SUMENEP — Menjawab tantangan zaman dan mengantisipasi meningkatnya kasus kenakalan remaja, Kepala Desa Panaongan dan Pasongsongan berkolaborasi dengan Polsek dan Koramil, siap bersinergi untuk mewujudkan Program Pemuda Berakhlak.
Program ini akan digelar dalam waktu dekat sebagai upaya strategis membentuk generasi muda yang berkarakter, peduli sosial, dan berperan aktif dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Di program tersebut, aparat kepolisian, TNI, dan tokoh masyarakat akan turun langsung ke masyarakat untuk mensosialisasikan pesan-pesan Kamtibmas. Fokus utama program ini adalah membimbing pemuda di Pasongsongan agar menjadi agen perubahan yang mampu menebar nilai positif di lingkungan masing-masing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain sosialisasi, kegiatan ini juga akan diiringi dengan pertemuan rutin mingguan guna membahas perkembangan situasi Kamtibmas. Pertemuan tersebut melibatkan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta para pemuda setempat, sehingga setiap isu yang muncul bisa segera dicari solusi secara kolaboratif.
“Peran semua lintas sektor sangat penting untuk memberikan edukasi positif kepada masyarakat, khususnya pemuda, agar bersama-sama menjadi agen perubahan dalam rangka mewujudkan Kamtibmas yang kondusif,” ungkap salah satu aparat terkait.
Kades Panaongan, Khusnul Khatimah, menekankan bahwa peran orang tua tidak kalah penting dalam mendidik anak.
“Pemuda yang berakhlak lahir dari keluarga yang peduli dan membimbing anak-anaknya dengan nilai-nilai moral dan etika. Orang tua harus menjadi contoh nyata bagi generasi muda,” katanya, Sabtu, 25/10/2025.
Sementara itu, Kades Pasongsongan, Ahmad Saleh Hariyanto, menyatakan dukungannya penuh terhadap program ini. “Kami mendorong pemuda untuk aktif dalam kegiatan positif, bukan hanya sebatas sosialisasi Kamtibmas, tapi juga kegiatan edukatif dan sosial yang membentuk karakter mereka. Pemuda adalah masa depan desa, dan mereka harus diarahkan dengan baik,” ujarnya.
Tokoh pemuda setempat, Salimurrahman, menambahkan perspektif dari kalangan muda. “Program ini sangat penting bagi kami. Dengan adanya pendampingan dari aparat dan tokoh masyarakat, kami bisa belajar bagaimana menjadi pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berakhlak dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Ini membuat kami merasa dilibatkan dan dihargai,” katanya.
Selain membangun karakter, program ini juga diharapkan menjadi langkah preventif dalam menekan kenakalan remaja. Dengan adanya pembinaan rutin dan kolaborasi lintas sektor, masyarakat diharapkan bisa menciptakan lingkungan yang kondusif, aman, dan mendukung pertumbuhan generasi muda yang berkualitas.
Kiai Jamaluddin, tokoh agama setempat, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, program ini bukan sekadar menjaga ketertiban, tetapi juga membentuk karakter positif pemuda sebagai pondasi masyarakat yang sehat dan berbudaya. “Pemuda yang berakhlak akan menjadi agen perubahan yang mampu membawa desa ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Dengan sinergi aparat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan dukungan keluarga, program ini diharapkan mampu mencetak pemuda yang berakhlak, cerdas, peduli lingkungan, dan menjadi teladan bagi generasi berikutnya. Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam membangun generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing







