Pamekasan- Di tengah lantunan doa dan suasana haru peresmian Istana Tahfidz Alquran di Cirebon, Founder Bani Insan Peduli (BIP Foundation), Ali Zainal Abidin, menyampaikan pesan yang menggugah ratusan jamaah yang hadir.
Dengan suara tenang namun penuh penekanan makna spiritual, pengusaha yang dikenal super dermawan ini menegaskan bahwa ukuran kebenaran manusia sering kali terbatas oleh pandangan dan penilaian sesaat.
“Tidak akan ada kebenaran di mata manusia, cukup Wa ila Rabbika Farghab. Cukup dengan pandangan Allah SWT. Allah tidak akan pernah meninggalkan kita,” ungkapnya di hadapan ratusan jamaah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan itu disambut suasana hening yang khidmat, seolah menegaskan bahwa perjalanan gerakan kemanusiaan yang ia bangun tidak bergantung pada pengakuan manusia, melainkan pada keyakinan spiritual yang lebih dalam.
Gerakan kemanusiaan yang dibangun Bani Insan Peduli (BIP Foundation) di bawah kepemimpinan Ali Zainal Abidin terus berkembang dan semakin menyita perhatian publik.
Setelah sebelumnya dikenal melalui berbagai aksi sosial berskala besar—mulai dari santunan yatim dhuafa, bantuan kemanusiaan, hingga pembangunan rumah tahfidz—kini BIP melangkah lebih jauh dengan menghadirkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bani Insan Peduli secara gratis bagi masyarakat kecil.
Langkah ini dinilai sebagai babak baru dalam perjalanan gerakan tersebut, dari sekadar bantuan sosial menjadi advokasi keadilan sosial.
LBH Bani Insan Peduli hadir dengan misi membuka akses hukum bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan pendampingan akibat keterbatasan ekonomi.
Layanan yang disediakan mencakup, pendampingan kasus pidana dan perdata, sengketa tanah dan konflik sosial, perlindungan perempuan dan anak, advokasi HAM, mediasi masyarakat, penyuluhan dan edukasi hukum.
Kehadiran lembaga ini langsung menjadi sorotan, karena membawa pendekatan yang tidak hanya legal formal, tetapi juga berbasis kemanusiaan.
Sebelumnya, BIP Foundation telah mencatat sejumlah kegiatan sosial besar di berbagai daerah.
Di Bakorwil IV Pamekasan, sekitar 2.000 anak disabilitas dan keluarga mereka hadir dalam kegiatan bertema “Memetik Berkah melalui Senyum Anak-Anak Surga”. Suasana haru menyelimuti acara yang dinilai sebagai simbol inklusivitas sosial yang jarang terjadi.
Di Sumenep, ribuan warga dhuafa dan kelompok rentan turut menerima manfaat program sosial. Sementara di Pamekasan, kegiatan buka puasa bersama dan belanja kebutuhan Lebaran bersama sekitar 3.000 anak yatim bahkan mendapat pengakuan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Rangkaian kegiatan sosial juga berlangsung di Malang, Lamongan, hingga berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Barat, memperluas jangkauan gerakan kemanusiaan tersebut.
Ali Zainal Abidin menegaskan komitmennya untuk terus mengabdi kepada anak yatim, dhuafa, dan masyarakat kecil.
Gerakan Bani Insan Peduli (BIP Foundation) kini dipandang tidak hanya sebagai aktivitas sosial, tetapi juga sebagai kombinasi antara gerakan spiritual, pendidikan, dan advokasi keadilan.
Dengan hadirnya LBH gratis dan perluasan program sosial, BIP Foundation semakin menegaskan arah perjuangannya: bahwa kemanusiaan tidak berhenti pada bantuan, tetapi juga pada perlindungan, keberpihakan, dan perjuangan hak bagi mereka yang lemah secara sosial dan ekonomi.
Di tengah kritik maupun pujian, pesan yang disampaikan tetap sama, bahwa pengabdian tidak selalu harus diukur oleh pandangan manusia, melainkan oleh nilai yang lebih tinggi di hadapan Tuhan.









