Kepala DKPP Chainur Rasyid Tegaskan Sinergi dan Hilirisasi, Sumenep Siap Percepat Transformasi Pertanian 2026

Selasa, 24 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen hangat terlihat saat Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, digandeng dan disambut Menteri Pertanian Amran Sulaiman di sela Koordinasi Strategis Pembangunan Pertanian 2026.

Momen hangat terlihat saat Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, digandeng dan disambut Menteri Pertanian Amran Sulaiman di sela Koordinasi Strategis Pembangunan Pertanian 2026.

SUMENEP — Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, hadir langsung di Gedung Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Selasa (24/2/2026), mengikuti Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Kegiatan Pembangunan Pertanian Tahun Anggaran 2026.

Forum strategis ini menjadi momentum penting bagi pemerintah pusat dan daerah untuk menyelaraskan visi pembangunan pertanian.

Chainur Rasyid menegaskan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besaran anggaran, tetapi juga oleh kesiapan data, infrastruktur, sumber daya manusia, serta dukungan teknologi modern yang adaptif terhadap kondisi lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Koordinasi ini sangat krusial agar program pusat selaras dengan kebutuhan dan potensi daerah, termasuk di Kabupaten Sumenep yang memiliki sektor pertanian cukup besar,” tegas Kadis Chainur.

Pihaknya menyebut, sinergi antara pusat dan daerah adalah fondasi utama agar setiap langkah percepatan program dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh petani dan masyarakat.

Dalam forum tersebut, beberapa agenda strategis menjadi fokus utama:

Peningkatan sinergitas pusat-daerah melalui peran aktif penyuluh pertanian di desa dan kecamatan, memastikan informasi dan program sampai ke tingkat petani secara efektif.

Optimalisasi prasarana dan sarana pertanian untuk mendukung capaian swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Optimalisasi lahan pertanian agar hasil panen tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor dan meningkatkan pendapatan petani.

Penguatan hilirisasi perkebunan yang mencakup kelapa, mente, tebu, kopi, dan kakao pada tahun 2026, sehingga produk pertanian memiliki nilai tambah lebih tinggi dan daya saing yang kuat.

Selain itu, Kementerian Pertanian menekankan pentingnya peningkatan produksi, pemanfaatan teknologi modern, dan pengelolaan lahan yang efisien. Semua langkah ini diharapkan mendorong swasembada pangan sekaligus membangun ketahanan pangan berkelanjutan.

Menindaklanjuti hasil koordinasi ini, DKPP Sumenep berkomitmen menyusun langkah teknis di tingkat daerah. Pendampingan intensif kepada petani, inovasi teknologi pertanian, dan optimalisasi program prioritas menjadi fokus utama.

Chainur meyakini, dengan kolaborasi yang kuat, sektor pertanian Kabupaten Sumenep akan semakin produktif, memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian lokal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Ini bukan hanya program, tetapi momentum transformasi pertanian yang nyata. Kami ingin hasilnya langsung dirasakan oleh masyarakat,” tegas Chainur.

Dengan langkah strategis ini, Kabupaten Sumenep menegaskan posisinya sebagai daerah yang siap mendukung visi ketahanan pangan nasional, sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana sinergi pusat-daerah dan penguatan hilirisasi dapat menghadirkan perubahan besar di sektor pertanian.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Percepat Sertifikasi Tanah RTLH, DPKPP dan Kantor Pertanahan Probolinggo Targetkan Rampung Sebelum Kunjungan Presiden
Pecah Dominasi Bromo, Probolinggo ‘Jual’ Pesona 7 Pantai di Mega-Event November 2026
Lampu Hijau dari BKN: Pemkab Probolinggo Resmi Terapkan Sistem Manajemen Talenta untuk Mutasi dan Promosi ASN
Walikota Kediri Perkuat Sinergi dengan TNI, Dukung Pembangunan dan Ketahanan Wilayah
Bidik Pasar Global, Dinkes Probolinggo Gembleng Pelaku Usaha PIRT Melek Standar Mutu
Menuju ‘Probolinggo Menyala’, Dishub Targetkan 50 Ribu Titik PJU di Tahun 2026
Santri Husada Jadi Garda Terdepan, Dinkes Probolinggo Perkuat Fondasi Pesantren Sehat
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Rombak 25 Posisi Strategis, Dorong Birokrasi Lebih Cepat, Adaptif, dan Melayani

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:11 WIB

Percepat Sertifikasi Tanah RTLH, DPKPP dan Kantor Pertanahan Probolinggo Targetkan Rampung Sebelum Kunjungan Presiden

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:45 WIB

Pecah Dominasi Bromo, Probolinggo ‘Jual’ Pesona 7 Pantai di Mega-Event November 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:56 WIB

Lampu Hijau dari BKN: Pemkab Probolinggo Resmi Terapkan Sistem Manajemen Talenta untuk Mutasi dan Promosi ASN

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:53 WIB

Walikota Kediri Perkuat Sinergi dengan TNI, Dukung Pembangunan dan Ketahanan Wilayah

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:51 WIB

Bidik Pasar Global, Dinkes Probolinggo Gembleng Pelaku Usaha PIRT Melek Standar Mutu

Berita Terbaru