Sumenep – Kamis, 12 Februari 2026 – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Tahun Baru Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 1447 Hijriah 2026, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep gencar memantau harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di pasar dan distributor.
Pemantauan dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, dan melibatkan sejumlah OPD terkait, Polres, Kejaksaan, Bulog, serta anggota TPID lainnya.
Kegiatan dilakukan dengan meninjau pedagang kios di Pasar Anom dan agen-agen di sekitar kota, sekaligus menyosialisasikan informasi melalui siaran keliling menggunakan Mobil Sirling Diskominfo Kabupaten Sumenep.
Dadang Dedy Iskandar menegaskan bahwa tujuan utama pemantauan adalah memastikan harga komoditas kebutuhan pokok masyarakat tetap stabil.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari hasil pantauan kami, harga beras, minyak goreng, dan beberapa komoditas lainnya relatif stabil, meskipun ada beberapa pedagang yang menjual minyak di atas Harga Eceran Tertinggi (HET),” ujarnya, Kamis (11/02/2026).
Meski demikian, Dadang menegaskan pihaknya akan memberikan peringatan kepada pedagang yang melanggar HET dan menekankan agar masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga wajar, khususnya menjelang perayaan Imlek, Ramadan, dan Idulfitri. Tindak lanjut juga akan dilakukan apabila ditemukan penjualan yang tidak sesuai aturan, termasuk tindakan tegas dari pihak terkait.
Selain memastikan harga, TPID juga memantau stok komoditas di Kabupaten Sumenep, agar tidak terjadi penumpukan atau perilaku belanja berlebihan (panic buying) yang bisa menimbulkan kelangkaan dan kenaikan harga. Dadang mengimbau masyarakat membeli sesuai kebutuhan sebenarnya.
TPID menegaskan bahwa pemantauan ini akan terus dilakukan secara berkala, sebagai bagian dari upaya menjaga inflasi daerah tetap terkendali dan daya beli masyarakat tetap stabil menjelang hari besar keagamaan.
“Pemantauan rutin ini penting agar harga terjaga, stok aman, dan masyarakat dapat berbelanja dengan tenang. Kami berharap semua pihak bisa bekerja sama untuk memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang wajar,” pungkas Dadang Dedy Iskandar.








