PROBOLINGGO, detikzone.id — Di tengah tingginya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, justru tercatat melakukan belanja handphone dengan nilai puluhan juta rupiah.
Berdasarkan data pada laman resmi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP, RSUD Waluyo Jati menganggarkan kegiatan belanja handphone penunjang layanan yang bersumber dari dana Belanja Layanan Umum Daerah (BLUD).
Pengadaan tersebut tercatat sebanyak 1 paket handphone dengan anggaran Rp23.150.000 untuk Tahun Anggaran 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan, dr. Hj. Yessy Rahmawati, menyampaikan bahwa pengadaan handphone tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan konsultasi internal di dalam ruangan rumah sakit.
“Saya masih menghubungi tim dan belum mendapatkan jawaban detail. Yang jelas, ada beberapa pengadaan handphone yang telah dibeli,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (22/12/2025).
Namun, saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait urgensi dan spesifikasi pengadaan tersebut, Direktur RSUD Waluyo Jati terkesan enggan memberikan penjelasan lebih rinci dan tidak merespons lanjutan pertanyaan wartawan.
Menanggapi hal itu, Ketua LSM Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo, H. Luthfi Hamid, menilai bahwa belanja handphone tidak memiliki hubungan langsung dengan peningkatan kualitas layanan konsultasi rumah sakit.
Menurutnya, kualitas layanan RSUD seharusnya lebih difokuskan pada investasi yang berdampak langsung kepada pasien, seperti pengadaan alat kesehatan, peningkatan sistem manajemen internal, serta penguatan sumber daya manusia (SDM).
“Peningkatan kualitas layanan konsultasi di RSUD sangat bergantung pada ketersediaan alat kesehatan yang memadai, dokter dan perawat yang profesional, serta sistem pelayanan yang baik. Bukan semata-mata dari tindakan individu membeli handphone,” tegasnya.
Ia berharap pengelolaan anggaran rumah sakit dapat lebih transparan dan berorientasi pada kebutuhan mendesak masyarakat, terutama dalam sektor pelayanan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan pasien.
Penulis : Moch Solihin







