SUMENEP – Musola Al-Ikhlas di Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, pernah runtuh, menyisakan dinding patah dan harapan yang nyaris padam. Namun dari puing-puing itulah, Jurnalis Sumenep Independen (JSI) bersama para donatur memilih hadir tidak sekadar menulis berita, tetapi membangunnya kembali.
Hingga Jumat (30/01/2026), pembangunan Musola Al-Ikhlas telah mencapai 96 persen. Walaupun belum sepenuhnya selesai, musola ini sudah kembali aktif, menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan spiritual warga dusun setempat.
Ibnu Hajar, warga desa yang juga anggota JSI, menyampaikan terima kasih kepada donatur dan seluruh pihak yang terlibat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, musola kami kini hidup kembali. Ini bukan hanya bangunan, tapi pusat kebersamaan dan kegiatan keagamaan warga,” ujarnya.
Ketua JSI, Igusty Madani, menegaskan bahwa proyek ini adalah gerakan nurani, bukan sekadar pencitraan.
“Musola ini adalah amanah. Setiap rupiah dari donatur harus menjadi amal jariyah, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Musola Al-Ikhlas dirancang lebih dari sekadar tempat ibadah, bangunan ini juga difungsikan sebagai ruang pembinaan moral, pendidikan keagamaan, dan penguat ukhuwah warga.
Di wilayah pesisir, Desa Jadung, Kecamatan Dungkek, semangat serupa diwujudkan oleh Pimred Detikzone sekaligus Ketua JSI, yang menghibahkan tanah dan membangun musola untuk memenuhi kebutuhan warga setempat.
Selain pembangunan musola, JSI juga menginisiasi Ambulans Umat, layanan kemanusiaan yang siap melayani pengantaran warga sakit, rujukan medis, hingga jenazah tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun sosial.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa jurnalisme yang berpihak pada kemanusiaan bisa bergerak tanpa pamrih.
JSI juga rutin menggelar aksi bersih-bersih sampah di lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kualitas hidup warga.
Bagi JSI, menjaga kebersihan lingkungan adalah bagian dari menjaga martabat manusia, karena lingkungan yang sehat adalah fondasi kehidupan berkelanjutan.
Melalui pembangunan musola, layanan Ambulans Umat, dan aksi bersih-bersih lingkungan, JSI menegaskan bahwa jurnalisme bukan sekadar profesi, melainkan jalan pengabdian. Ketika kata-kata tidak lagi cukup, kerja nyata menjadi bahasa paling jujur dan bermakna.
Kini, Musola Al-Ikhlas telah menjadi pusat kegiatan keagamaan dusun, tempat warga kembali menunaikan ibadah, belajar, dan mempererat kebersamaan. Dari puing runtuhan, JSI dan donatur membuktikan bahwa jurnalisme bisa menjadi amal jariyah yang manfaatnya dirasakan hingga generasi mendatang.
Penulis : Redaksi








