Ratusan Petani Puncu Geruduk BPN Kediri, Tolak Penetapan Fasos di Lahan Garapan

Kamis, 28 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kediri, Detikzone.id – Ratusan warga Kecamatan Puncu yang tergabung dalam Paguyuban Tani Puncu Makmur mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kediri, Kamis (28/8/2024).

Mereka memprotes keras penetapan lokasi fasilitas sosial (fasos) yang dianggap merampas lahan garapan petani.

Dengan membawa sejumlah spanduk penolakan, massa menegaskan lahan fasos yang dipatok pemerintah tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jihad Kusumawan, perwakilan DPW Gerakan Masyarakat Kehutanan Sosial Indonesia Jawa Timur, menyebut pematokan justru dilakukan di kebun G3536, padahal hasil redistribusi tanah (redis) tahun 2024 seluas 60 hektare telah menetapkan fasos berada di area Cengkean.

“Kesepakatan awal jelas, 60 hektare redis untuk rakyat, sisanya untuk fasos di titik yang sudah disetujui. Tapi pemerintah malah mematok di kebun G3536 yang sudah digarap petani turun-temurun. Ini jelas menyalahi prosedur,” tegas Jihad.

Ia menambahkan, lahan yang dipersoalkan sebelumnya masuk dalam HGU PT Mangli Dian Perkasa. Namun sejak 2020 izinnya habis dan tidak diperpanjang hingga batas akhir 2022. Sesuai Perpres Nomor 62 Tahun 2023 Pasal 14-15, tanah tersebut otomatis menjadi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) karena tidak diperpanjang dalam jangka waktu dua tahun.

“Kalau HGU sudah habis, tanah itu kembali ke negara bebas untuk rakyat. Apalagi petani sudah lebih dulu menggarap sebelum izin HGU berakhir,” jelasnya.

Warga kecewa lantaran penetapan fasos dilakukan tanpa sosialisasi. Saat pematokan berlangsung, lahan bahkan masih ditanami jagung, cabai, dan nanas oleh petani. Sunarto, Dewan Penasehat Paguyuban Tani Puncu Makmur, menilai langkah pemerintah tidak adil.

“Negara seharusnya memberi lahan kepada rakyat miskin yang tidak punya tanah, bukan merampas lahan garapan petani. Jika dipaksakan, wilayah ini rawan longsor karena lahan produktif dialihfungsikan,” ujarnya.

Aksi ini berujung mediasi. Sekitar 20 perwakilan warga diterima Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kediri, Junaedi Hutasoit, yang menyebut persoalan ini dipicu kesalahpahaman data.

“Awalnya kami menerima surat penolakan pengukuran fasos. Setelah klarifikasi, masyarakat ternyata bukan menolak pengukuran, tapi keberatan dengan lokasi salah satu blok fasos. Kami minta masyarakat menyiapkan peta dan dokumen pendukung untuk dibandingkan dengan data pemerintah,” kata Junaedi.

Pihak BPN juga memaparkan data fasos, meliputi lahan makam, jalan, saluran, hingga aset pertanian daerah. Namun warga bersikeras ada titik yang tidak sesuai. Mediasi lanjutan dijadwalkan minggu depan setelah dokumen pembanding diserahkan masyarakat.

Sementara itu, pantauan jurnalis media Detikzone di lokasi, massa menegaskan akan terus menolak pematokan di luar kesepakatan. Jika tuntutan tak dipenuhi, petani Puncu siap menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar.

Penulis : Bimo

Berita Terkait

Diduga Tipu Korban dengan Janji Manis, Perempuan Asal Talkandang Resmi Ditahan Polres Situbondo
Gerak Cepat Polsek Masalembu Polresta Sumenep! Dua Nelayan Dibekuk Usai Gagal Curi Motor
Jalanan Probolinggo Darurat Debu, Truk Tambang Tanpa Terpal Bebas Beraksi, Polisi Bungkam
KAKI Jatim Beri Nilai Positif untuk Kajari Bangkalan
Proyek Irigasi DI Taposan Probolinggo Rp325 Juta Tuai Polemik: Petani Kelimpungan, Bangunan Baru Bocor
Sakit Hati Usai Bercerai, Pria di Kediri Nekat Bakar Rumah dan Kendaraan Mantan Istri
Menakar Ketegasan Polisi di Pusaran Perjudian Kediri: Komitmen Kamtibmas atau Sekadar Retorika?
LSM PIAR Desak Audit Aset Daerah yang Dijadikan Dapur SPPG, Minta BPPKAD dan BGN Bertindak

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:51 WIB

Diduga Tipu Korban dengan Janji Manis, Perempuan Asal Talkandang Resmi Ditahan Polres Situbondo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:58 WIB

Gerak Cepat Polsek Masalembu Polresta Sumenep! Dua Nelayan Dibekuk Usai Gagal Curi Motor

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:58 WIB

Jalanan Probolinggo Darurat Debu, Truk Tambang Tanpa Terpal Bebas Beraksi, Polisi Bungkam

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:59 WIB

KAKI Jatim Beri Nilai Positif untuk Kajari Bangkalan

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:14 WIB

Proyek Irigasi DI Taposan Probolinggo Rp325 Juta Tuai Polemik: Petani Kelimpungan, Bangunan Baru Bocor

Berita Terbaru