SUMENEP – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep kembali melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok. Kegiatan ini berlangsung di Pasar Anom, Selasa (23/12), dengan tujuan menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Pemantauan ini dipimpin langsung oleh Asisten Pembangunan dan Perekonomian Sekretariat Daerah Sumenep, Abdul Madjid, didampingi Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab, Dadang Dedy Iskandar, serta Kepala BPS Sumenep, Eko Santoso.
Dadang Dedy Iskandar menjelaskan, kolaborasi TPID bersama BPS ini menjadi upaya strategis untuk mengendalikan inflasi jelang Nataru.
“Beberapa harga kebutuhan pokok memang sudah menurun dibanding sebelumnya, dan sejumlah komoditas terpenuhi. Harapan kami, harga tetap stabil sehingga masyarakat bisa terpenuhi kebutuhannya dengan baik,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Kepala BPS Sumenep, Eko Santoso, menekankan pentingnya masyarakat mengatur pola konsumsi agar permintaan berlebih tidak memicu kenaikan harga.
“Barang tahan lama bisa dibeli sekarang agar stok aman dan harga tetap terkendali,” tambahnya.
Beberapa harga kebutuhan pokok yang dipantau di Pasar Anom antara lain:
Beras premium Rp14.600/kg, SPSH Rp12.800/kg, beras medium Rp12.500/kg
Gula pasir Rp17.000/kg
Minyak goreng Bimoli 2 liter Rp21.000, minyak curah Rp18.000
Daging sapi murni Rp130.000–135.000/kg, ayam kampung Rp100.000/kg, ayam broiler Rp40.000/kg
Telur ayam ras Rp30.000/kg, telur ayam kampung Rp30.000/kg
Cabe besar Rp30.000–35.000/kg, cabe rawit kecil Rp60.000/kg
Bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp31.000/kg
Dengan pemantauan rutin ini, diharapkan masyarakat Sumenep dapat menikmati harga kebutuhan pokok yang stabil dan terjangkau menjelang Nataru 2026.
Penulis : Redaksi








