Program HDDAP Digenjot, Sumenep Targetkan Pertanian Modern dan Berkelanjutan

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah, terutama di wilayah lahan kering yang selama ini penuh tantangan.

Melalui program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP), pemerintah daerah menargetkan transformasi besar-besaran pada sektor hortikultura agar lebih modern, produktif, dan berorientasi pasar.

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menegaskan bahwa HDDAP bukan sekadar program biasa, melainkan langkah strategis untuk mengubah wajah pertanian di daerah kering menjadi lebih berdaya saing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“HDDAP memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan hortikultura yang adaptif terhadap kondisi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya dalam rapat koordinasi, Kamis (16/4/2026).

Program ini disebut membawa pendekatan menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan, penerapan teknologi tepat guna, hingga pengembangan rantai nilai produk hortikultura.

Sumenep sendiri menjadi salah satu dari 13 kabupaten di Indonesia yang menerima program HDDAP, dengan fokus pada tiga komoditas utama: pisang, bawang merah, dan cabai rawit.

Sebaran program tersebut mencakup sejumlah kecamatan, di antaranya Batuputih untuk pisang, Guluk-Guluk dan Pasongsongan untuk bawang merah, serta Ambunten dan Rubaru untuk cabai rawit, dengan total puluhan hektare lahan yang dikelola dalam klaster-klaster pengembangan.

Wabup menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari peningkatan produksi, tetapi juga dari kemampuan menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi tinggi.

“Kami ingin petani bertransformasi dari pola tradisional menuju pertanian modern yang lebih kuat secara ekonomi,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi semua pihak agar program ini benar-benar menyentuh kebutuhan petani di lapangan, bukan sekadar konsep di atas kertas.

“HDDAP harus menjadi ruang kolaborasi, di mana petani menjadi subjek utama pembangunan pertanian,” pungkasnya.

Dengan hadirnya program ini, Pemkab Sumenep berharap lahan kering yang selama ini dianggap kurang produktif justru menjadi sumber kekuatan baru ekonomi pertanian daerah.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Mbak Wali Terima Silaturahmi Kapolres Kediri Kota, Komitmen Perkuat Sinergi
Bupati Sumenep Serukan Aksi Nyata Cinta NKRI, ASN Diminta Kibarkan Merah Putih Sebulan Penuh
Serahkan SK Kenaikan Pangkat ASN, Wali Kota Kediri Ajak Teladani Semangat Juang Pahlawan
Hadiri Pengajian Rutin Gus Zakki, Mbak Wali Ajak Masyarakat Perkuat Keimanan dan Wujudkan Kota Kediri yang Mapan Agamis
Mbak Wali Hadiri Pelantikan Direktur RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan, Tekankan Pelayanan Kesehatan yang Humanis
KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sapudi, Pemkab Sumenep Bergerak Cepat Kerahkan Seluruh Kekuatan untuk Selamatkan Penumpang
Menara Gading Pemkab Probolinggo Saat Birokrasi Sibuk “Kecanduan” Rapat, Atap Pelayanan Publik Bocor Ditampung Ember
Opening Training Raya HMI Nasional di Kediri, Mbak Wali Tekankan Kolaborasi Pemuda Bangun Daerah

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Mbak Wali Terima Silaturahmi Kapolres Kediri Kota, Komitmen Perkuat Sinergi

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Bupati Sumenep Serukan Aksi Nyata Cinta NKRI, ASN Diminta Kibarkan Merah Putih Sebulan Penuh

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Serahkan SK Kenaikan Pangkat ASN, Wali Kota Kediri Ajak Teladani Semangat Juang Pahlawan

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Hadiri Pengajian Rutin Gus Zakki, Mbak Wali Ajak Masyarakat Perkuat Keimanan dan Wujudkan Kota Kediri yang Mapan Agamis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:32 WIB

Mbak Wali Hadiri Pelantikan Direktur RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan, Tekankan Pelayanan Kesehatan yang Humanis

Berita Terbaru