SUMENEP – Pendopo Agung Sumenep jadi saksi perpisahan haru Sekda Edy Rasiyadi, Selasa (25/8/2025), saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar acara pisah kenang.
Sosok birokrat senior itu resmi memasuki masa purna tugas pada 1 September 2025, setelah lebih dari 35 tahun mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk tujuh tahun terakhir sebagai Sekda Sumenep.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan loyalitas Edy Rasiyadi yang dinilainya menjadi motor penggerak roda pemerintahan daerah. “Sekda Edy Rasiyadi merupakan figur birokrat yang mampu menjalankan tugas dengan baik, meskipun dihadapkan pada kompleksitas birokrasi dan dinamika pemerintahan yang tidak mudah,” ujar Bupati dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, keberhasilan Pemkab Sumenep dalam menjaga ritme pemerintahan tidak lepas dari kepemimpinan Edy yang dikenal tenang namun tegas. “Beliau telah berhasil menjadi penggerak administrasi, dengan kepemimpinan yang menyejukkan, tetapi tetap penuh ketegasan,” tambahnya.
Sementara itu, Edy Rasiyadi dengan nada rendah hati menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari jajaran internal pemerintah daerah, Forkopimda, DPRD, hingga masyarakat Sumenep. Ia menegaskan bahwa setiap langkahnya selama ini selalu berorientasi pada pelayanan terbaik untuk masyarakat.
“Saya percaya, apa yang dilaksanakan selama ini semata-mata untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumenep,” ungkap Edy.
Di penghujung acara, ia menitip pesan agar soliditas antara Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, dan seluruh elemen birokrasi tetap terjaga. “Hanya dengan kekompakan dan profesionalisme, Sumenep dapat terus melangkah maju, aman, terkendali, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya.
Acara pisah kenang itu ditutup dengan suasana haru dan penuh penghormatan, meninggalkan kesan mendalam atas perjalanan panjang seorang birokrat yang telah mendedikasikan hidupnya untuk Kabupaten Sumenep.
Penulis : Redaksi







