Bank Sampah hingga Dekorasi Daur Ulang Jadi Sorotan, Bupati Sumenep Dorong Kadis Anwar Syahroni Terus Berinovasi

Jumat, 28 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto: Bupati Sumenep bersama Kepala DLH Anwar Syahroni saat meninjau stan DLH yang menampilkan bank sampah dan dekorasi berbahan daur ulang dalam rangkaian Madura Culture Festival (MCF) 2026.

Ket Foto: Bupati Sumenep bersama Kepala DLH Anwar Syahroni saat meninjau stan DLH yang menampilkan bank sampah dan dekorasi berbahan daur ulang dalam rangkaian Madura Culture Festival (MCF) 2026.

SUMENEP, Detikzone.id — Sampah yang selama ini identik dengan barang buangan justru disulap menjadi sesuatu yang menarik dan sarat pesan lingkungan. Inovasi tersebut terlihat di stan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep dalam Pameran Pembangunan Madura Culture Festival (MCF) 2026 di GOR A. Yani Pangligur.

Di bawah kepemimpinan Kepala DLH Sumenep Anwar Syahroni Yusuf, AP., M.Si., stan tersebut tidak sekadar menyuguhkan program dan capaian. DLH mencoba mengajak masyarakat melihat sampah dari sudut pandang berbeda, mulai dari pengelolaan, pemilahan hingga pemanfaatan kembali.

Botol plastik bekas dan berbagai material yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dimanfaatkan menjadi bagian dari dekorasi stan. Konsep sederhana tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa sampah masih memiliki nilai apabila dikelola secara tepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran stan DLH tersebut mendapat perhatian Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. Bupati mendorong jajaran DLH di bawah kepemimpinan Anwar Syahroni agar tidak berhenti melakukan inovasi dalam menjaga lingkungan.

Menurutnya, persoalan lingkungan membutuhkan kreativitas dan gerakan berkelanjutan. Inovasi tidak boleh berhenti pada satu kegiatan, tetapi harus terus dikembangkan sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Inovasi harus terus dilakukan dan dikembangkan. Jangan berhenti pada satu gagasan, karena persoalan lingkungan membutuhkan kerja berkelanjutan dan keterlibatan semua pihak,” ujar Bupati.

Tak hanya mengandalkan dekorasi berbahan daur ulang, DLH Sumenep juga menyiapkan sejumlah fasilitas tempat sampah di kawasan pameran. Bahkan, tempat sampah berukuran besar ditempatkan di sekitar area stan untuk memudahkan pengunjung membuang sampah pada tempatnya.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pesan lingkungan yang dibawa DLH tidak berhenti pada tampilan stan, tetapi juga diterapkan langsung selama kegiatan berlangsung.

Bank Sampah Jadi Bagian Edukasi

Konsep pengelolaan sampah juga diperkuat dengan edukasi mengenai bank sampah dan pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.

Bagi DLH, masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua sampah harus berakhir sebagai limbah. Sampah yang masih memiliki nilai dapat dipilah, dimanfaatkan kembali atau diolah sehingga memiliki nilai guna bahkan nilai ekonomi.

Anwar Syahroni Yusuf mengatakan, konsep tersebut sengaja dikemas secara sederhana agar mudah diterima masyarakat.

“Yang ingin kami sampaikan adalah bahwa sampah itu bukan hanya persoalan untuk dibuang, tetapi bagaimana kita bisa mengelola dan memanfaatkannya. Karena itu, kami mencoba menampilkan konsep yang sederhana tetapi memiliki pesan kepada masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, persoalan kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas DLH.

Seluruh masyarakat, peserta pameran maupun pengunjung memiliki peran yang sama dalam menjaga lingkungan.

“Lingkungan yang bersih tidak mungkin tercipta hanya karena petugas kebersihan. Semua harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Stan Terbersih Disiapkan Surprise

Menariknya, DLH Sumenep juga menyiapkan apresiasi khusus bagi stan yang dinilai mampu menjaga kebersihan selama pelaksanaan pameran.

Stan yang konsisten menjaga kebersihan dan dinilai paling bersih akan mendapatkan surprise dari DLH Sumenep.

Program tersebut menjadi cara tersendiri untuk mengajak seluruh peserta pameran berlomba-lomba menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.

Anwar mengatakan, keberadaan petugas kebersihan selama kegiatan juga merupakan bagian dari pelayanan DLH. Mereka tidak hanya membersihkan kawasan, tetapi memastikan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan nyaman.

“Jangan sampai kegiatan yang menghadirkan banyak masyarakat justru meninggalkan banyak sampah. Kita ingin kegiatan berjalan meriah, tetapi kebersihannya juga tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejak dipercaya memimpin DLH Sumenep, dirinya berkomitmen untuk terus mendorong perubahan dan inovasi dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, jabatan bukan sekadar tanggung jawab administratif, tetapi harus menjadi ruang untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat dan daerah.

“Jabatan ini bagi saya adalah amanah. Saya ingin menjadikannya sebagai jembatan untuk berbuat dan memberikan manfaat. Karena itu, selama masih bisa dilakukan, kami akan terus berinovasi dan memberikan yang terbaik untuk daerah,” ungkapnya.

Pameran Pembangunan dalam rangka Madura Culture Festival (MCF) 2026 menjadi ruang bagi berbagai perangkat daerah untuk memperkenalkan program, inovasi dan capaian pembangunan kepada masyarakat.

DLH Sumenep memilih membawa isu lingkungan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni kebersihan, pemilahan, pemanfaatan sampah dan kepedulian bersama terhadap lingkungan.

Rangkaian Madura Culture Festival (MCF) 2026 berlangsung mulai 26 Agustus hingga 4 September 2026 dengan memadukan budaya, pembangunan, UMKM, ekonomi kreatif dan berbagai kegiatan masyarakat.

Melalui bank sampah, dekorasi berbahan daur ulang, penyediaan tempat sampah hingga apresiasi bagi stan terbersih, DLH Sumenep menunjukkan bahwa inovasi lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana.

Pesannya jelas: sampah bukan akhir dari sebuah benda, tetapi bisa menjadi awal sebuah inovasi.

Berita Terkait

UKW Dewan Pers di Surabaya Tuntas, Wartawan Didorong Makin Profesional di Era Digital
Aroma Kejanggalan Proyek Pengadaan Langsung Dikdaya Probolinggo, Jawaban Normatif Kadikdaya Picu Tanda Tanya
Pelaksanaan UKW Dewan Pers dan LUKW Unitomo Surabaya Sukses, 29 Wartawan Dinyatakan Kompeten
Gempur Stunting, Dinkes Probolinggo Satukan Barisan Puskesmas dan Rumah Sakit
Kominfo Jatim Luncurkan “PERISAI ANAK”, Inovasi Bentengi Generasi Muda di Ruang Digital
Menembus Batas Digital: RT-RW Kota Probolinggo Jadi Ujung Tombak Perlindungan Sosial
Transparansi Dipertanyakan, Belanja Toko Daring UPT PPP Muncar Banyuwangi Tanpa Kode RUP Jadi Sorotan
Dinas PUPR Kota Kediri Layangkan Surat Klarifikasi Legalitas Rumah Makan Soto Mantenan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:24 WIB

UKW Dewan Pers di Surabaya Tuntas, Wartawan Didorong Makin Profesional di Era Digital

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Aroma Kejanggalan Proyek Pengadaan Langsung Dikdaya Probolinggo, Jawaban Normatif Kadikdaya Picu Tanda Tanya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Pelaksanaan UKW Dewan Pers dan LUKW Unitomo Surabaya Sukses, 29 Wartawan Dinyatakan Kompeten

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Gempur Stunting, Dinkes Probolinggo Satukan Barisan Puskesmas dan Rumah Sakit

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Kominfo Jatim Luncurkan “PERISAI ANAK”, Inovasi Bentengi Generasi Muda di Ruang Digital

Berita Terbaru

TNI-POLRI

Diduga Edarkan Sabu di Talango Sumenep, 2 Pria Diciduk

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:10 WIB