JPU Kejari Kota Kediri Tuntut Hukuman Mati Rohmad Pelaku Mutilasi

Kamis, 21 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEDIRI, Detikzone.id – Agenda sidang tuntutan kasus mutilasi yang sempat menghebohkan publik awal 2025 kembali digelar di ruang Cakra, Pengadilan Negeri Kediri, Kamis (21/8/2025) siang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Ichwan Kabalmay, resmi membacakan surat tuntutan terhadap terdakwa Rohmad alias Antok, pelaku pembunuhan dan mutilasi terhadap Uswatun Khasanah.

Dalam tuntutannya, JPU meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman mati. “Kami hari ini membacakan surat tuntutan, karena ini sudah turun dari pimpinan Kejaksaan Agung. Sesuai dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, kami menuntut pidana mati,” tegas Ichwan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertimbangan utama tuntutan tersebut didasarkan pada fakta persidangan. Korban kehilangan nyawa, meninggalkan keluarga, dan terdakwa bahkan menikmati hasil kejahatan dengan menjual mobil korban. “Tidak ada satu pun hal yang meringankan,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, jasad Uswatun Khasanah ditemukan dalam koper merah di tumpukan sampah Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Ngawi, pada Kamis (23/1/2025).

Tubuh korban dimutilasi tanpa kepala dan kaki. Kepala korban ditemukan di bawah jembatan Desa Slawe, Trenggalek, sementara kedua kakinya dibuang di Desa Sampung, Ponorogo.

Belakangan, terungkap pembunuhan terjadi di kamar 301 Hotel Adi Surya, Kota Kediri, sebelum potongan tubuh korban dibuang ke tiga kabupaten berbeda.

Di sisi lain, kuasa hukum terdakwa, Apriliawan Adi Wasisto, menyatakan menghormati tuntutan jaksa namun menilai pasal 340 KUHP tidak tepat.

“Menurut kami, perbuatan itu dilakukan spontan, bukan direncanakan. Masih ada hal-hal yang meringankan dan akan kami sampaikan dalam pledoi pekan depan,” ujarnya.

Senada, penasihat hukum lainnya, M. Rofian, juga mengkritisi tuntutan jaksa yang dinilai tidak memasukkan fakta persidangan secara utuh.

“Psikolog forensik awalnya menyatakan korban masih hidup saat dimutilasi, padahal ahli forensik di persidangan menyebut korban sudah meninggal. Ada banyak kekeliruan. Tuntutan ini tidak adil karena tidak mempertimbangkan sikap kooperatif terdakwa,” katanya.

Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan pledoi dari tim penasihat hukum terdakwa. Publik kini menanti apakah majelis hakim akan sependapat dengan tuntutan pidana mati dari JPU, atau menjatuhkan vonis berbeda terhadap Rohmad.

Penulis : Bimo

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru