SUMENEP — Program dialog publik Sumenep Menyapa yang akan disiarkan RRI Pro 1 Sumenep, besok, 15/12/2025, akan menjadi wadah edukasi strategis dalam membangun pemahaman masyarakat tentang pentingnya swasembada garam nasional. Acara ini mengangkat isu pergaraman secara komprehensif, mulai dari produksi, kualitas, hingga tata niaga, dengan melibatkan petani, industri, dan pemangku kebijakan.
Ketua Forum Petani Garam Madura (FPGM) sekaligus Ketua Persatuan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Sumenep, H. Ubaid Abdul Hayat, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, dialog yang terbuka dan informatif sangat dibutuhkan agar kebijakan pergaraman benar-benar berangkat dari kondisi riil di lapangan.
“Program seperti ini penting untuk mencerdaskan publik, terutama petani garam, agar memahami arah kebijakan nasional dan peluang yang bisa dimanfaatkan. Swasembada garam tidak cukup hanya meningkatkan produksi, tetapi juga harus menjamin kesejahteraan petani,” ungkap Ubaid, Minggu , 14/12.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Sumenep memiliki potensi lahan garam yang luas dan sumber daya manusia yang berpengalaman. Namun, tantangan masih dihadapi, seperti fluktuasi harga, kualitas produksi, serta keterbatasan akses teknologi. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan dan sinergi dengan industri menjadi langkah krusial untuk meningkatkan daya saing garam lokal.
Melalui Sumenep Menyapa, masyarakat diajak memahami bahwa swasembada garam merupakan proses jangka panjang yang memerlukan kolaborasi lintas sektor. Peran media, kata Ubaid, sangat penting dalam menyampaikan informasi yang berimbang dan membangun optimisme petani terhadap masa depan sektor pergaraman.
Dengan adanya ruang dialog edukatif ini, diharapkan tercipta kesadaran kolektif bahwa keberhasilan swasembada garam nasional harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi desa dan peningkatan kesejahteraan petani garam di Madura, khususnya Kabupaten Sumenep.
Penulis : Redaksi








