Pimpinan Pusat Muhammadiyah Diminta Atensi Persoalan Warek I UMMAT, Terindikasi Sarat Kepentingan Elit

Jumat, 7 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram- Persoalan yang membelit Wakil Rektor (Warek) I Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) terkait indikasi pelecehan seksual terhadap oknum dosennya, hingga saat ini belum jelas ujung pangkalnya.

Bahkan sejak Januari hingga Maret, tim investigasi yang dibentuk pihak kampus tersebut belum memberikan kesimpulan yang konkrit atas adanya indikasi tersebut. Asbab hal tersebut, Ketua Gumi Paer, Lalu Junaidi, bersama rombongan akhirnya menggedor Badan Pengurus Harian (BPH) UMMAT, Kamis (06/02/2025).

“Kedatangan kami untuk hearing menanyakan apa kesimpulan dari tim investigasi yang dibentuk kampus,” ungkap Junaidi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sayangnya, BPH UMMAT tidak mampu memberikan jawaban yang pasti dan rinci terkait kepastian hasil investigasi kasus tersebut. Hal yang sama juga terjadi saat pihaknya melakukan hearing di sekretariat Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah NTB di Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram, Selasa (05/03/2025).

“Kami sangat kecewa, satupun tidak ada yang bisa menjawab tuntutan-tuntutan kami,” kesalnya.

Diakui Junaidi, berdasarkan telaah dan analisis, pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan pada kasus Warek I. Kejanggalan tersebut mengarah ke indikasi kasus Warek I berdasarkan kepentingan para elit di internal kampus tersebut.

“Kejanggalan yang kami temukan sangat mencolok dan sarat kepentingan para Elit di kampus UMMAT,” singgung Junaidi.

Salah satunya terkait surat keputusan Ditlitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, terkait penonaktifan sementara Warek I. Dalam keputusan tersebut tertera bahwa warek diduga melakukan pelanggaran kode etik.

Padahal pada Undangan Rapat Senat yang dijadwalkan tanggal 3 Januari lalu, disebutkan bahwa yang bersangkutan diduga melakukan pelecehan seksual.

“Ini kan jauh bumi dan langit. Ada apa dengan kampus UMMAT. Masih banyak lagi kejanggalan yang kami temukan,” timpalnya.

Pihaknya mengancam akan mendatangi pengurus pusat Muhammadiyah, demi memperjelas kasus tersebut mengingat Warek I memiliki kepribadian yang bertolak belakang dengan sangkaan yang dituduhkan pihak kampus.

“Yang jelas kami akan menggoyang pimpinan pusat Muhammadiyah supaya terang barang (kasus, red) ini,” tandasnya.

Penulis : Red

Berita Terkait

Berawal dari Dasuk, Satresnarkoba Polresta Sumenep Buru Pemasok Sabu hingga Pamolokan, Dua Pria Diciduk
Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Berawal dari Dasuk, Satresnarkoba Polresta Sumenep Buru Pemasok Sabu hingga Pamolokan, Dua Pria Diciduk

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Berita Terbaru