SAMPANG – Harapan warga Kecamatan Tambelangan untuk menikmati jalan yang layak kembali pupus. Janji bantuan aspal hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dinanti-nanti hingga kini tak kunjung terealisasi. Kekecewaan pun memuncak, berubah menjadi kemarahan dan keputusasaan, Senin (6/3/2026).
Ruas jalan Tambelangan–Bungkak yang diharapkan segera diperbaiki justru semakin memprihatinkan. Lubang menganga, permukaan jalan rusak parah, dan genangan air saat hujan menjadi pemandangan sehari-hari yang harus dihadapi warga.
Aktivitas ekonomi tersendat, mobilitas terganggu, bahkan keselamatan pengguna jalan dipertaruhkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal, harapan sempat menguat ketika bantuan 300 drum aspal hibah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sampang. Bantuan itu digadang-gadang menjadi solusi cepat untuk memperbaiki infrastruktur desa, khususnya akses menuju pondok pesantren. Namun, harapan itu kini terasa hampa tanpa kepastian, tanpa realisasi.
Janji demi janji yang pernah diucapkan kini seolah menguap. Di tengah ketidakjelasan tersebut, warga tak lagi bisa bergantung. Dengan keterbatasan yang ada, mereka memilih bangkit sendiri. Gotong royong menjadi satu-satunya jalan.
Dengan uang seadanya dan tenaga yang dikumpulkan bersama, warga mulai menambal jalan rusak. Meski jauh dari kata layak, setidaknya jalan itu masih bisa dilalui. Upaya ini bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi juga simbol kekecewaan mendalam terhadap janji yang tak kunjung ditepati.
“Kami sudah terlalu lama menunggu. Tidak ada kejelasan. Jalan ini dibiarkan rusak bertahun-tahun. Akhirnya kami bergerak sendiri, semampunya,” ungkap seorang warga dengan nada kecewa.
Ia juga mengingat bagaimana sebelumnya sempat ada survei dari pihak terkait, bahkan janji bantuan tambahan sempat disampaikan. Namun hingga kini, semuanya tak lebih dari sekadar wacana.
Di balik kerja keras warga, tersimpan harapan yang belum padam. Mereka masih menunggu itikad baik pemerintah untuk hadir dan memberikan kepastian. Jalan yang layak bukan sekadar kebutuhan, tetapi hak dasar masyarakat yang selama ini terabaikan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait molornya realisasi bantuan aspal tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak Dinas PUPR Kabupaten Sampang masih belum membuahkan hasil. Pejabat terkait disebut sedang berada di luar kota, sementara pesan dan panggilan yang dikirim belum mendapat respons.
Sementara itu, warga hanya bisa berharap—agar janji tak lagi sekadar janji, dan jalan yang mereka lalui setiap hari benar-benar mendapat perhatian yang layak.
Penulis : A. Junaidi







