Kediri, Detikzone.id – Beredarnya sejumlah foto dan video yang menampilkan seorang tokoh muda Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, diduga sedang berada di tempat hiburan malam dan berpesta minuman keras bersama beberapa temannya menuai polemik.
Foto-video tersebut diunggah langsung melalui akun Instagram pribadinya @Fahmi_chusaini pada 18 April 2025.
Sosok dalam foto itu diduga kuat adalah Gus Fahmi, tokoh aktif GP Ansor Jatim sekaligus putra dari ulama kharismatik KH. Husein Ilyas. Nama Gus Fahmi yang dikenal luas di Mojokerto dan lingkungan pesantren sontak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kritik dan kecaman pun mengalir dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan tokoh NU sendiri. Salah satunya Gus Haikal, cucu dari KH. Achmad Shiddiq (mantan Rois Aam Syuriah PBNU) asal Jember.
Dalam keterangannya kepada jurnalis Detikzone di Kota Kediri, Rabu (25/6/2025) malam, Gus Haikal menyayangkan sikap yang ditunjukkan oleh Gus Fahmi.
“Sebagai ulama, apalagi pengurus Nahdlatul Ulama dan GP Ansor, tempat seperti itu bukanlah tempat dakwahnya dan sangat tidak pantas. Kecuali dia Wali Allah yang benar-benar punya tugas suci. Kalau ulama biasa seperti Fahmi begitu, itu namanya nakal. Jangan coba-coba menyelam, pasti dia akan tenggelam,” tegas Gus Haikal.
Lebih lanjut, Ia juga mengingatkan para tokoh panutan umat untuk senantiasa menjaga sikap dan kehati-hatian dalam bersosial, terutama di tempat-tempat yang bisa memicu fitnah.
“Untuk tokoh-tokoh panutan, hendaknya memperhatikan satu maqolah penting: اتقوا مواضع التهمة – takutlah kalian pada tempat-tempat yang bisa menimbulkan prasangka buruk terhadapmu. Kecuali bagi orang-orang yang memang maqomnya berdakwah amar ma’ruf nahi munkar di tempat-tempat munkarot,” imbuhnya.
Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Gus Fahmi terkait beredarnya unggahan kontroversial tersebut.
Sementara itu, desakan dari publik agar dirinya memberikan penjelasan terus berdatangan.
Penulis : Bimo
Editor : Enno







