Pelajar di Blitar Ubah Slogan “Blitar Keren” Menjadi “Blitar Kere” di Tas Bantuan Pemkot, Picu Sorotan Publik

Rabu, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blitar., Detikzone.id – Aksi seorang pelajar di Kota Blitar menjadi perbincangan hangat setelah kedapatan mengubah tulisan pada tas ransel bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar. Tas yang semula bertuliskan slogan resmi daerah, “Blitar Keren”, terlihat diubah menjadi “Blitar Kere” oleh pelajar tersebut.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di kawasan lampu merah perempatan Jalan Tanjung–Pakunden, salah satu persimpangan tersibuk di Kota Blitar. Saat itu, pelajar yang mengendarai sepeda motor tampak membawa tas bantuan dengan tulisan yang sudah dimodifikasi. Foto dan rekaman singkat kejadian tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan mengundang banyak komentar.

Dalam foto yang beredar, huruf “n” pada kata “Keren” tampak disamarkan dan diubah sehingga membentuk kata “Kere”. Aksi tersebut menimbulkan tafsir beragam karena mengubah makna slogan resmi pemerintah menjadi istilah yang bernada satir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Respons publik pun bermunculan. Sebagian warganet menilai tindakan itu sebagai bentuk kritik spontan atau ekspresi ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah daerah. Namun, tak sedikit pula yang memandang modifikasi tersebut sebagai tindakan kurang pantas, mengingat tas tersebut merupakan fasilitas bantuan dari Pemkot yang seharusnya dijaga dan digunakan sebagaimana mestinya.

Sejumlah warga menilai aksi tersebut mungkin hanya candaan pelajar, tetapi tetap perlu mendapat perhatian dari pihak sekolah maupun orang tua. Mereka berharap remaja lebih memahami konsekuensi dari tindakan yang bisa dengan cepat viral di media sosial.

Hingga berita ini diturunkan, Pemkot Blitar belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Namun, sejumlah pihak mengingatkan pentingnya edukasi kepada pelajar mengenai etika penggunaan fasilitas bantuan pemerintah serta bijak dalam mengekspresikan pendapat di ruang publik.

Fenomena ini menjadi contoh bagaimana simbol pemerintahan, seperti slogan daerah, dapat menjadi objek kritik atau sindiran di era digital, terutama ketika perhatian publik dapat muncul hanya dari satu foto yang viral.

Penulis Bas

Penulis : Bas

Berita Terkait

Menutup Agustus dengan Doa dan Kebersamaan, Pasongsongan Gelar Malam Resepsi HUT RI ke-81
Masih SMP, Dua Bocah di Pemalang Memulung hingga Malam Demi Uang, Generasi Emas atau Generasi Cemas?
WCC III Sukses Digelar di Sumenep, MAPALA WIRASTA UNIJA Dorong Regenerasi dan Prestasi Atlet Panjat Tebing Jawa Timur
Final Lomba Mewarna Damar Kurung Tingkat Kabupaten Gresik Digelar Meriah di Gress Mall
Festival Band Pelajar se-Madura Ramaikan MCF 2026 Malam Ini, Disbudporapar dan Disdik Sumenep Beri Ruang Kreativitas
Bukan Sekadar Mengisi SKP, Mereka Belajar Arti Saling Menguatkan di SDN Panaongan III Pasongsongan Sumenep
Bupati Sumenep Kunjungi Stan SLB, Tegaskan Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Berkarya dan Berprestasi
Tangis Pecah di Tengah Syair Cinta Rasul! Maulid Nabi di SDN Panaongan III Sumenep Berubah Jadi Momen Menggetarkan Hati

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 21:50 WIB

Menutup Agustus dengan Doa dan Kebersamaan, Pasongsongan Gelar Malam Resepsi HUT RI ke-81

Rabu, 2 September 2026 - 00:18 WIB

Masih SMP, Dua Bocah di Pemalang Memulung hingga Malam Demi Uang, Generasi Emas atau Generasi Cemas?

Selasa, 1 September 2026 - 18:33 WIB

WCC III Sukses Digelar di Sumenep, MAPALA WIRASTA UNIJA Dorong Regenerasi dan Prestasi Atlet Panjat Tebing Jawa Timur

Selasa, 1 September 2026 - 09:27 WIB

Final Lomba Mewarna Damar Kurung Tingkat Kabupaten Gresik Digelar Meriah di Gress Mall

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Festival Band Pelajar se-Madura Ramaikan MCF 2026 Malam Ini, Disbudporapar dan Disdik Sumenep Beri Ruang Kreativitas

Berita Terbaru