Dari MALESMAMA Menuju SAKOPENGAN: Ketika SDN Panaongan III Sumenep Menolak Membiarkan Warisan Leluhur Hilang Ditelan Zaman

Sabtu, 27 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Ada sekolah yang berlomba mengejar tren. Ada pula sekolah yang memilih menjadi penjaga akar budaya. SDN Panaongan III kembali menunjukkan identitasnya sebagai sekolah yang menjadikan pendidikan bukan sekadar proses belajar di dalam kelas, tetapi juga ruang untuk merawat peradaban.

Memasuki Tahun Pelajaran 2026–2027, SDN Panaongan III meluncurkan sebuah program intrakurikuler baru bertajuk SAKOPENGAN (Sakola’an Topeng ban Jung-kejungan). Program ini menjadi langkah nyata sekolah dalam menghidupkan kembali seni Topeng Madura, salah satu kekayaan budaya lokal yang kini semakin jarang disentuh oleh generasi muda.

Keputusan tersebut bukanlah tanpa alasan. Selama dua tahun terakhir, SDN Panaongan III telah membuktikan bahwa pembelajaran berbasis budaya mampu melahirkan prestasi yang membanggakan melalui program MALESMAMA (Mari Lestarikan Macapat Madura). Dari program itu, para siswa berhasil menembus ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) hingga tingkat Provinsi Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, semangat yang sama kembali dihidupkan melalui SAKOPENGAN.

Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, S.Pd, sosok yang dikenal luas dengan blangkon khasnya sekaligus pelopor gerakan kolaborasi pendidikan di Kecamatan Pasongsongan, mengatakan bahwa SAKOPENGAN lahir dari sebuah momen sederhana yang justru menghadirkan inspirasi besar.

> “Saya melihat sendiri bagaimana anak-anak berlatih tari Topeng Madura hanya bermodalkan menonton YouTube. Tidak ada pelatih khusus, tidak ada pendamping ahli. Tetapi ketika mereka tampil pada malam pisah kenang siswa kelas VI Tahun Pelajaran 2025–2026, penampilannya benar-benar memukau. Tepuk tangan masyarakat menggema, bahkan ekspektasi penonton jauh melampaui yang kami bayangkan,” ungkap Agus.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi titik balik yang membuka kesadaran bahwa bakat anak-anak hanya membutuhkan ruang dan arah yang tepat untuk berkembang.

“Kalau tanpa bimbingan saja mereka mampu memberikan penampilan luar biasa, bagaimana jika mereka mendapatkan pendampingan langsung dari para pakar Topeng Madura? Saya yakin potensi mereka akan berkembang jauh lebih hebat,” tambahnya.

Program SAKOPENGAN dirancang bukan semata-mata sebagai kegiatan seni, melainkan sebagai proses pendidikan karakter yang mengajarkan disiplin, ketekunan, kerja sama, rasa percaya diri, hingga kecintaan terhadap identitas budaya daerah.

Bagi Agus Sugianto, sekolah tidak boleh hanya melahirkan anak-anak yang pandai menjawab soal ujian. Sekolah juga memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa warisan budaya tidak berhenti pada generasi terdahulu.

“Kalau bukan sekolah yang mengenalkan budaya kepada anak-anak, lalu siapa lagi? Jangan sampai suatu saat nanti Topeng Madura hanya tinggal menjadi foto di buku sejarah atau pajangan di museum. Budaya harus hidup, bergerak, dan dipentaskan oleh generasi penerusnya,” tegasnya.

Agus berharap SAKOPENGAN akan tumbuh menjadi identitas baru SDN Panaongan III, sebagaimana program-program inovatif lain yang telah lebih dahulu dikenal masyarakat, seperti MALESMAMA, JUMPAYASIN, SAPASATE, PEMBASUH, ABANGSAMAD, BA’CATENG dan berbagai program pembiasaan yang menjadi ciri khas sekolah tersebut.

