Gelombang Boikot Trans7 Meningkat, Lirboyo Berharap Chairul Tanjung Bertanggungjawab

Rabu, 15 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEDIRI — Seruan #BoikotTrans7 terus bergema di berbagai media, kalangan santri, alumni, dan masyarakat pesantren pasca tayangan program Expose Uncensored milik Trans7 dianggap melecehkan martabat pondok dan kiai, khususnya Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kota Kediri.

Rombongan dari stasiun televisi Trans7 akhirnya mendatangi Ponpes Lirboyo pada Rabu (15/10/2025) pagi.

Mereka datang untuk bersilaturahmi dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada para masyayikh, terutama KH Anwar Manshur selaku pengasuh pesantren.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rombongan yang tiba sekitar pukul 10.00 WIB itu dipimpin Direktur Produksi Trans7, Andi Chairil, didampingi tokoh Nahdlatul Ulama yang juga mantan Ketua Dewan Pers, Prof M. Nuh, disambut oleh Gus Athoillah serta Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Ibrahim Saputra.

Setelah menunggu sekitar setengah jam, rombongan Trans7 dipersilakan masuk ke gedung yayasan di sisi utara Masjid Al-Hasan untuk bertemu para masyayikh dalam pertemuan tertutup.

Dalam keterangan persnya, KH Abdul Muid Shohib yang akrab disapa Gus Muid menjelaskan bahwa pihak Trans7 secara langsung mengakui kekeliruan mereka dalam menyajikan konten yang menyinggung pesantren.

“Tim Trans7 datang meminta maaf atas tayangan dalam program Expose Uncensored beberapa hari lalu. Mereka mengakui ada kekeliruan yang menyinggung Kiai Sepuh Lirboyo,” jelas Gus Muid.

Meski telah menerima permohonan maaf tersebut, pihak Lirboyo menegaskan bahwa tanggung jawab moral seharusnya datang langsung dari pimpinan tertinggi Transcorp.

“Kami tidak dalam posisi memaafkan, karena yang disinggung dalam tayangan itu adalah Kiai Sepuh KH Anwar Manshur. Kami hanya berharap Pak Chairul Tanjung berkenan sowan langsung ke Lirboyo,” tegasnya.

Sementara itu, Andi Chairil enggan memberikan banyak keterangan kepada awak media setelah pertemuan tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk tanggung jawab dan penyesalan atas tayangan yang telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Sebelumnya, potongan video program Expose Uncensored Trans7 edisi 13 Oktober 2025 berjudul “Santrinya Minum Susu Aja Kudu Jongkok, Emang Gini Kehidupan Pondok?Kiainya Kaya Raya, Tapi Umatnya yang Kasih Amplop” viral di media sosial dan menuai kecaman luas. Tayangan tersebut dinilai melecehkan KH Anwar Manshur dan kehidupan santri di Lirboyo.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari permintaan maaf yang telah disampaikan Andi Chairil sehari sebelumnya melalui kanal media sosial dan jaringan media Trans Media. Dalam pernyataannya itu, ia berjanji akan Sowan langsung ke Lirboyo untuk meminta maaf secara pribadi dan kelembagaan.

Video yang disiarkan dalam program tersebut menampilkan potongan suasana Ponpes Lirboyo, termasuk momen para santri sungkem kepada KH Anwar Manshur, yang kemudian disertai narasi bernada sinis dan tendensius.

Kemarahan publik akhirnya meluas. Alumni dan santri Lirboyo menyatakan kecewa dan menilai tayangan itu bukan sekedar kekeliruan teknis, melainkan bentuk penghinaan terhadap simbol kehormatan pesantren.

Tagar #BoikotTrans7 pun trending di berbagai platform media sosial.

Menangapi hal tersebut, Komisi Penyuaran Indonesia (KPI) menjatuhkan sanksi izin sementara terhadap program Expose Uncensored karena terbukti ketentuan Pasal 6 Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Pasal 16 Standar Program Siaran (SPS) KPI Tahun 2012.

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru