Blitar, Detikzone.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar secara resmi menutup kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan bagi Pencari Kerja Klaster Kompetensi Skema Barista pada Senin, (28/4/ 2025). Acara penutupan ini digelar di sebuah kafe yang berlokasi di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Disnaker untuk meningkatkan keterampilan kerja masyarakat, khususnya di sektor minuman kopi yang tengah berkembang pesat. Dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan pembelajaran teori dan praktik seputar dunia barista, mulai dari teknik menyeduh kopi hingga pelayanan pelanggan.
Kepala Disnaker Kabupaten Blitar dalam sambutannya menyampaikan harapan agar para peserta mampu memanfaatkan ilmu yang telah diperoleh untuk membuka peluang kerja atau bahkan menciptakan lapangan pekerjaan baru.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelatihan Barista ini, menggunakan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk tahun anggaran 2025. Program ini bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan bersertifikat dari BNSP (Badan Nasiobal Sertifikasi Profesi), guna meningkatkan daya saing di sektor industri kopi yang semakin berkembang.
Plt Kepala Disnaker Kabupaten Blitar, Nanang Adi Putranto mengatakan, bahwa pelatihan Barista ini, berlangsung selama sepuluh hari, yaitu dimulai 16 April hingga 28 April 2025.
Ia berharap peserta yang berhasil lulus dapat segera mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dalam dunia kerja.
“Semua keterampilan yang telah dipelajari harus diterapkan. Target kami adalah mengurangi tingkat pengangguran sekaligus mendorong lahirnya barista-barista andal yang dapat mewarnai dunia kopi di Indonesia,” kata Nanang Adi.
Nanang juga menekankan, bahwa saat ini tuntutan dunia kerja semakin tinggi terhadap tenaga kerja yang memiliki kompetensi serta bukti keahlian yang sah.
“Oleh karena itu, sertifikasi menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pencari kerja di era yang kompetitif ini,” tandasnya.
Sementara Mega Vianto, salah satu peserta menyampaikan testimoni yang menggambarkan rasa syukur atas kesempatan pelatihan yang didapatkan. Peserta tersebut mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh instruktur berpengalaman serta Disnaker Kabupaten Blitar yang telah memberikan bimbingan.
“Terima kasih kepada seluruh instruktur dan Disnaker Kabupaten Blitar. Kami mendapatkan banyak ilmu baru yang sangat berguna untuk masa depan,” ujarnya dengan penuh semangat.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan para peserta siap bersaing di dunia kerja dan mampu memberikan kontribusi positif bagi industri kopi di tanah air.
“Program pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para peserta untuk meraih kesuksesan di bidang yang mereka geluti,” pungkas Plt. Kepala Disnaker Kabupaten Blitar.
Usai pelatihan, para peserta selain mendapatkan bantuan peralatan Barista dan sertifikat dari BNSP, juga diberi kesempatan untuk magang di beberapa kafe yang ada di Blitar selama 5 hari.
Disnaker Kabupaten Blitar mendapat anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025, dengan total anggaran mencapai Rp 1,5 miliar. Dana ini, dipergunakan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing bagi pencari kerja.
Dalam program ini, Disnaker Kabupaten Blitar menawarkan 8 skema pelatihan ketrampilan bagi pencari kerja berdasarkan kompetensi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja.
Adapun skema yang tersedia meliputi: Barista, Digital Marketing, Makeup Artist (MUA), Refrigerasi Domestik, Teknisi Sound Audio, Pengolahan Masakan Unggas, Barbershop, dan Budidaya Pertanian.
Dari 8 skema tersebut, yang sudah dibuka pendaftaran yakni, Barista, Digital Marketing, MUA, dan Refrigerator Domestik.
Tercatat, skema Digital Marketing menarik 383 pendaftar, diikuti oleh Barista dengan 245 pendaftar, dan MUA sebanyak 238 pendaftar. Ini menunjukkan minat yang tinggi dari masyarakat.
Untuk pelatihan Barista, MUA, dan Refrigerasi Domestik, masing-masing akan diambil 20 peserta,
Penulis : Basuki







