Achmad Dzulkarnaen Dijagokan Masuk 3 Besar, Berpotensi Kuat Jadi Sekda Sumenep

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Delapan pejabat eselon II Pemerintah Kabupaten Sumenep yang dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) dalam seleksi administrasi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep 2026. Mereka akan melanjutkan ke tahapan seleksi kompetensi dan asesmen sebagai bagian dari proses penjaringan birokrat terbaik secara transparan dan profesional.

Delapan pejabat eselon II Pemerintah Kabupaten Sumenep yang dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) dalam seleksi administrasi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep 2026. Mereka akan melanjutkan ke tahapan seleksi kompetensi dan asesmen sebagai bagian dari proses penjaringan birokrat terbaik secara transparan dan profesional.

SUMENEP – Proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep tahun 2026 memasuki fase krusial. Dari 11 pendaftar, delapan pejabat dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak melaju ke tahapan berikutnya. Di antara delapan nama tersebut, peta persaingan mulai terbaca.

Sejumlah pengamat menjagokan Achmad Dzulkarnaen masuk tiga besar, bahkan disebut sebagai kandidat paling potensial untuk terpilih sebagai Sekda Sumenep.

Pengumuman resmi tersebut disampaikan melalui laman BKPSDM Kabupaten Sumenep pada Selasa, 13 Februari 2026. Kepala BKPSDM Sumenep, Benny Irawan, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara transparan, profesional, dan sesuai ketentuan perundang-undangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebanyak delapan pelamar dinyatakan memenuhi syarat dan tiga lainnya tidak memenuhi syarat karena kelengkapan berkas. Keputusan panitia seleksi bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat,” tegasnya.

Delapan nama yang lolos seleksi administrasi berasal dari latar belakang OPD strategis dengan karakter dan kekuatan masing-masing.

Eri Susanto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), dikenal sebagai birokrat teknis yang matang.

Pengalamannya mengelola infrastruktur daerah membuatnya kuat dalam perencanaan fisik dan tata kelola pembangunan. Namun, tantangan sosial-politik yang kompleks menjadi ujian tersendiri bila kelak dipercaya sebagai Sekda.

Arif Firmanto, Kepala Bappeda Sumenep, merupakan figur teknokrat perencana. Ia dinilai memahami arah pembangunan jangka panjang daerah, penganggaran, serta sinkronisasi program lintas OPD. Keunggulannya terletak pada penguasaan data dan kebijakan makro, meski dinilai relatif minim bersentuhan langsung dengan dinamika sosial masyarakat.

Chainur Rasyid, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, disebut memiliki kemampuan koordinasi lintas sektor yang cukup solid. Rekam jejaknya di sektor pangan dan pertanian menjadikannya dekat dengan isu strategis ketahanan daerah, terutama di wilayah kepulauan. Ia dipandang sebagai figur manajerial yang tenang dan sistematis.

Abd. Rahman Riadi, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, memiliki kombinasi pengalaman ekonomi dan sosial. Pernah berkecimpung di DPMPTSP hingga Dinsos, ia dinilai memiliki perspektif kebijakan yang seimbang antara pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat.

Agus Dwi Saputra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), dikenal dekat dengan pemerintahan desa. Pengalamannya mengawal program desa dan pemberdayaan masyarakat menjadi modal penting, terutama dalam konteks Sumenep sebagai daerah dengan karakter desa dan kepulauan yang kuat.

Ferdiansyah Tetrajaya, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), dinilai unggul dalam aspek fiskal dan optimalisasi pendapatan daerah. Ia dipandang memiliki kemampuan teknis keuangan yang kuat, meski tantangan Sekda tidak hanya berhenti pada urusan pendapatan, melainkan orkestrasi birokrasi secara menyeluruh.

Mohammad Iksan, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, dikenal sebagai figur dengan kemampuan manajerial sumber daya manusia. Mengelola sektor pendidikan yang kompleks dengan ribuan tenaga pendidik menjadi modal penting dalam memahami tata kelola birokrasi berskala besar.

Di antara seluruh kandidat tersebut, Achmad Dzulkarnaen, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sumenep, dinilai memiliki keunggulan yang berbeda. Rekam jejaknya lintas sektor—pernah menjadi Camat Pasongsongan, memimpin Dinas Sosial, hingga kini menahkodai Bakesbangpol, membentuknya sebagai birokrat dengan kepekaan sosial dan kemampuan membaca situasi politik.

