IMI Luncurkan ‘IStRI’. Teknologi Nanobubble Harapan Baru Rehabilitasi Stroke

Rabu, 23 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya,– IMI (Institut Molekul Indonesia) mendirikan divisi baru bernama “Indonesia Stroke Recovery Initiation” (Inisiasi Pemulihan Stroke di Indonesia), yang kemudian diperkenalkan dengan sebutan keren ‘IStRI’. Divisi ini dihadirkan sebagai inovasi medis yang memadukan teknologi mutakhir dan pendekatan manusiawi untuk mempercepat dan memperbaiki proses pemulihan pasca-stroke. Tahap awal, bulan ini di RAHO Premier Darmo Hill Surabaya.

Tim yang terlibat dalam divisi ini terdiri dari dokter, terapis, peneliti, hingga pendamping pasien. Dokter akan memantau kondisi medis pasien. Terapis membantu latihan pemulihan. Peneliti memastikan terapi berjalan ilmiah dan aman. Dan tim pendamping akan mendukung pasien serta keluarganya selama proses terapi. Tim bekerja sama mendampingi pasien dari awal terapi hingga tahap lanjutan.

Sebagai langkah awal, IStRI telah menyiapkan program pemulihan selama 10 minggu. Program ini dirancang dengan pendekatan holistik, mencakup terapi fisik, dukungan psikososial, dan edukasi bagi keluarga. Menurut dr. Adit, pemulihan stroke bukan hanya soal mengatasi gejala fisik, tetapi juga menyentuh aspek emosional dan sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami memberikan edukasi dan dukungan emosional, termasuk bagi keluarga. Pendekatan menyeluruh ini penting, karena kami ingin pasien pulih sebagai manusia utuh, bukan hanya sembuh dari gejalanya,” ujar dr. Adit pada media ini.

Kehadiran IStRI dimulai rasa empati dan kepedulian terhadap ribuan penyintas stroke di Indonesia. Nyaris tidak ada pasien stroke, keluar dari rumah sakit, dan sembuh.

Butuh waktu berbulan bulan, tahun, belasan atau puluhan tahun untuk pemulihan. Dan bahkan banyak yang tidak pernah pulih lagi seumur hidupnya.

Hal inilah menjadi pemicu dr. Aditya Tri Hernowo, Ph.D., dokter sekaligus peneliti di Institut Molekul Indonesia (IMI) menginisiasi pembentukan divisi ‘IStRI’.

Yang membuat divisi ini beda adalah pendekatan terapinya yang mengintensifkan penggunaan nanobubble. Teknologi nanobubble relatif baru.

Nanobubble adalah gelembung gas yang dibuat menjadi berukuran Nano, sangat kecil, yang mampu membawa oksigen dan molekul penting langsung ke jaringan tubuh yang sedang terhambat lalu lintasnya. Efeknya, lebih cepat memperbaiki aliran darah dan membantu regenerasi jaringan otak yang rusak akibat stroke.

Tujuan utama dibentuknya IStRI adalah mendaya-gunakan terapi nanobubble untuk membantu penyintas stroke pulih lebih baik dan cepat. Kedepannya, terapi ini bisa diterapkan secara luas di Indonesia. Bukan hanya di rumah sakit besar, tapi juga di komunitas dan fasilitas kesehatan yang lebih dekat ke masyarakat sampai pelosok Negeri yang terpencil.

Dan agar program berkelanjutan, IStRI menggandeng institusi medis dan akademik. Dalam jangka panjang dr. Adit berharap terapi ini bisa diintegrasikan ke dalam sistem pelayanan kesehatan Nasional dan ditanggung asuransi/JKN/BPJS.

Di akhir wawancara, dr. Adit berpesan, untuk para penyintas stroke, jangan kehilangan harapan.

“Ilmu pengetahuan terus berkembang. Kini ada teknologi baru yang bisa membantu kalian pulih lebih baik dan lebih cepat. Kalian tidak sendiriam. Kami di sini untuk mendampingi setiap langkah”, tutup dr. Adit dengan nada optimis dan penuh harapan.

Demikian penjelasan dr. Adit kepada Ketua Umum PJI (Organisasi wartawan ‘Persatuan Jurnalis Indonesia’), Hartanto Boechori yang juga Penasehat RAHO Club.

