PROBOLINGGO, Detikzone.id –
Pengadaan cold storage portable senilai Rp 401.250.000 yang dibeli oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemprov Jawa Timur hingga kini masih tersimpan rapi di gudang Instalasi Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Paiton, Kabupaten Probolinggo.
Meski sudah dibeli melalui mekanisme e-purchasing pada Desember 2025, cold storage berkapasitas 5 ton ini tidak dioperasionalkan.
Dugaan penyebab mangkraknya fasilitas ini adalah tingginya biaya instalasi listrik, yang mencapai puluhan juta rupiah, serta minimnya permintaan dari masyarakat nelayan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Spesifikasi cold storage yang mangkrak ini terbilang lengkap dan mahal. Dimensi keseluruhannya mencapai Panjang 4,37 meter x Lebar 2,44 meter x Tinggi 2,72 meter. Komponen pendingin terdiri dari tipe 21CS-3/14, kondenser FDAC 0300.501, dan evaporator FEME 0280.302, sementara jaringan listrik menggunakan 3PH/380V/50Hz.
Meski fasilitas ini jelas dapat meningkatkan efisiensi penyimpanan hasil tangkapan nelayan, Kepala Unit PPP Mayangan Probolinggo, Bekti, enggan memberikan tanggapan.
Pesan konfirmasi yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp hingga berita ini dipublikasikan tidak dijawab.
Pengamat infrastruktur dan anggaran publik menilai, cold storage yang mangkrak senilai ratusan juta rupiah adalah bentuk pemborosan anggaran yang nyata.
“Alat sudah dibeli mahal-mahal, tapi tidak difungsikan. Ini jelas membebani APBD dan merugikan nelayan yang seharusnya diuntungkan,” ujar seorang analis pemerintahan daerah yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Publik kini menuntut DKP Pemprov Jatim dan pengelola PPP Paiton untuk memberikan penjelasan, mulai dari alasan cold storage tidak dioperasionalkan hingga rencana pemanfaatannya ke depan.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar, apakah cold storage Rp 401 juta ini benar-benar untuk kepentingan masyarakat nelayan, atau justru menjadi simbol pemborosan anggaran yang disimpan di gudang tanpa fungsi nyata.
Penulis : Moch Solihin







