Sumenep, 26 Agustus 2025 –Nestapa nelayan Masalembu kembali terulang. Berton-ton ikan hasil tangkapan terpaksa dibuang ke laut karena tak ada pembeli yang sanggup menampung. Peristiwa memilukan ini mengingatkan kembali pada tragedi serupa yang terjadi setahun lalu.
Maeli, warga Desa Sukajeruk, mengaku terpaksa membuang sekitar 1,6 ton ikan layang hasil tangkapannya.
“Mau direbus sendiri tidak mungkin, jumlahnya terlalu banyak. Pembeli semua menolak, jadi tidak ada jalan lain selain dibuang,” ungkapnya dengan nada kecewa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini membuat nelayan semakin terjepit. Biaya melaut sudah dikeluarkan, tenaga terkuras, namun hasil tangkapan justru menjadi beban. Pedagang pengumpul kewalahan, stok menumpuk, dan harga anjlok hingga tak ada lagi yang sanggup membeli.
Ketua Rawatan Samudra, Sunarto, langsung menggelar musyawarah darurat dengan para nelayan. Dari pertemuan tersebut, nelayan sepakat untuk mendukung upaya mendatangkan kapal pembeli ikan agar kejadian serupa tak terulang lagi.
“Tahun lalu nelayan sudah banyak membuang ikan. Sekarang, luka lama terbuka kembali. Kami meminta semua pihak, terutama pemerintah, segera hadir memberikan solusi. Kami hanya menunggu musim ikan setahun sekali, giliran dapat hasil, justru terbuang percuma,” tegas Sunarto.
Hingga kini, para nelayan masih menanti langkah nyata pemerintah maupun pihak terkait. Mereka berharap ada solusi permanen agar jerih payah di tengah samudra tidak terus berakhir dengan kesia-siaan.
Penulis : Redaksi







