Ketum DPP GMNI Soroti Ancaman Disintegrasi: Pastikan Tak Ada Daerah Merasa Ditinggalkan Negara

Jumat, 28 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Detikzone.id — Ketua Umum DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Sujahri Somar, menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga keutuhan Indonesia di tengah berbagai tantangan kebangsaan.

Seruan tersebut disampaikan Sujahri saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam forum Obrolan Teras 13 bertema “Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka”, Kamis (27/8/2026).

Dalam forum tersebut, Sujahri menyoroti dua persoalan yang dinilainya perlu menjadi perhatian serius pemerintah, yakni kesiapan negara menghadapi bencana dan potensi disintegrasi bangsa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kedua persoalan tersebut tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab negara dalam menghadirkan perlindungan, keadilan dan rasa aman bagi seluruh masyarakat.

Sujahri menyinggung penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Ia menegaskan, penanganan bencana tidak boleh hanya dilakukan setelah bencana terjadi.

“Negara tidak boleh hanya hadir setelah bencana terjadi. Negara harus hadir sebelum bencana itu datang, melalui mitigasi yang kuat, kesiapan yang matang, dan kebijakan yang mampu melindungi rakyat serta ruang hidupnya,” kata Sujahri, Jumat (28/8/2026).

Di sisi lain, Sujahri mengapresiasi rencana pemerintah meningkatkan anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi sekitar Rp1,003 triliun dalam RAPBN 2027.

Ia menilai peningkatan anggaran tersebut menjadi sinyal positif untuk memperkuat mitigasi bencana, kesiapsiagaan daerah, perlindungan lingkungan serta sarana tanggap bencana.

“Kami mengapresiasi langkah pemerintah yang menaikkan anggaran BNPB hingga menembus angka Rp1,003 triliun pada RAPBN 2027. Ini adalah komitmen nyata yang memang kita tunggu agar penguatan mitigasi, kesiapsiagaan di daerah, perlindungan lingkungan, serta sarana tanggap bencana dapat berjalan secara optimal dan merata,” imbuhnya.

Soroti Potensi Disintegrasi
Tak hanya bencana, Sujahri juga mengingatkan pemerintah agar serius memperhatikan dinamika sosial dan politik di sejumlah wilayah, termasuk Maluku, Papua, Aceh dan Kalimantan.
Menurutnya, berbagai persoalan di daerah harus diselesaikan dengan pendekatan yang mengedepankan keadilan dan dialog agar tidak berkembang menjadi persoalan yang mengancam persatuan bangsa.

“Persoalan disintegrasi tidak muncul dari ruang hampa. Ketika masyarakat merasa jauh dari keadilan, ketika pembangunan tidak dirasakan secara merata, dan ketika suara rakyat tidak didengar, maka di situlah negara harus hadir untuk melakukan koreksi,” tegasnya.

Sujahri menekankan bahwa menjaga keutuhan Indonesia tidak cukup hanya dengan menyerukan persatuan. Persatuan, kata dia, harus dibangun melalui keadilan sosial dan kehadiran negara yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Karena itu, ia mendorong semangat “Jaga Indonesia” menjadi agenda bersama dan bukan sekadar slogan.
Menjaga Indonesia, menurut Sujahri, berarti memastikan setiap warga negara merasa terlindungi, setiap daerah mendapatkan perhatian yang adil, serta berbagai persoalan kebangsaan diselesaikan dengan mengedepankan persatuan dan keadilan.

“Jaga Indonesia bukan hanya menjaga batas wilayah dan keutuhan teritorial, tetapi juga menjaga rasa keadilan, menjaga kepercayaan rakyat, dan memastikan tidak ada daerah maupun kelompok masyarakat yang merasa ditinggalkan oleh negara. Kalau itu kita jaga, maka persatuan Indonesia juga akan semakin kuat,” ujarnya.

Dorong Pemerintah “Belanja Masalah”
Sujahri juga mendorong pemerintah melakukan apa yang ia sebut sebagai “belanja masalah”, yakni turun langsung ke berbagai daerah untuk mendengar persoalan masyarakat dan kemudian menjawabnya melalui kebijakan yang berkeadilan.

Ia mengingatkan agar pemerintah tidak hanya melihat persoalan Indonesia dari pusat pemerintahan di Jakarta.

“Jangan hanya melihat Indonesia dari Jakarta. Datangi rakyat di Maluku, Papua, Aceh, Kalimantan, NTT dan seluruh daerah lainnya. Dengarkan persoalan mereka dan jawab dengan kebijakan yang berkeadilan,” ujarnya.

Ia kembali mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga Indonesia secara bersama-sama, memastikan masyarakat terlindungi dari bencana, lingkungan tetap terjaga serta tidak ada kelompok masyarakat yang merasa ditinggalkan negara.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah berkembangnya kekecewaan sosial yang pada akhirnya berpotensi mengganggu persatuan dan keutuhan bangsa.

Sementara itu, Penanggung Jawab Obrolan Teras 13, Sudi Simarmata, mengatakan forum tersebut menjadi ruang refleksi untuk mendorong evaluasi sekaligus melahirkan gagasan konstruktif terhadap berbagai persoalan kebangsaan.

“Penguatan mitigasi bencana, keadilan sosial dan dialog antardaerah merupakan bagian penting dalam menjaga persatuan serta menghadapi tantangan Indonesia ke depan,” tandasnya.

Berita Terkait

Sabu Ditemukan di Atas Kursi, Pria Asal Manding Diciduk
Polresta Sumenep Bongkar Dugaan Peredaran Okerbaya
Kapolresta Sumenep Ajak Personel Teladani Akhlak Rasulullah pada Peringatan Maulid Nabi 1448 H
Forum Konsultasi Publik Samsat Jadi Ruang Aduan dan Aspirasi, Kasatlantas Sumenep Tegaskan Pelayanan Harus Terus Berbenah
Polresta Sumenep Buka Stand Pembangunan di Madura Night Vaganza 2026, Bukti Polisi Hadir dan Dekat dengan Masyarakat
Sertijab 10 Pejabat Polresta Sumenep Bawa Semangat Baru Wujudkan Polisi CAKANG
Air Bersih Jadi Harapan Warga, TNI AD Bangun Dua Sumur Bor untuk 205 Jiwa di Talango Sumenep
Kapolresta Sumenep Peduli Rumah Ibadah

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:45 WIB

Sabu Ditemukan di Atas Kursi, Pria Asal Manding Diciduk

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:40 WIB

Ketum DPP GMNI Soroti Ancaman Disintegrasi: Pastikan Tak Ada Daerah Merasa Ditinggalkan Negara

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:22 WIB

Polresta Sumenep Bongkar Dugaan Peredaran Okerbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Kapolresta Sumenep Ajak Personel Teladani Akhlak Rasulullah pada Peringatan Maulid Nabi 1448 H

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:46 WIB

Forum Konsultasi Publik Samsat Jadi Ruang Aduan dan Aspirasi, Kasatlantas Sumenep Tegaskan Pelayanan Harus Terus Berbenah

Berita Terbaru

TNI-POLRI

Sabu Ditemukan di Atas Kursi, Pria Asal Manding Diciduk

Jumat, 28 Agu 2026 - 11:45 WIB