Proyek Cold Storage Senilai Rp 401 Juta di Probolinggo Jadi Barang Pajangan Tak Berguna

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, Detikzone.id
Pengadaan cold storage portable senilai Rp 401.250.000 yang dibeli oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemprov Jawa Timur hingga kini masih tersimpan rapi di gudang Instalasi Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Meski sudah dibeli melalui mekanisme e-purchasing pada Desember 2025, cold storage berkapasitas 5 ton ini tidak dioperasionalkan.

Dugaan penyebab mangkraknya fasilitas ini adalah tingginya biaya instalasi listrik, yang mencapai puluhan juta rupiah, serta minimnya permintaan dari masyarakat nelayan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Spesifikasi cold storage yang mangkrak ini terbilang lengkap dan mahal. Dimensi keseluruhannya mencapai Panjang 4,37 meter x Lebar 2,44 meter x Tinggi 2,72 meter. Komponen pendingin terdiri dari tipe 21CS-3/14, kondenser FDAC 0300.501, dan evaporator FEME 0280.302, sementara jaringan listrik menggunakan 3PH/380V/50Hz.

Meski fasilitas ini jelas dapat meningkatkan efisiensi penyimpanan hasil tangkapan nelayan, Kepala Unit PPP Mayangan Probolinggo, Bekti, enggan memberikan tanggapan.

Pesan konfirmasi yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp hingga berita ini dipublikasikan tidak dijawab.

Pengamat infrastruktur dan anggaran publik menilai, cold storage yang mangkrak senilai ratusan juta rupiah adalah bentuk pemborosan anggaran yang nyata.

“Alat sudah dibeli mahal-mahal, tapi tidak difungsikan. Ini jelas membebani APBD dan merugikan nelayan yang seharusnya diuntungkan,” ujar seorang analis pemerintahan daerah yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Publik kini menuntut DKP Pemprov Jatim dan pengelola PPP Paiton untuk memberikan penjelasan, mulai dari alasan cold storage tidak dioperasionalkan hingga rencana pemanfaatannya ke depan.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar, apakah cold storage Rp 401 juta ini benar-benar untuk kepentingan masyarakat nelayan, atau justru menjadi simbol pemborosan anggaran yang disimpan di gudang tanpa fungsi nyata.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Owner CV Ayunda H. Bambang Budianto Ucapkan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Dukung Kejaksaan yang Berkeadilan dan Modern
DBHCHT Jadi Penopang Layanan Kesehatan, Pemkab Situbondo Gelontorkan Rp26,24 Miliar untuk Jaminan Kesehatan dan Kader Posyandu
Pemkab Situbondo Pastikan Dana DBHCHT Tepat Sasaran, Buruh Tani dan Buruh Rokok Jadi Fokus
Sambut HUT RI Ke-81, Semangat Gotong Royong Warga RW 05 Dander Ketami Kobarkan Nasionalisme Lewat Kerja Bakti
Bupati Sumenep Pasang Alarm Integritas, Kepala Inspektorat Baru Diminta Perketat Pengawasan dan Cegah Penyimpangan
Dobrak Layanan Digital, Pemkot Probolinggo Luncurkan Super App B Link dan Gelar PPID Awards 2026
Dari Pulau Gelap Menuju Pulau Terang, Perjuangan Listrik PLN di Masalembu Sumenep Memasuki Fase Penentu
Brigjen Pol Muhammad Irhamni Ajak Aparat Penegak Hukum Perkuat Kolaborasi Berantas Kejahatan Lingkungan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 17:39 WIB

Owner CV Ayunda H. Bambang Budianto Ucapkan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Dukung Kejaksaan yang Berkeadilan dan Modern

Senin, 20 Juli 2026 - 16:21 WIB

Pemkab Situbondo Pastikan Dana DBHCHT Tepat Sasaran, Buruh Tani dan Buruh Rokok Jadi Fokus

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:31 WIB

Sambut HUT RI Ke-81, Semangat Gotong Royong Warga RW 05 Dander Ketami Kobarkan Nasionalisme Lewat Kerja Bakti

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:23 WIB

Bupati Sumenep Pasang Alarm Integritas, Kepala Inspektorat Baru Diminta Perketat Pengawasan dan Cegah Penyimpangan

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:04 WIB

Dobrak Layanan Digital, Pemkot Probolinggo Luncurkan Super App B Link dan Gelar PPID Awards 2026

Berita Terbaru