Bagaimana Sekda Sumenep ?

Minggu, 25 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ainur Syarmilo

Saya tak perlu menyebut nama siapa yang ideal menjabat Sekda Sumenep. Langkah itu bisa dianggap mencampuri urusan Bupati Sumenep yang memiliki hak prerogatif, meskipun dalam prosesnya tetap ada tahapan formal yang harus dilalui melalui KASN dan Gubernur.

Dalam konteks seleksi Calon Sekda Sumenep, nuansa dukung-mendukung terasa cukup kuat. Di antara para calon, tampak ada pendukung—kalau tak mau disebut tim hore. Hal itu terlihat dari sikap reaktif sebagian pihak ketika melihat gambar figur calon Sekda beredar di grup WhatsApp.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indikator lain juga terbaca dari upaya mengungkit-ungkit bantuan kepada seseorang yang dinilai tidak mendukung calon tertentu. Pola semacam ini bukan hal baru dalam setiap momentum suksesi.

Ada pula yang mempersoalkan Surat Edaran (SE) MenPAN-RB Nomor 10 Tahun 2023 yang dinilai bertabrakan dengan Perbup Sumenep Nomor 61 Tahun 2021, yang membatasi usia maksimal 56 tahun bagi peserta seleksi JPT (Jabatan Pimpinan Tinggi) Pratama.

Saya tidak ingin larut dalam perdebatan hukum tersebut. Sebab, ada dua kubu dengan argumennya masing-masing.

Pertama, kelompok yang berpendapat secara hierarkis Perbup berada di atas SE.

Kedua, kelompok yang menilai jabatan Sekda termasuk JPT Pratama. Usia maksimal pelantikan Sekda adalah 58 tahun, sepanjang yang bersangkutan sudah menduduki jabatan Kepala Dinas (JPT Pratama). Artinya, seseorang masih bisa menjadi Sekda kabupaten/kota meskipun berusia 58 tahun karena level jabatannya setara. Kelompok kedua ini merujuk pada PP Nomor 17 Tahun 2020 (Perubahan atas PP Nomor 11 Tahun 2017), khususnya Pasal 131.

Bagi saya, perbedaan pandangan tersebut adalah fenomena yang lumrah menjelang suksesi—baik suksesi politik maupun suksesi Sekda Sumenep.

Yang perlu digarisbawahi dari dinamika ini adalah kondisi riil birokrasi Sumenep. Menurut saya, birokrasi Sumenep memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan birokrasi di daerah lain.

Saya tak perlu menjelaskan secara rinci apa dan bagaimana ciri khas itu. Biarlah pembaca merasakannya sendiri. Bagaimana kultur Sumenep yang kental dengan warisan budaya keraton ikut memengaruhi watak birokrasi.

Singkatnya, Sekda Sumenep bukan sekadar urusan administratif. Ia adalah urat nadi birokrasi—jantung para birokrat.

Jika merujuk pada dunia kesehatan, jantung yang sehat adalah jantung yang bekerja tenang, tanpa dipaksa menanggung beban.

Ibarat mesin mobil, jantung yang sehat adalah mesin yang suaranya halus, tidak mudah panas saat digas, dan aliran bensinnya—seperti darah—mengalir lancar ke seluruh bagian.

Dalam konteks agama, jika jantung ditamsilkan sebagai hati, maka hati yang bagus bukanlah hati yang tak pernah terluka, melainkan hati yang tidak menularkan luka.

Salam

Berita Terkait

Jelang Laga Arema vs Persebaya, GEN Malang Raya Dorong Dialog Publik Demi Keamanan dan Kemanusiaan
KKKS Kecamatan Pasongsongan Sumenep Gelar Pertemuan di SDI Al Gufron Lebeng Timur
Halal Bihalal GPAI dan K3S Kecamatan Tambak Dirangkai Paripurna Guru 2026, Perkuat Sinergi Pendidikan
Keluarga Besar Brian Praneda Gelar Halal Bihalal di Jakarta, Teguhkan Nilai Silaturahmi dan Soliditas Keluarga
Madura Bersatu! Ribuan Petani dan Ulama Sambut Haji HER dengan Doa di Blumbungan Pamekasan
Kediaman Haji HER di Pamekasan Jadi Lautan Manusia, Ribuan Petani, Ulama dan Rakyat Madura Tumpah Ruah Beri Dukungan Perjuangan
Konferensi MWC NU Pasongsongan Sumenep 2026: Perkuat Sinergi dan Tata Kelola Organisasi di Era Digital
Anniversary 1st RHPC Sumenep Siap Guncang Lapangan Paberasan dengan New Karisma

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 22:58 WIB

Jelang Laga Arema vs Persebaya, GEN Malang Raya Dorong Dialog Publik Demi Keamanan dan Kemanusiaan

Selasa, 14 April 2026 - 13:43 WIB

KKKS Kecamatan Pasongsongan Sumenep Gelar Pertemuan di SDI Al Gufron Lebeng Timur

Senin, 13 April 2026 - 11:15 WIB

Halal Bihalal GPAI dan K3S Kecamatan Tambak Dirangkai Paripurna Guru 2026, Perkuat Sinergi Pendidikan

Minggu, 12 April 2026 - 22:12 WIB

Keluarga Besar Brian Praneda Gelar Halal Bihalal di Jakarta, Teguhkan Nilai Silaturahmi dan Soliditas Keluarga

Minggu, 12 April 2026 - 18:23 WIB

Madura Bersatu! Ribuan Petani dan Ulama Sambut Haji HER dengan Doa di Blumbungan Pamekasan

Berita Terbaru

Haji Khairul Umam (Haji Her) Pamekasan saat menghadiri undangan silaturahmi Presiden Prabowo Subianto bersama para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta.

EKONOMI

Pemeriksaan KPK Warnai Upaya Realisasi KEK Tembakau Madura

Rabu, 15 Apr 2026 - 22:50 WIB