Badai di RSMZ Sampang, Dokter Ortopedi Diduga Mundur Usai Curhat Jaspel dan Kasus MRI

Rabu, 4 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, Detikzone.id – Badai internal kembali mencuat di RSUD dr. Mohammad Zyn (RSMZ) Sampang. Sebuah pesan yang diduga berasal dari dokter spesialis ortopedi, dr. Muhammad Pandunugrahadi, beredar luas dan menyita perhatian publik.

Pesan tersebut berisi curahan hati mendalam yang disinyalir sebagai sinyal pengunduran diri dari rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sampang.

Informasi yang dihimpun Detikzone.id menyebutkan, pesan tersebut beredar di kalangan internal tenaga medis. Seorang sumber terpercaya menyatakan bahwa isi pesan mengarah pada pamitan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“dr. Pandu pamitan,” ujar sumber kepada Detikzone.id, Rabu (04/02/2026).

Dalam pesan yang diduga ditujukan kepada rekan sejawat dan para seniornya itu, dr. Muhammad Pandunugrahadi mengungkapkan telah mengabdi hampir dua tahun di Sampang, bahkan sempat menjalankan pelayanan ortopedi seorang diri.

Namun ia menyebut, pengalaman yang dialaminya dalam sepekan terakhir menjadi fase paling menyakitkan selama bertugas.

Ia mengungkapkan sejumlah persoalan krusial, mulai dari keterlambatan pembayaran jasa pelayanan (jaspel) bulan Desember yang baru diterima pada 31 Desember, hingga besaran jaspel yang dinilainya tidak sebanding dengan jumlah tindakan operasi yang telah dilakukan.

Persoalan tersebut, menurut pengakuannya, berulang kali dibahas dalam forum rapat internal, namun tak kunjung menemukan solusi.

Situasi kian memanas ketika, sebagaimana tertulis dalam pesan tersebut, jaspel justru sempat ditransfer dua kali, lalu kelebihan dana itu diminta untuk segera dikembalikan pada hari yang sama.

Tak hanya soal jaspel, pesan yang diduga dari dr. Pandunugrahadi juga menyinggung panggilan terkait dugaan kasus korupsi pengadaan alat MRI di RSMZ Sampang.

Meski berstatus sebagai saksi, ia mengaku tersinggung dan mempertanyakan alasan pemanggilan dirinya, sementara tidak ada dokter spesialis lain yang mengalami hal serupa. Ia juga menegaskan tidak pernah meminta pengadaan alat MRI tersebut.

“Ketika ada kasus, saya merasa ditumbalkan. Tidak ada dokter spesialis lain yang mendapat panggilan terkait pengadaan MRI, entah sebagai saksi atau urusan apa pun. Apa pun alasannya, saya merasa sangat tersinggung mendapat perlakuan seperti ini,” demikian penggalan isi pesan yang beredar.

Pada bagian akhir pesan tersebut, dr. Pandunugrahadi disebut meminta agar kepesertaan HFIS miliknya segera dicabut serta menyatakan tidak ingin lagi memiliki urusan apa pun dengan RSUD Sampang.

Ia juga menyampaikan bahwa apabila masih terdapat tanggungan atau kewajiban, rekan sejawat dipersilakan menghubungi dirinya secara pribadi.

Detikzone.id telah berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada dr. Muhammad Pandunugrahadi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada respons yang diterima.

Media ini akan terus melakukan upaya konfirmasi lanjutan. Sementara itu, pihak manajemen RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang juga belum memberikan keterangan resmi terkait kebenaran pesan berantai tersebut maupun kepastian status pengunduran diri dr. Muhammad Pandunugrahadi.

Penulis : A. Junaidi

Berita Terkait

Stand RSUD Sumenep Banjir Hadiah dan Layanan Gratis, dr. Erliyati: Pelayanan Kesehatan Harus Hadir di Tengah Masyarakat
RSUD Sumenep Tampilkan Transformasi Pelayanan Kesehatan di Madura Night Vaganza 2026, Ada Konsultasi Dokter Spesialis Gratis, Cek Kesehatan dan Beragam Layanan Unggulan
Ditengah Himpitan Ekonomi, Pasangan Dhuafa Panaongan Rasakan Manfaat UHC Sumenep, Terharu dengan Pelayanan, Sampaikan Terima Kasih kepada Bupati dan RSUD
Jemput Bola Lindungi Paru-Paru, Dinkes Probolinggo dan STPI ‘Sisir’ TBC Lewat Mobile X-Ray
Tumbangkan Dua Tim RS dr. Kariadi Semarang dan Hospital FC Sidoarjo, Futsal RSUD Sumenep Raih Juara 3 Surabaya Health Test Boyo Cup 2026
Sambut Ramah Kedatangan Kepala BPJS Kesehatan Pamekasan dan Sumenep, Dirut RSUD dr. Erliyati: Kami Akan Terus Berikan yang Terbaik, Bismillah Melayani dengan Hati
Turun Langsung dan Gali Pengalaman Pasien, BPJS Puji Pelayanan JKN di RSUD Sumenep
Bukan Sekadar Kunjungan, BPJS Telusuri Pelayanan JKN hingga Dengarkan Langsung Curhat Pasien di RSUD Sumenep

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:04 WIB

RSUD Sumenep Tampilkan Transformasi Pelayanan Kesehatan di Madura Night Vaganza 2026, Ada Konsultasi Dokter Spesialis Gratis, Cek Kesehatan dan Beragam Layanan Unggulan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Ditengah Himpitan Ekonomi, Pasangan Dhuafa Panaongan Rasakan Manfaat UHC Sumenep, Terharu dengan Pelayanan, Sampaikan Terima Kasih kepada Bupati dan RSUD

Minggu, 23 Agustus 2026 - 00:34 WIB

Jemput Bola Lindungi Paru-Paru, Dinkes Probolinggo dan STPI ‘Sisir’ TBC Lewat Mobile X-Ray

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Tumbangkan Dua Tim RS dr. Kariadi Semarang dan Hospital FC Sidoarjo, Futsal RSUD Sumenep Raih Juara 3 Surabaya Health Test Boyo Cup 2026

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Sambut Ramah Kedatangan Kepala BPJS Kesehatan Pamekasan dan Sumenep, Dirut RSUD dr. Erliyati: Kami Akan Terus Berikan yang Terbaik, Bismillah Melayani dengan Hati

Berita Terbaru