Korban Pengeroyokan Brutal di Campaka Lapor Polisi, Integritas dan Wibawa Hukum Polsek Pasongsongan Jadi Taruhan

Kamis, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

M (27), tampak serius memberikan laporan resmi di Polsek Pasongsongan usai menjadi korban pengeroyokan brutal. Laporan ini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum untuk benar-benar berpihak pada keadilan rakyat kecil.

M (27), tampak serius memberikan laporan resmi di Polsek Pasongsongan usai menjadi korban pengeroyokan brutal. Laporan ini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum untuk benar-benar berpihak pada keadilan rakyat kecil.

SUMENEP, Detikzone.id – Seorang warga Desa Campaka, berinisial M (27), melaporkan dugaan pengeroyokan brutal yang menimpanya ke Polsek Pasongsongan, Senin (1/9/2025). Kasus ini menjadi sorotan lantaran peristiwa sepele berupa adu layangan justru berujung darah dan kini menantang keseriusan aparat dalam menegakkan hukum.

Korban M mengaku diserang dari belakang saat pulang usai menyaksikan adu layangan di Desa Lebeng Timur. Meski berusaha bertahan, pukulan demi pukulan tetap menghantam wajah dan lehernya. Luka memar jelas terlihat, sementara trauma batin korban dan keluarganya kian mendalam.

“Saya dipukul dari belakang. Saya tahu siapa pelakunya,” ungkap M, Sabtu (30/8/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Foto : Korban pengeroyokan brutal

Kekerasan ini menyalakan bara kemarahan publik. Warga menuntut polisi bergerak cepat, karena kasus ini sudah resmi masuk ke meja penyidik. Setiap detik keterlambatan dianggap sebagai bentuk kelengahan aparat dalam melindungi rakyat kecil.

Kanitreskrim Polsek Pasongsongan, Bripka Huri, menegaskan pihaknya telah menerima laporan korban dan mulai memanggil saksi-saksi.

“Kami sedang mendalami kasus ini. Saksi-saksi sudah kami panggil untuk mengumpulkan bukti yang cukup,” tegasnya, Kamis (4/9/2025).

Kasus pengeroyokan yang menimpa warga Campaka tidak boleh dianggap sepele. Sebab, ini bukan hanya persoalan kekerasan antarindividu, melainkan sudah menyentuh marwah penegakan hukum di Pasongsongan. Ketika korban sudah melapor resmi ke Polsek, maka publik menaruh harapan besar agar aparat bergerak cepat dan tegas.

Setiap kelambanan atau keraguan dalam menangani kasus semacam ini akan dibaca masyarakat sebagai lemahnya integritas hukum. Warga kecil yang babak belur dipukul jelas membutuhkan perlindungan, bukan sekadar janji penegakan aturan.

Apabila polisi gagal menunjukkan tindakan nyata, bukan tidak mungkin kepercayaan publik terhadap aparat akan luntur. Karena itu, penyelesaian kasus pengeroyokan ini bukan hanya soal mencari keadilan bagi korban, melainkan juga soal mempertaruhkan wibawa hukum di mata rakyat.

 

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Isu “Sapi Raib” BUMDes Paowan Dibantah, Pemdes Tegaskan Penjualan Sudah Sesuai Prosedur
Pamit Cari Sapi, Pria Ini Ditemukan Tinggal Kerangka di Hutan Baluran
Demi Negara, KPK Didesak Bongkar Total Dugaan Skandal Pita Cukai di Sidoarjo, Bos Rokok Slava Bold H. Samsul Huda Disorot
Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi
Kasus Cukai Makin Panas, Sultan Pamekasan Haji Junaidi dan HJS Mdr Mencuat, KPK Didesak Bongkar Tanpa Sisa
Pusaran Gelap Pita Cukai Madura: Dugaan Pelanggaran Sistemik Seret PR HJS Mdr Pamekasan, KPK Dalami Jejak Skandal
Janji Busuk Pihak BTN Sumenep, Sertifikat Atas Nama Nasabah Hingga Kini Tak Diberikan Meski Rumah Lunas 4 Bulan Lalu
Sudah Kelewat Batas! Sertifikat KPR BTN Sumenep Tertahan 4 Bulan Meski Sudah Lunas

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:28 WIB

Isu “Sapi Raib” BUMDes Paowan Dibantah, Pemdes Tegaskan Penjualan Sudah Sesuai Prosedur

Kamis, 16 April 2026 - 23:07 WIB

Pamit Cari Sapi, Pria Ini Ditemukan Tinggal Kerangka di Hutan Baluran

Selasa, 14 April 2026 - 19:03 WIB

Demi Negara, KPK Didesak Bongkar Total Dugaan Skandal Pita Cukai di Sidoarjo, Bos Rokok Slava Bold H. Samsul Huda Disorot

Senin, 13 April 2026 - 14:18 WIB

Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi

Senin, 13 April 2026 - 12:29 WIB

Kasus Cukai Makin Panas, Sultan Pamekasan Haji Junaidi dan HJS Mdr Mencuat, KPK Didesak Bongkar Tanpa Sisa

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Perkuat Sistem Aduan Digital hingga Desa

Sabtu, 18 Apr 2026 - 00:08 WIB