SUMENEP – Senin, 19 Januari 2026 – Publik kini menaruh harapan besar pada Kadisbudporapar Faruk Hanafi, yang baru dilantik, dan Sekdis Raisul Kawim, yang tetap tegak di kursinya sebagai Sekretaris Dinas.
Pasangan birokrat ini diharapkan mampu menjadi penggerak utama sektor strategis Sumenep, yakni pariwisata, olahraga, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD), bidang Pariwisata.
Namun, jalan mereka tidak mudah. Anggaran terbatas, destinasi wisata yang butuh penguatan, dan ekspektasi masyarakat yang tinggi menjadi ujian nyata bagi kepemimpinan mereka.
Faruk Hanafi menggantikan Moh. Iksan di Disbudporapar, sementara Raisuk Kawim tetap memegang kendali sebagai Sekdis, membawa stabilitas birokrasi dan pengalaman manajerial yang diharapkan publik dapat mendukung akselerasi program kerja.
Raisul Kawim, yang dijuluki “Owner Manajemen Lovely”, dipandang sebagai figur yang bisa menghadirkan ide ide brilian.
Seperti diketahui, data pariwisata Sumenep sepanjang 2025 mencatat tren positif: 1,91 juta wisatawan datang, sementara PAD pariwisata menembus Rp1,5 miliar.

Kontribusi terbesar datang dari Pantai Lombang, Pantai Slopeng, dan Museum Keraton Sumenep, ditambah destinasi unggulan seperti Gili Labak, Gili Iyang, Bukit Tawaf, dan Pantai Sembilan yang tetap menarik pengunjung.
Memasuki 2026, target ambisius 2 juta wisatawan dipasang, dengan 110 Kalender Event disiapkan sepanjang tahun.
Tantangan makin berat karena anggaran Disbudporapar menyusut tajam, dari Rp25,9 miliar di 2025 menjadi Rp16,8 miliar.
Kondisi ini menuntut kepemimpinan yang inovatif, adaptif, dan mampu memaksimalkan kolaborasi internal agar PAD dan prestasi olahraga bisa terdorong lebih tinggi.
Pengamat kebijakan publik, Farid Hasan, menilai kombinasi kepemimpinan Faruk Hanafi dan Raisul Kawim adalah kunci sukses.
“Kalau mereka bisa bersinergi, sektor pariwisata dan olahraga Sumenep akan lebih kencang, dan manfaatnya niscaya langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Duo birokrat ini diharapkan dapat mengubah tantangan menjadi peluang.
Bisakah Faruk Hanafi, dibantu Raisul Kawim yang tetap memegang kendali sebagai Sekdis, mendorong PAD Sumenep di tengah tekanan anggaran dan ekspektasi tinggi masyarakat?
Kini, tanggung jawab besar ada di pundak mereka, untuk membuktikan bahwa birokrasi modern bisa menghasilkan prestasi nyata.
Pelantikan Kadisbudporapar Sumenep Faruk Hanafi dan keberadaan Sekdis Raisul Kawim di kursinya menjadi momentum penting bagi penguatan birokrasi dan pengelolaan sektor strategis Sumenep. Publik berharap kepemimpinan keduanya mampu meningkatkan PAD, mengoptimalkan pariwisata, dan memperkuat prestasi olahraga secara profesional dan berkelanjutan.
Penulis : Redaksi