Momentum Pilkada menjadi panggung pembuktian. Di saat banyak daerah dihadapkan pada polarisasi dan konflik laten, Sumenep justru berada dalam kondisi relatif aman dan kondusif.

Peran Bakesbangpol di bawah kepemimpinan Dzulkarnaen dinilai signifikan, dengan pendekatan yang menitikberatkan pada dialog, pendidikan kebangsaan, serta penguatan toleransi di akar rumput.

Pengamat kebijakan publik, Rahman Salim menilai Dzulkarnaen sebagai figur yang memiliki karakter kepemimpinan tidak lazim di birokrasi.

“Ia bukan tipe pejabat yang gemar tampil, tetapi strateginya bekerja. Achmad Dzulkarnaen punya kecerdasan membaca situasi dan kemampuan menjaga harmoni sosial. Menurut saya, dia sangat layak masuk tiga besar, bahkan berpeluang besar terpilih,” ujarnya.

Menurut Rahman, tantangan Sekda ke depan tidak hanya administratif, tetapi juga menjaga stabilitas sosial-politik dan menyatukan irama kerja OPD.

“Sekda itu dirigen. Kalau tidak punya sensitivitas sosial dan pengalaman lintas sektor, orkestrasi birokrasi akan pincang,” tegasnya.

Sementara itu, Achmad Dzulkarnaen sendiri menyatakan kesiapannya mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai mekanisme yang berlaku.

Kini, delapan kandidat berada di lintasan yang sama. Proses masih panjang dan persaingan tetap terbuka. Namun satu hal mulai mengerucut: di tengah kuatnya figur teknokrat dan manajerial, nama Achmad Dzulkarnaen kian menguat sebagai kandidat yang dinilai paling komplet, administratif, sosial, dan strategis, untuk menduduki kursi Sekda Kabupaten Sumenep 2026.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Menata Kota, Menjaga Masa Depan: Di Era Bupati Fauzi, Gerakan Jumat Bersih Terus Mengakar Jadi Budaya ASN Sumenep
Libur Panjang Tak Longgarkan Kesiapsiagaan, Layanan 112 Sumenep Tetap Siaga 24 Jam Demi Keselamatan Warga
Pemerintah Desa Ngeni Blitar Salurkan BLT DD kepada 10 KPM Secara Door to Door
CV Ayunda Permata Sejahtera Binaan BC Madura Terlibat dalam Pengelolaan Lahan Produktif Lapas Pamekasan, Dorong Transformasi Pembinaan Warga Binaan
Madura Maju, Madura Hijau! EV-Day 2026 Siap Guncang Sumenep
Festival Hari Santri 2026 di Sumenep Jadi Ledakan Kreativitas dan Semangat Generasi Pesantren
Parade Musik Tong-Tong di Sumenep Siap Kobarkan Semangat Budaya dan Nasionalisme
Sumenep Bangkitkan Jiwa Nasionalisme Lewat Doa untuk Sang Proklamator pada Peringatan Bulan Bung Karno

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:15 WIB

Menata Kota, Menjaga Masa Depan: Di Era Bupati Fauzi, Gerakan Jumat Bersih Terus Mengakar Jadi Budaya ASN Sumenep

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:27 WIB

Libur Panjang Tak Longgarkan Kesiapsiagaan, Layanan 112 Sumenep Tetap Siaga 24 Jam Demi Keselamatan Warga

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:05 WIB

Pemerintah Desa Ngeni Blitar Salurkan BLT DD kepada 10 KPM Secara Door to Door

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:08 WIB

CV Ayunda Permata Sejahtera Binaan BC Madura Terlibat dalam Pengelolaan Lahan Produktif Lapas Pamekasan, Dorong Transformasi Pembinaan Warga Binaan

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:45 WIB

Madura Maju, Madura Hijau! EV-Day 2026 Siap Guncang Sumenep

Berita Terbaru

Suasana live musik akustik di Arinna Cafe & Resto Sumenep yang berlangsung setiap malam mingguan. Alunan musik, pelayanan ramah, menu kuliner beragam, fasilitas ruang VIP, serta area bermain anak menjadi daya tarik yang membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana bersama keluarga, sahabat, maupun pasangan.

EKONOMI

Masakan di Arinna Resto Sumenep Bikin Nagih

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:38 WIB