Secara singkat Sejarah lahirnya teknik nano bubble, pionir/penemu/pemrakarsa, sekaligus yang mengembangkan awal penelitian gelembung nano ini, Guru Besar Universitas Brawijaya, Prof. Sutiman Bambang Sumitro, SU., D.Sc. dan kawan kawan. Pola kerja nanobubble, molekul gas dipecah menjadi partikel Nano (seperseribu kali dari mikrometer). Selanjutnya diinfuskan ke tubuh manusia. Dan karena molekulnya berukuran Nano, maka bisa menembus celah celah pembuluh darah terkecil sekalipun dan bahkan dapat menembus serta mengikis pembuntuan dalam pembuluh darah.

Untuk kepentingan uji klinis dan penelitian, butuh biaya besar. Maka dibentuklah RAHO Club. Saat ini sudah beranggotakan sekitar 15 ribu orang dari berbagai kalangan; pengusaha, Petinggi dan anggota BIN, TNI/Perwira tinggi TNI, Polri/Perwira Tinggi Polri, Anggota DPR RI, jurnalis, masyarakat umum dan bahkan dokter/dokter spesialis serta interpreneur dari luar negeri, menjadi anggota RAHO Club dan melakukan infus terapi gelembung Nano secara periodik.

Ketua RAHO Club, Kan Eddy, basicnya pengusaha property. Kan Eddy sendiri terpanggil membesarkan terapi gelembung nano RAHO Club, berawal dari pengalamannya sendiri, tersembuhkan dari stroke yang telah dialaminya selama 1,5 bulan, hanya dengan 3 kali infus gelembung nano.

Prinsipnya, RAHO Club yang menyediakan naracoba dan seluruh pembiayaan penelitian yang dilakukan oleh puluhan Professor/Doktor/dokter/ peneliti Unibra dibawah IMI. .

Prinsipnya, RAHO Club yang menyediakan naracoba dan seluruh pembiayaan penelitian yang dilakukan oleh puluhan Professor/Doktor/dokter/ peneliti Unibra dibawah IMI. IMI adalah Tim Peneliti yang pendirinya beberapa guru besar Universitas Brawijaya, khususnya penelitian teknologi gelembung nano sebagai ‘senjata pendobrak’ berbagai akar penyakit degenerative seperti stroke, penyakit jantung koroner, kanker dan lain lain.

Penulis : Bimo

Berita Terkait

RSUD Sumenep Semakin Jadi Primadona, Pelayanan Ramah, Cepat, Lengkap dan Profesional Jadi Pilihan Keluarga
Dibanjiri Ratusan Pasien Setiap Hari, RSUDMA Sumenep Dibawah Kepemimpinan Dr. Erliyati Terus Pacu Mutu dan Pelayanan di Era Tipe B
“Ibu Kesehatan” Sumenep Turun Langsung Temui Pasien di RSUD, Pastikan Beri Pelayanan Terbaik hingga Sembuh Total
RSUDMA Sumenep Tak Mau Sekadar Jadi Tipe B, Transformasi Layanan Terus Digeber
Pastikan Korban KMP Mutiara Sentosa 2 Tertangani Optimal, Wabup Sumenep Turun Langsung ke Rumah Sakit
Perkuat Layanan Lansia, Dinkes Probolinggo Gembleng 30 Nakes di Malang
Grand Opening Arinna Hidayah Salon & SPA Berlangsung Meriah, Siap Menjadi Destinasi Kecantikan Favorit di Sumenep
Setiap Tahun, Unitomo Konsisten Satukan Ratusan Pecinta Lari di Surabaya

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:16 WIB

RSUD Sumenep Semakin Jadi Primadona, Pelayanan Ramah, Cepat, Lengkap dan Profesional Jadi Pilihan Keluarga

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Dibanjiri Ratusan Pasien Setiap Hari, RSUDMA Sumenep Dibawah Kepemimpinan Dr. Erliyati Terus Pacu Mutu dan Pelayanan di Era Tipe B

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:54 WIB

“Ibu Kesehatan” Sumenep Turun Langsung Temui Pasien di RSUD, Pastikan Beri Pelayanan Terbaik hingga Sembuh Total

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:09 WIB

RSUDMA Sumenep Tak Mau Sekadar Jadi Tipe B, Transformasi Layanan Terus Digeber

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:16 WIB

Pastikan Korban KMP Mutiara Sentosa 2 Tertangani Optimal, Wabup Sumenep Turun Langsung ke Rumah Sakit

Berita Terbaru