Stan Bappeda Sumenep di MCF 2026 Jadi Ruang Kreasi Anak Muda, Pembangunan Daerah Turut Diperkenalkan

Sabtu, 29 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto: Sejumlah pengunjung, termasuk anak-anak, mencoba permainan dan menikmati suasana di Stan Bappeda Sumenep dalam Pameran Pembangunan rangkaian MCF #4 2026 di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep, Sabtu (29/8/2026).

Ket Foto: Sejumlah pengunjung, termasuk anak-anak, mencoba permainan dan menikmati suasana di Stan Bappeda Sumenep dalam Pameran Pembangunan rangkaian MCF #4 2026 di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep, Sabtu (29/8/2026).

SUMENEP, Sabtu, 29/8/2026 — Kreasi anak muda turut mewarnai Stan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep dalam Pameran Pembangunan rangkaian Madura Culture Festival (MCF) #4 2026 di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep.

Melalui sejumlah aktivitas interaktif, anak muda dan masyarakat diajak hadir, berkreasi sekaligus mengenal lebih dekat peran Bappeda dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

Stan Bappeda tidak hanya menampilkan informasi mengenai program dan capaian pembangunan. Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas yang disediakan, mulai dari permainan interaktif, video booth hingga Lomba Foto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan di lokasi, aktivitas tersebut tidak hanya menarik perhatian anak muda Sumenep. Sejumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan MCF 2026 juga terlihat ikut mencoba permainan dan mengabadikan momen di Stan Bappeda.

Salah satu aktivitas yang menarik perhatian pengunjung adalah permainan roda hadiah. Anak-anak hingga pengunjung lainnya terlihat bergantian mencoba memutar roda tersebut untuk mengetahui hadiah yang diperoleh.

Konsep interaktif itu menjadi salah satu cara Bappeda mendekatkan informasi pembangunan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Di sisi lain, Stan Bappeda mengusung konsep bernuansa Keraton dan Pendopo Sumenep. Konsep tersebut tidak hanya menjadi ornamen stan, tetapi juga membawa pesan tentang hubungan pembangunan dengan sejarah dan identitas daerah.

Pendopo menggambarkan ruang untuk berkumpul, bermusyawarah dan menyampaikan aspirasi. Sementara Keraton merepresentasikan sejarah, identitas dan kearifan lokal Sumenep.

Kepala Bappeda Sumenep Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng. mengatakan, konsep tersebut dipilih untuk memperlihatkan keterkaitan antara pembangunan dengan karakter daerah.

“Pendopo merupakan ruang untuk berkumpul, bermusyawarah dan menyampaikan aspirasi. Nilai itu sejalan dengan proses perencanaan pembangunan yang membutuhkan partisipasi dan kesepakatan bersama,” kata Arif.

Menurutnya, pembangunan Sumenep ke depan tetap perlu memiliki pijakan pada sejarah dan karakter daerah.

“Keraton menggambarkan sejarah dan jati diri Sumenep. Jadi, pembangunan ke depan tetap harus memiliki pijakan pada karakter dan budaya daerah,” ujarnya.

Selain konsep budaya dan aktivitas interaktif, Bappeda juga menampilkan informasi mengenai visi dan misi daerah, delapan program unggulan Kabupaten Sumenep periode 2025–2029, capaian indikator pembangunan, RKPD, Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK), e-Stunting, E-SAKIP hingga Peti Koin Bermantara.

Melalui berbagai materi tersebut, masyarakat dapat mengenal arah pembangunan sekaligus memahami bahwa setiap program pemerintah daerah melalui proses perencanaan, pembahasan dan koordinasi.

Bappeda juga menyediakan informasi mengenai tahapan penyusunan RKPD, mulai dari persiapan rancangan awal, forum perangkat daerah, Musrenbang RKPD Kabupaten, perumusan rancangan akhir hingga penetapan RKPD.

Daya tarik lainnya adalah video booth yang dapat digunakan masyarakat secara gratis untuk mengabadikan momen selama berada di stan.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo juga sempat mencoba fasilitas tersebut saat mengunjungi Stan Bappeda. Bupati melihat berbagai materi pembangunan yang ditampilkan dan mengabadikan momen bersama Kepala Bappeda serta jajaran.

Sementara itu, melalui Lomba Foto, masyarakat juga diberikan ruang untuk mengembangkan kreativitas. Peserta dapat mengabadikan suasana, aktivitas maupun ornamen Stan Bappeda menggunakan smartphone.

Pengambilan foto berlangsung mulai 26 Agustus hingga 3 September 2026. Lima karya terbaik akan mendapatkan bingkisan menarik dan diumumkan pada 4 September 2026 pukul 20.00 WIB secara offline di Stan Bappeda.

Kehadiran berbagai aktivitas tersebut membuat Stan Bappeda menjadi ruang pertemuan antara kreativitas anak muda, budaya dan informasi pembangunan.

Dengan pendekatan tersebut, Bappeda tidak hanya memperkenalkan program dan proses perencanaan pembangunan, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi dan ikut berkreasi selama gelaran MCF #4 2026.

Penulis : Red

Berita Terkait

UKW Dewan Pers di Surabaya Tuntas, Wartawan Didorong Makin Profesional di Era Digital
Aroma Kejanggalan Proyek Pengadaan Langsung Dikdaya Probolinggo, Jawaban Normatif Kadikdaya Picu Tanda Tanya
Pelaksanaan UKW Dewan Pers dan LUKW Unitomo Surabaya Sukses, 29 Wartawan Dinyatakan Kompeten
Gempur Stunting, Dinkes Probolinggo Satukan Barisan Puskesmas dan Rumah Sakit
Kominfo Jatim Luncurkan “PERISAI ANAK”, Inovasi Bentengi Generasi Muda di Ruang Digital
Menembus Batas Digital: RT-RW Kota Probolinggo Jadi Ujung Tombak Perlindungan Sosial
Transparansi Dipertanyakan, Belanja Toko Daring UPT PPP Muncar Banyuwangi Tanpa Kode RUP Jadi Sorotan
Dinas PUPR Kota Kediri Layangkan Surat Klarifikasi Legalitas Rumah Makan Soto Mantenan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:24 WIB

UKW Dewan Pers di Surabaya Tuntas, Wartawan Didorong Makin Profesional di Era Digital

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Aroma Kejanggalan Proyek Pengadaan Langsung Dikdaya Probolinggo, Jawaban Normatif Kadikdaya Picu Tanda Tanya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Pelaksanaan UKW Dewan Pers dan LUKW Unitomo Surabaya Sukses, 29 Wartawan Dinyatakan Kompeten

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Gempur Stunting, Dinkes Probolinggo Satukan Barisan Puskesmas dan Rumah Sakit

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Kominfo Jatim Luncurkan “PERISAI ANAK”, Inovasi Bentengi Generasi Muda di Ruang Digital

Berita Terbaru

TNI-POLRI

Diduga Edarkan Sabu di Talango Sumenep, 2 Pria Diciduk

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:10 WIB