Penanganan Kasus Predator Anak di Polres Sampang Bak Drakor, Hartono Klaim DPO, Humas Membantah

Sabtu, 23 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Polres Sampang yang seharusnya menjadi simbol perlindungan, kini disorot publik akibat kontradiksi pejabat soal status pelaku pencabulan anak di Robatal

Gedung Polres Sampang yang seharusnya menjadi simbol perlindungan, kini disorot publik akibat kontradiksi pejabat soal status pelaku pencabulan anak di Robatal

SAMPANG, Detikzone.id –Ditengah ketidakjelasan penanganan kasus predator anak dibawah umur di Kecamatan Robatal, sebuah konflik internal mengejutkan banyak pihak. Publik pun kembali dibuat geleng geleng kepala atas kredibilitas dua pejabat utama Polres Sampang yang justru memberikan keterangan berbeda bak drama korea (Drakor) lataran bertolak belakang mengenai status DPO pelaku pencabulan.

Kapolres AKBP Hartono menegaskan, pelaku BS sudah menjadi buronan dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Kata-katanya tegas, penuh otoritas, seakan memberi harapan bahwa hukum sedang menegakkan keadilan.

Kapolres Sampang, AKBP Hartono, mengklaim tegas bahwa pelaku, BS, sudah resmi menjadi buronan dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah terbit DPO. Sudah, namun kalau DPO tidak ada yang menerima, hanya nama seseorang yang jadi DPO-nya. Tanya Humas ya,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).

Namun klaim Hartono segera dibantah oleh Plh Kasi Humas, AKP Eko Puji Waluyo. Menurutnya, surat DPO sama sekali belum diterbitkan.

“Kami akan koordinasikan ke Kasat. Insyaallah minggu depan akan kami terbitkan surat DPO. Saya tidak janji, tapi saya akan mendorong Pak Kasat untuk menerbitkan surat DPO,” jelas Eko kepada wartawan yang tergabung di Persatuan Jurnalis Sampang (PJS).

Baca Juga :Keadilan Korban Cabul Terkubur di Meja Penyidik Polres Sampang, Kuasa Hukum Gedor Nurani Kapolda Jatim

Kontradiksi ini memperlihatkan ketidakseriusan aparat menangani kasus yang seharusnya menjadi prioritas melindungi anak di bawah umur dari predator. Sementara itu, BS bebas berkeliaran tanpa kepastian hukum, dan korban masih menanggung trauma yang mendalam.

Publik pun bertanya apakah Polres Sampang hanya menyulap klaim kosong agar terlihat bertindak, padahal faktanya administrasi DPO pun belum tuntas? Dua pejabat dari satu institusi malah berselisih suara, meninggalkan kesan disorganisasi, ketidakprofesionalan, dan bahkan kelalaian fatal dalam menangani kasus kriminal serius.

Kasus ini bukan sekadar soal hukum, tapi soal moral dan keadilan. Jika aparat sendiri berselisih dalam keterangan resmi, bagaimana mungkin korban mendapat perlindungan dan masyarakat percaya hukum ditegakkan.

Masyarakat Robatal kini menuntut tindakan nyata, bukan sekadar klaim yang saling bantah. BS masih menghilang. Trauma korban tetap ada. Dan kredibilitas Polres Sampang seakan memudar di tengah kontradiksi yang mencoreng institusi.

Penulis : A. Junaidi

Berita Terkait

Polresta Sumenep Bergerak, Dugaan Persetubuhan Anak Berujung Penahanan
Puluhan Paket Sabu Nyaris 50 Gram Dibongkar Polsek Masalembu, Pria 44 Tahun Diamankan
Lagi-lagi Pelecehan Seksual Anak : Didampingi Yakuza Maneges, Oknum Marbot Masjid Diserahkan ke Polresta Sidoarjo
Motor Petani Raib dari Garasi, Polisi Sumenep Berhasil Amankan Pelaku
Aksi Pencurian Rombong Jagung di Sumenep Terekam CCTV, Pelaku Diciduk di Pamekasan
Satresnarkoba Polresta Sumenep Bongkar Peredaran Sabu 81,53 Gram
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan 102 Botol Miras dari Dua Lokasi
GP Ansor Rubaru Sumenep Desak Penanganan Serius Dugaan Kekerasan Seksual Anak

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:23 WIB

Polresta Sumenep Bergerak, Dugaan Persetubuhan Anak Berujung Penahanan

Senin, 7 September 2026 - 14:42 WIB

Puluhan Paket Sabu Nyaris 50 Gram Dibongkar Polsek Masalembu, Pria 44 Tahun Diamankan

Kamis, 3 September 2026 - 18:31 WIB

Lagi-lagi Pelecehan Seksual Anak : Didampingi Yakuza Maneges, Oknum Marbot Masjid Diserahkan ke Polresta Sidoarjo

Kamis, 3 September 2026 - 12:14 WIB

Motor Petani Raib dari Garasi, Polisi Sumenep Berhasil Amankan Pelaku

Kamis, 3 September 2026 - 11:59 WIB

Aksi Pencurian Rombong Jagung di Sumenep Terekam CCTV, Pelaku Diciduk di Pamekasan

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB