PEMALANG – Memastikan ketepatan arah kiblat menjadi perhatian Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pemalang. Bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pemalang, Rutan Pemalang melakukan pengukuran arah kiblat di tempat ibadah lingkungan rutan, Jumat (30/10/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan petugas maupun Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dapat menjalankan ibadah salat dengan lebih tenang, nyaman, dan khusyuk.
Dalam kegiatan tersebut, tiga petugas Kemenag Kabupaten Pemalang turun langsung melakukan pengukuran dan pengecekan menggunakan metode serta peralatan yang sesuai untuk memastikan ketepatan arah kiblat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Upaya ini bukan sekadar memastikan posisi arah menghadap saat salat, tetapi juga menjadi bentuk perhatian Rutan Pemalang terhadap pemenuhan hak beribadah dan kebutuhan spiritual warga binaan.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Pemalang, Akbar Priambodo, mengatakan bahwa ketersediaan sarana ibadah yang layak merupakan bagian penting dalam mendukung pembinaan kepribadian warga binaan, khususnya melalui kegiatan keagamaan.
“Pengukuran arah kiblat ini penting untuk memastikan sarana ibadah di Rutan Pemalang dapat digunakan dengan baik dan sesuai ketentuan. Kami berharap petugas maupun warga binaan dapat melaksanakan ibadah dengan lebih nyaman dan khusyuk. Pembinaan keagamaan juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan memperkuat nilai-nilai positif selama menjalani masa pembinaan,” ujar Akbar.
Menurutnya, pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, tetapi juga menyangkut aspek kemanusiaan dan spiritual.
Melalui pembinaan keagamaan, warga binaan diharapkan memiliki kesempatan untuk melakukan introspeksi, memperkuat keimanan, memperbaiki perilaku, serta menumbuhkan semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Sinergi Rutan Pemalang dengan Kemenag Kabupaten Pemalang tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di lingkungan pemasyarakatan.
Di balik tembok tahanan, kesempatan untuk memperbaiki diri harus tetap terbuka. Melalui sarana ibadah yang layak dan pembinaan spiritual berkelanjutan, Rutan Pemalang berupaya menghadirkan lingkungan yang tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sebab, pembinaan sejati bukan hanya tentang menjalani masa hukuman, melainkan juga membangun kesadaran, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.







