PROBOLINGGO – Skandal proyek “siluman” mencoreng wajah pelayanan publik di Kabupaten Probolinggo. Pembangunan pagar keliling di Puskesmas Dringu yang diduga menelan anggaran negara ini berjalan tanpa papan nama, tanpa pengawas. Bobroknya, listrik serta air untuk proyek diambil gratis dari fasilitas kesehatan tersebut.
Pantauan di lapangan, Kamis (14/8/2025), pekerja tampak mengaduk material seadanya tanpa mesin molen.
Sementara, selang air menjulur langsung dari keran Puskesmas, sementara kabel listrik menempel ke jaringan faskes yang seharusnya untuk pelayanan pasien. Akibatnya, beban tagihan listrik dan air dipastikan membengkak dan harus ditanggung dari dana operasional Puskesmas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini proyek macam apa? Duit negara dipakai tapi listrik dan air secara gratis. Mana papan namanya? Mana pengawasnya?” ketus seorang warga dengan nada tinggi.

Kepala Puskesmas Dringu melalui staf Tata Usaha, Ana, mengaku tidak tahu-menahu soal proyek ini.
“Saya tidak tahu proyek itu dari mana, yang jelas bukan dari Puskesmas,” tegasnya aneh.
Seorang pekerja di lokasi pun pasrah ketika ditanya.
“Maaf Pak, saya hanya pekerja. Cuma disuruh catat bahan material,” ujarnya.
Hingga berita ini tayang, tak ada pihak pelaksana yang berani tampil memberikan klarifikasi.
Warga menuntut aparat penegak hukum segera turun tangan membongkar siapa aktor di balik proyek yang disebut-sebut sarat penyimpangan ini.
Penulis : Moch Solihin







