SUMENEP – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XLVI Kodim 0827/Sumenep memilih cara sederhana namun bermakna: berbagi harapan lewat aksi donor darah. Kegiatan kemanusiaan ini digelar di Aula Makodim 0827/Sumenep, Jumat (30/01/2026).
Tak sekadar seremoni, kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi lintas elemen. Komandan Kodim 0827/Sumenep Letkol Arm Bendi Wibisono, SE, M.Han, bersama Ketua Persit KCK Cabang XLVI Tiara Bendi Wibisono, hadir langsung mendukung jalannya aksi sosial yang melibatkan Persit, prajurit TNI, Polres Sumenep, Bhayangkari, Pepabri, Pramuka Saka Wira Kartika, PMI Sumenep, hingga masyarakat umum.
Donor darah ini ditujukan untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah yang kerap menjadi kebutuhan mendesak dalam layanan kesehatan, terutama bagi pasien dalam kondisi darurat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Letkol Arm Bendi Wibisono menegaskan bahwa setetes darah yang disumbangkan bukan sekadar cairan medis, melainkan simbol kepedulian dan solidaritas sosial.
“Setetes darah sangat berarti bagi keselamatan dan kesehatan warga yang membutuhkan. Ini adalah bentuk nyata kepedulian Persit dan keluarga besar TNI AD terhadap kemanusiaan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa persoalan kemanusiaan hanya bisa dihadapi melalui kebersamaan dan kerja lintas sektor.
“Kemanusiaan adalah tanggung jawab bersama. Ketika TNI, Polri, organisasi masyarakat, dan warga bersatu, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Di usia ke-80, Persit KCK diharapkan terus konsisten hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai organisasi pendamping prajurit, tetapi juga sebagai penggerak kepedulian sosial.
Sementara itu, Windy, salah satu peserta donor darah dari masyarakat, mengaku rutin mengikuti kegiatan serupa karena ingin memberi manfaat bagi sesama.
“Donor darah itu penting untuk menyelamatkan nyawa orang lain dan juga menyehatkan diri. Harapannya, kita bisa terus menjadi manusia yang bermanfaat,” tuturnya.
Aksi sederhana ini menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai tantangan sosial, kepedulian masih hidup—mengalir pelan, namun penuh makna, dari satu kantong darah ke harapan banyak orang.
Penulis : Redaksi







