Mahasiswa Pamekasan Jadikan Nobar “Pesta Babi” sebagai Ruang Refleksi Sosial dan Kemanusiaan

Sabtu, 23 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN — Ruangan sederhana di Rumah Pengabdian, Jalan Mak Gang I Taman Laden, Kecamatan Pamekasan, Sabtu malam (23/5/2026), dipenuhi puluhan mahasiswa dan masyarakat umum. Mereka duduk bersama dalam suasana hening saat film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita mulai diputar.

Bukan sekadar nonton bareng biasa, kegiatan itu menjadi ruang refleksi sosial yang mengajak anak muda lebih peka terhadap persoalan kemanusiaan, ketidakadilan, dan nasib masyarakat adat yang kerap luput dari perhatian publik.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi DPP Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (FKMSB), BEM FKIP UIM, Bengkel Sastra UIN Madura, dan HMPS KPI UIN Madura. Lebih dari 60 peserta hadir memadati lokasi kegiatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Film dokumenter yang diputar mengangkat persoalan ruang hidup, budaya, dan masa depan masyarakat adat yang terancam oleh kepentingan tertentu. Suasana nobar pun berlangsung serius. Beberapa peserta tampak larut dalam cerita yang disajikan film tersebut.

Pengantar film, Ach. Faisol, S.H., turut memberikan pemaparan mengenai isu sosial dan kemanusiaan yang menjadi inti pembahasan dalam film dokumenter tersebut.

Ketua Penyelenggara sekaligus Ketua DPP FKMSB Nasional, Nurisul Anwar, menegaskan bahwa kegiatan nobar bukan hanya menjadi ruang hiburan, melainkan wadah untuk membangun kesadaran sosial di kalangan mahasiswa.

Ia mengatakan, anak muda harus memiliki keberanian untuk peduli dan tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Menurutnya, film Pesta Babi bukan hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga pesan tentang pentingnya mendengar suara-suara masyarakat kecil yang selama ini jarang mendapat ruang.

Nurisul juga mengajak peserta agar kepedulian yang muncul setelah menonton film tidak berhenti di dalam ruangan semata. Ia berharap mahasiswa mampu membawa semangat kepedulian itu ke lingkungan kampus, ruang diskusi, hingga kehidupan sosial sehari-hari.

Baginya, kepekaan sosial tidak cukup hanya diwujudkan lewat rasa iba, tetapi harus diikuti dengan tindakan nyata dan keberanian untuk bersuara.

“Kita tidak boleh diam melihat ketidakadilan,” tegasnya di hadapan peserta.

Kegiatan nobar berlangsung hangat dan penuh antusiasme hingga akhir acara. Diskusi yang tercipta usai pemutaran film menjadi tanda bahwa isu kemanusiaan dan ketidakadilan sosial masih mendapat perhatian serius dari kalangan anak muda di Pamekasan.

Berita Terkait

Festival Tong-Tong Sumenep Jadi Perhatian Nasional, Cak Fauzi Bicara Budaya dan Persatuan
Respon Isu Sosial, Yakuza Maneges Jember Siapkan Program Donor Darah dan Pengawasan TPKS
Yuk, Buruan Belanja di Toko Emas Central 88 Pamekasan, Investasi Dunia Akhirat! Membeli = Berbagi, Berpeluang Raih Paket Umrah Gratis
Tak Ingin Budaya Madura Tinggal Cerita, ALiansi Jurnalis Pamekasan-DKP dan KNPI Gelar Pekan Kebudayaan 25–31 Oktober 2026
Tak Hanya Santuni Penghafal Al-Qur’an, Santri Anak Yatim dan Santri Disabilitas, Bang Ali Bawa Misi Kepedulian untuk 3.000 Santri Pamekasan, Rencanakan Gedung Ainun Umar dan Masjid
Usai Resepsi di Banyuwangi, Bos Ayunda H. Bambang Budianto dan CEO Dian Gorden Gelar Unduh Mantu di Pamekasan, Ribuan Tamu Hadir
Polemik Soto Mantenan Kediri Memanas: LSM RATU Desak Pemkot Usut Tuntas Perizinan Bangunan
PC DMI, MUI Sangkapura, dan LTMNU Bawean Gelar Turba, Perkuat Pengelolaan Masjid

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:55 WIB

Festival Tong-Tong Sumenep Jadi Perhatian Nasional, Cak Fauzi Bicara Budaya dan Persatuan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:34 WIB

Respon Isu Sosial, Yakuza Maneges Jember Siapkan Program Donor Darah dan Pengawasan TPKS

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Yuk, Buruan Belanja di Toko Emas Central 88 Pamekasan, Investasi Dunia Akhirat! Membeli = Berbagi, Berpeluang Raih Paket Umrah Gratis

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Tak Ingin Budaya Madura Tinggal Cerita, ALiansi Jurnalis Pamekasan-DKP dan KNPI Gelar Pekan Kebudayaan 25–31 Oktober 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Tak Hanya Santuni Penghafal Al-Qur’an, Santri Anak Yatim dan Santri Disabilitas, Bang Ali Bawa Misi Kepedulian untuk 3.000 Santri Pamekasan, Rencanakan Gedung Ainun Umar dan Masjid

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB