumenep terus berbenah, tidak hanya dari sisi fasilitas dan kompetensi medis, tetapi juga dari nilai kemanusiaan dalam melayani pasien.
Pelayanan prima RSUD Sumenep sebelumnya juga mendapat apresiasi dari keluarga pasien yatim asal Kecamatan Pasongsongan. Seorang pasien bernama Bagas, yang menderita Demam Berdarah Dengue (DBD), berhasil ditangani dengan pelayanan ekstra hingga akhirnya dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.
Berbagai kisah kesembuhan ini menjadi potret nyata bahwa RSUD Sumenep tidak hanya hadir sebagai fasilitas kesehatan, tetapi juga sebagai rumah harapan bagi masyarakat. Di tempat inilah, sains medis berpadu dengan empati, dan pelayanan kesehatan tidak sekadar menyembuhkan penyakit, tetapi juga memulihkan kepercayaan serta harapan hidup.
RSUD Sumenep kembali membuktikan diri bahwa tetap berdiri sebagai rumah sakit kebanggaan masyarakat, yang terbaik dalam pelayanan, dan terdepan dalam kemanusiaan.
Penulis : Redaksi








