SUMENEP – Aktivis Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM), Andriyadi, mengecam keras dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep yang berlangsung sejak 2025 hingga 12 Januari 2026.
Program nasional strategis yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu dinilai tidak sepenuhnya dijalankan sesuai tujuan awal. Padahal, MBG merupakan salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak sekolah.
Andriyadi mengungkapkan, berdasarkan laporan masyarakat yang diterima lembaganya, terdapat indikasi kuat bahwa program MBG diduga dimanfaatkan oleh oknum pengelola dapur untuk meraup keuntungan berlebih. Dampaknya, kualitas dan porsi makanan yang diterima para siswa dinilai jauh dari standar gizi yang seharusnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program ini seharusnya menjadi solusi peningkatan gizi anak-anak sekolah, bukan justru berubah menjadi ladang bisnis yang mengorbankan hak siswa,” tegas Andriyadi kepada media ini, Selasa (13/1/2026).
Ia mencontohkan, menu MBG yang diterima siswa di Kecamatan Batang-batang hanya berupa mie, satu potong tahu, satu buah mentimun, satu buah jeruk, setengah tomat, serta satu agar-agar berbentuk matahari. Menu tersebut dinilai sangat tidak sebanding dengan anggaran yang telah dialokasikan negara untuk setiap siswa.
“Baik dari sisi porsi maupun kandungan gizi, ini jelas tidak memenuhi standar. Sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Menurut Andriyadi, lemahnya pengawasan menjadi salah satu faktor utama terjadinya persoalan tersebut. Bahkan, ia menduga adanya unsur kesengajaan dalam pengurangan porsi dan kualitas makanan.
“Masih kami telusuri, apakah ini murni akibat lemahnya pengawasan atau memang ada unsur kesengajaan untuk memangkas anggaran makanan,” tandasnya.
Ia menegaskan, pengawasan dari pihak terkait harus diperketat dan dilakukan secara menyeluruh agar program MBG tidak terus disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Jangan sembarangan. Ini program Bapak Presiden. Bukan untuk memperkaya dapur, tapi untuk menyelamatkan masa depan anak bangsa,” ucapnya.
Pria yang akrab disapa Andre itu menegaskan, ALARM akan terus mengawal pelaksanaan MBG, khususnya di wilayah Madura dan Kabupaten Sumenep. Bahkan, pihaknya tidak menutup kemungkinan menempuh langkah yang lebih serius.
“Jika dugaan penyimpangan ini terus berulang dan tidak ada tindakan tegas, kami akan melayangkan surat resmi kepada Presiden agar program ini dihentikan sementara,” tegas Andre.
Ia menambahkan, langkah tersebut bukan bentuk penolakan terhadap MBG, melainkan wujud kepedulian agar program tersebut benar-benar berjalan sesuai tujuan mulia yang dicanangkan pemerintah pusat.
“Program ini terlalu mulia jika harus dirusak oleh kepentingan segelintir orang,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi, turut menyoroti pelaksanaan program MBG di daerahnya. Ia meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Sumenep untuk terus meningkatkan kualitas menu dan kandungan gizi makanan.
Indra mengakui, sejak awal pelaksanaan MBG, masih ditemukan sejumlah dapur yang kualitas menunya belum optimal dan perlu segera dievaluasi.
“Ini harus menjadi evaluasi bersama. Kalau kemarin ada yang kualitasnya kurang baik, ke depan harus lebih baik lagi,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).
Menurutnya, perbaikan tidak hanya menyangkut porsi, tetapi juga kandungan gizi yang benar-benar dibutuhkan anak-anak sekolah. Ia juga mengingatkan para pengelola dapur agar tidak semata-mata berorientasi pada besaran anggaran.
“MBG ini sudah ada anggarannya. Jangan hanya melihat kecilnya anggaran, tetapi jadikan ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Indra menilai, program MBG memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi dan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, serta integritas moral.
“Ingat, makanan yang kita masak untuk anak-anak sekolah itu insyaallah menjadi doa,” tuturnya.
Ia berharap, dengan peningkatan kualitas dan pengawasan ketat, program MBG benar-benar dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi muda serta membawa keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Sumenep secara luas.
Penulis : Redaksi