Peluncuran SAKOPENGAN juga menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan tidak selalu harus berangkat dari teknologi modern. Justru dari budaya lokal yang nyaris terlupakan, sekolah dapat melahirkan pembelajaran yang relevan, bermakna, sekaligus membangun karakter peserta didik.

Di tengah derasnya arus globalisasi yang sering kali membuat generasi muda lebih mengenal budaya luar daripada budayanya sendiri, SDN Panaongan III memilih berjalan ke arah yang berbeda. Sekolah ini tidak sekadar mengajarkan anak-anak untuk meraih masa depan, tetapi juga mengajarkan mereka agar tidak kehilangan jati dirinya.

Karena sejatinya, sekolah yang hebat bukan hanya mampu mencetak prestasi, melainkan juga mampu menjaga denyut kebudayaan agar tetap hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dengan lahirnya SAKOPENGAN, SDN Panaongan III kembali menegaskan bahwa pendidikan terbaik adalah pendidikan yang mampu membuat ilmu pengetahuan dan akar budaya berjalan beriringan.

Penulis : Red

Berita Terkait

Pentas Seni dan Penyerahan Hadiah Siswa Berprestasi Meriahkan Malam Puncak Haflatul Imtihan dan Harlah ke-58 Tarsib Jadung Dungkek Sumenep
Kreativitas Tanpa Batas, Barang Bekas Disulap Jadi Busana Unik dalam Pawai Imtihan Tarbiyatus Shibyan Jadung Dungkek Sumenep
Hari ke-3 PKL, Mahasiswa Informatika Universitas Wiraraja Sumenep Perkuat Kompetensi Lewat Bimbingan Lapangan
Bukti Pencetak Generasi Berakhlak, Hafidz Juz Amma di Momen Haflatul Imtihan Tarbiyatus Shibyan Jadung Dungkek Sumenep Bikin Ribuan Warga Terharu
Pentas Seni Siswa-Siswi Tarbiyatus Shibyan Memukau Ribuan Warga Jadung Sumenep, Penghargaan Tahfidz Warnai Malam Penuh Kebanggaan
Qania Sybil Nazavarien Kembali Raih Bintang Pelajar di Hari Kedua Haflatul Imtihan HUT ke-58 Tarbiyatus Shibyan Sumenep
Pengajian Umum dan Penghargaan Bintang Pelajar Warnai Hari Kedua Haflatul Imtihan HUT ke-58 Tarbiyatus Shibyan Jadung Dungkek
Generasi Muda Penjaga Tradisi! Puluhan Siswa SDN Pasongsongan I Sumenep Hidupkan Panggung Festival Pesisir 2026, dari Tari Tongtong hingga Tabuhan Gamelan

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:09 WIB

Pentas Seni dan Penyerahan Hadiah Siswa Berprestasi Meriahkan Malam Puncak Haflatul Imtihan dan Harlah ke-58 Tarsib Jadung Dungkek Sumenep

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:51 WIB

Kreativitas Tanpa Batas, Barang Bekas Disulap Jadi Busana Unik dalam Pawai Imtihan Tarbiyatus Shibyan Jadung Dungkek Sumenep

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:20 WIB

Hari ke-3 PKL, Mahasiswa Informatika Universitas Wiraraja Sumenep Perkuat Kompetensi Lewat Bimbingan Lapangan

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:46 WIB

Bukti Pencetak Generasi Berakhlak, Hafidz Juz Amma di Momen Haflatul Imtihan Tarbiyatus Shibyan Jadung Dungkek Sumenep Bikin Ribuan Warga Terharu

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:26 WIB

Pentas Seni Siswa-Siswi Tarbiyatus Shibyan Memukau Ribuan Warga Jadung Sumenep, Penghargaan Tahfidz Warnai Malam Penuh Kebanggaan

Berita Terbaru

TNI-POLRI

Koramil Pragaan Kodim Sumenep Pimpin Jumat Bersih,

Sabtu, 27 Jun 2026 - 11:01 WIB