SUMENEP, Detikzone.id — Ketika sebagian warga Kabupaten Sumenep mulai beristirahat, sejumlah pencari nafkah masih bertahan di jalanan. Pemulung, abang becak, tukang parkir dan pekerja sektor informal lainnya tetap menjalankan aktivitas hingga malam.
Bagi mereka, malam bukan selalu waktu untuk berhenti. Ada kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi dan penghasilan yang harus dicari.
Kondisi tersebut menjadi sasaran Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id yang memasuki hari ke-78, Selasa (18/8/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program itu menyasar para pencari nafkah yang masih bekerja hingga malam hari. Mereka ditemui di tengah aktivitasnya saat berupaya mendapatkan penghasilan untuk dibawa pulang kepada keluarga.
Di balik aktivitas malam tersebut, terdapat kisah perjuangan masyarakat yang menjalani kehidupan dengan keterbatasan. Ketika sebagian warga telah pulang, mereka masih harus bekerja karena kebutuhan hidup tidak mengenal waktu.
Melalui program tersebut, Detikzone.id berupaya menghadirkan kepedulian secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan sedekah tidak harus menunggu seseorang memiliki kelebihan harta.
“Jangan menunggu kaya untuk bersedekah. Jangan menunggu punya banyak untuk berbagi. Kalau kita memiliki sedikit dan sedikit itu bisa membantu orang lain, maka jangan takut untuk memberikannya. Karena belum tentu besok kita masih hidup,” jelasnya.
Menurutnya, hari ke-78 bukan sekadar angka dalam perjalanan Program Sedekah Setiap Hari. Selama program berjalan, berbagai kelompok masyarakat telah menjadi sasaran, mulai dari lansia, janda lanjut usia, anak yatim, penyandang disabilitas, abang becak, pemulung, buruh harian hingga keluarga dhuafa.
Setiap pertemuan menghadirkan cerita berbeda. Namun, terdapat kesamaan di antara mereka, yakni semangat untuk terus bertahan dan memenuhi kebutuhan hidup di tengah keterbatasan.
Perjalanan program tersebut juga tidak selalu mendapat respons positif. Dukungan masyarakat berjalan berdampingan dengan kritik dan cibiran. Namun, hal itu tidak menjadi alasan bagi Detikzone.id untuk menghentikan kegiatan sosial tersebut.
“Kami tidak butuh panggung. Kami tidak sedang mencari tepuk tangan. Kami hanya ingin apa yang Allah titipkan dari rezeki, meskipun tidak banyak, bisa menjadi manfaat bagi orang lain,” tegasnya.
Bagi Detikzone.id, nilai sebuah gerakan sosial tidak ditentukan oleh besarnya sorotan, melainkan oleh manfaat yang dirasakan masyarakat.
Selain Program Sedekah Setiap Hari, Detikzone.id juga telah merealisasikan berbagai kegiatan sosial laiinya, di antaranya santunan anak yatim, bantuan pendidikan, bantuan biaya pengobatan, pengadaan ambulans gratis, rumah singgah keluarga pasien yang sakit atau masyarakat umum, wakaf Al-Qur’an, pembangunan musala Detikzone.id, pembagian sembako hingga bantuan bagi warga yang tertimpa musibah.
Detikzone.id juga tengah mempersiapkan Program Rumah Makan Gratis bagi kaum dhuafa di Kabupaten Sumenep.
Jurnalis berkopiah ini menegaskan, keberlangsungan kegiatan sosial tersebut tidak terlepas dari dukungan keluarga dan masyarakat.
“Program ini bukan milik satu orang. Ini perjalanan kita bersama. Setiap dukungan dari keluarga dan orang-orang baik telah menjadi bagian dari kebaikan yang sampai kepada masyarakat dan insyaAllah akan menjadi amal jariyah,” katanya.
”Hari ke-78 telah terlewati. Namun, perjalanan tersebut belum selesai.
Malam akan kembali datang dan jalanan kembali dipenuhi orang-orang yang mencari nafkah. Mereka akan tetap bekerja ketika sebagian warga telah beristirahat.
Bukan karena mereka ingin mengejar malam, melainkan karena ada kebutuhan yang harus dibawa pulang dan keluarga yang menunggu.
Di titik itulah Program Sedekah Setiap Hari menemukan maknanya: hadir di tengah masyarakat yang terus berjuang, termasuk ketika perjuangan itu berlangsung saat sebagian besar orang telah beristirahat.
Sebab, tidak seorang pun mengetahui apakah esok masih akan diberi kesempatan untuk hidup, berbagi dan membantu sesama.
Karena itu, selagi kesempatan masih ada, kebaikan tidak harus menunggu hari berikutnya.
Dengan semangat Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim, Detikzone.id terus berupaya menghadirkan informasi sekaligus kepedulian sosial. Setiap langkah kecil diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari ikhtiar menebarkan kebaikan.
Hari ke-78 telah berlalu. Perjalanan berbagi belum berhenti.
Penulis : Nur Hartatik







