Kediri, Detikzone.id — Di tengah kehidupan sederhana, Mbah Seger (62), warga Dusun Bogangin Kidul, Desa Padangan, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, memberikan pelajaran tentang ketulusan dan keteguhan hati dalam beribadah.
Telah puluhan tahun menyandang status sebagai duda, Mbah Seger menjalani hidup seorang diri, mencari nafkah sebagai penjual tahu.
Namun di balik kesederhanaannya, ia menyimpan niat mulia yang tak banyak orang sanggup melakukannya.
Selama berbulan-bulan, ia merawat seekor sapi yang dibelinya dari hasil berjualan tahu.
Bukan untuk dijual kembali, melainkan untuk dijadikan hewan kurban di Hari Raya Iduladha — sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk kedua orang tuanya serta saudara-saudaranya yang telah meninggal dunia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya ingin berkurban sebagai bentuk bakti kepada orang tua dan saudara yang sudah tidak ada. Semoga amal ini sampai untuk mereka,” tutur Mbah Seger dengan mata berkaca-kaca, Sabtu (7/6/2025).
Lebih lanjut, dia menyampaikan harapannya, “Semoga kurban ini bermanfaat bagi umat sesama dan saya mendapat berkah serta barokahnya untuk leluhur saya yang sudah meninggalkan dunia selama-lamanya. Harapan saya, tahun-tahun berikutnya saya masih diberi umur, kesehatan, dan rezeki untuk bisa terus menjalankan ibadah kurban di Hari Raya Iduladha.”
Kisah Mbah Seger menjadi cerminan nyata bahwa ibadah kurban tidak hanya milik mereka yang berkecukupan, tapi juga milik mereka yang berhati lapang dan tulus.
Redaksi Detikzone menanggapi kisah inspiratif ini dengan menyatakan bahwa “Perayaan Idul Adha tidak hanya menjadi momen kebahagiaan, tetapi juga menjadi waktu yang sangat istimewa bagi setiap muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai ibadah, termasuk penyembelihan hewan kurban.”
Semoga kisahnya menginspirasi kita semua untuk terus berbuat baik, menjaga niat, dan memaknai setiap ibadah dengan penuh keikhlasan dan cinta.
Penulis : Bimo







